Penyaluran bansos beras merupakan bentuk intevensi pemerintah agar harga beras bisa kembali stabil.
"Mulai Senin depan Bulog akan mendistribusikan bantuan pangan beras kepada 21,353 juta KPM selama tiga bulan ke depan," kata Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi, pada Kamis, (7/9/2023), dikutip dari laman Badan Pangan.
Pada tahap kedua ini, bansos beras bakal disalurkan kepada 21,353 juta keluarga penerima manfaat (KPM).
Menurut Arief, dalam penyaluran itu dilakukan pengecekan supaya tepat sasaran.
"Data penerima bantuan pangan beras agar benar-benar dilakukan cross check, sehingga bisa tepat sasaran. Khusus distribusi ke daerah 3TP (tertinggal, terluar, terdepan, dan Pprbatasan) diperlukan efektivitas pengiriman," kata dia.
Baca: Cara Mencairkan Bansos PKH Tahap 3, Ibu Hamil Bisa Dapat Bansos Rp 750 Ribu
Anda dapat mengecek apakah terdaftar menjadi penerima bansos beras lewat laman http://cekbansos.kemensos.go.id.
Beriku cara mengeceknya.
1. Buka laman http://cekbansos.kemensos.go.id
2. Masukkan provinsi, kabupaten, kecamatan, dan desa/kelurahan
3. Masukkan nama Penerima Manfaat (PM) sesuai KTP
4. Ketikkan 8 huruf kode (dipisahkan spasi) yang tertera dalam kotak kode
5. Jika huruf kode kurang jelas, klik icon refresh untuk mendapatkan huruf kode baru
6. Klik tombol CARI DATA
Sistem Cek Bansos Kemensos akan mencari Nama Penerima Manfaat (PM) sesuai dengan wilayah yang Anda masukkan
Baca: Kabar Gembira Kini Anak Usia Dini Bisa Dapatkan Bansos Uang Rp 750 Ribu Per Bulan, Begini Caranya
Pemerintah juga akan menyalurkan bantuan ayam dan telur untuk 1,4 juta keluarga dengan risiko stunting. Bantuan ini disalurkan lewat ID Food.
"Kalau bulog 21 juta dan ini (ID Food) 1,4 juta. Karena beras lebih masif. Jadi mudah-mudahan bisa menjawab kenapa harganya hari ini disesuaikan," kata Arief dikutip dari Tribunnews.
Sementara itu, Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) (Persero), Frans Marganda Tambunan, mengatakan pihaknya akan menyalurkan bantuan sosial ayam dan telur secara bersamaan di tujuh provinsi di Indonesia.
"Hari Senin serentak dengan beras kami mulai distribusi tahap kedua di 7 provinsi, yaitu Sumut, Banten, Jateng, Jabar, Jatim, NTT, dan Sulbar," kata Frans.