Ketua Umum Ganjarist Kris Tjantra meyakini Ganjar akan tetap tetap diusung oleh PDIP sebagai capres, bukan cawapres.
Selain itu, Kris mengklaim saat ini elektabilitas Ganjar di atas Prabowo dan Anies Baswedan. Oleh sebab itu, Kris mengatakan adanya pilihan menjadikan Ganjar sebagai cawapres Prabowo adalah kabar bohong atau hoaks belaka.
"Mohon maaf itu tidak mungkin karena partai pengusung PDIP adalah partai pemenang," ujar Kris, Jumat, (22/9/2023), dikutip dari Warta Kota Live.
Menurut Kris, Ganjarist adalah mantan pendukung Joko Widodo atau Jokowi ketika dia maju kembali sebagai calon presiden. Oleh karena itu, Kris mengklaim para loyalis Ganjar sudah mengetahui rekam jejak Prabowo dan berseberangan dengan Prabowo.
Baca: Soal Wacana Duet Prabowo-Ganjar, PDIP Sebut Mungkin, Gerindra Anggap Hampir Mustahil
Kris menyebut loyalis Ganjar akan menolak jika Ganjar menjadi pendamping Prabowo.
Mengenai bakal cawapres Ganjar, Kris mengatakan akan menyerahkan sepenuhnya kepada Ganjar
"Siapa pun cawapresnya harus satu visi dengan Ganjar Pranowo," kata Kris.
"Kami juga optimis bahwa cawapres yang bakal dampingi Ganjar adalah orang yang sudah memiliki jejak rekam yang baik dan teruji integritasnya."
Ketua DPP PDIP Puan Maharani buka suara tentang peluang Ganjar mengalah dan memilih menjadi bakal cawapres pendamping Prabowo dalam Pilpres 2024.
Menurut Puan, pihaknya masih melakukan kalkulasi politik terlebih dulu.
Puan menyebut peluang Ganjar mendampingi Prabowo akan tampak dalam satu bulan ke depan.
"Kita lihat lagi nanti gimana dinamikanya satu bulan ini, apakah kemudian bisa terjadi atau tidak terjadi kan semua partai punya kalkulasinya," ujar Puan di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis, (21/9/2023), dikutip dari Tribunnews.
Akan tetapi, putri Ketua Umum PDIP itu enggan mengungkapkan apakah partainya ikhlas apabila Ganjar nanti turun posisi menjadi bakal cawapres.
Baca: PDIP Bicarakan Peluang Ganjar Mengalah & Pilih Jadi Pendamping Prabowo: Kita Lihat Nanti
Puan kembali berujar bahwa pihaknya masih melihat dinamika politik satu bulan ke depan.
"Kan saya belum jawab. Masih mau dilihat dulu iya atau enggak," ujarnya.
Puan menyebut PDIP hingga saat ini masih menjalin komunikasi dengan parta-partai yang tergabung dalam
Lebih lanjut, Puan menambahkan pihaknya masih sering berkomunikasi dengan parpol yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang mengusung Prabowo sebagai bakal capres.
"Jadi, komunikasi ke semua partai tetap dilakukan. Ini, kan, perwakilan dari Partai Golkar dan Pak Dasco dari Partai Gerindra. Jadi komunikasi informal selalu tetap dilakukan," kata dia.