Hal itu disampaikan Sandiaga di sela-sela merespons kabar menguatnya mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau Kang Emil sebagai kandidat bakal calon wakil presiden (cawapres) Ganjar Pranowo.
Ia mengatakan, pembangunan sektor perekonomian jauh lebih penting untuk membangun bangsa dan negara.
Sandiaga mengaku sedang memperjuangkan sektor perekonomian, salah satu contohnya di bidang perhotelan.
"Lapangan kerja mudah dengan event yang dilakukan secara sukses. Hotel-hotel terisi penuh, pergerakan ekonomi ini membuka lapangan kerja. Itu yang kita perjuangkan," kata Sandiaga ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (7/9/2023) malam, dikutip dari Kompas.com.
Sandiaga lalu menekankan pentingnya Indonesia fokus pada bidang ekonomi.
Kemudian, ekonomi yang perlu diperjuangkan demi membangun bangsa adalah mewujudkan murahnya harga-harga di pasaran.
Hanya, ia menilai saat ini Indonesia masih harus berjuang mewujudkan hal itu.
Terlebih, ia menyoroti masih tingginya harga beras.
"Sedikit catatan kita mengenai harga beras yang melonjak, ini yang harus kita segera tangani. Karena ini semua matriks ekonominya bagus kecuali harga beras ya," ujar Sandiaga.
"Karena inflasinya tetap terjaga, tapi harga beras ini membebani masyarakat. Ini harus segera diperbaiki," katanya lagi.
Saat kembali ditanya soal Ridwan Kamil, Sandiaga mengatakan enggan ambil pusing jika nama politikus Golkar itu menguat menjadi pendamping Ganjar.
Dirinya menyerahkan soal keputusan nama bakal cawapres kepada pihak yang berwenang, yaitu level ketua umum partai politik.
"Jadi apa pun yang akan diputuskan, kita akan tetap Istiqomah. Saya enggak pernah terpikir untuk memperjuangkan posisi jabatan, tapi saya melihatnya dari segi pengabdian dan pengorbanan," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP Arwani Thomafi mengaku mendengar informasi bahwa Ridwan Kamil masuk sebagai salah satu kandidat bakal cawapres Ganjar Pranowo.
Namun ia mengatakan, usulan memasangkan Ganjar dengan Ridwan Kamil belum dilakukan secara serius di internal koalisi pengusung Ganjar.
“Kami juga tidak dalam posisi menyebut nama itu. Tapi kami mendengar, memang kami rasa nama itu juga yang kami dengar ya,” ujar Arwani di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis.
“Dalam pertemuan lebih luas lagi, yang hadir juga sekjen dan elite parpol di DPP masing-masing parpol, nama itu juga belum muncul, tapi memang dari rasan-rasan,” katanya lagi.
Baca: INILAH Alasan AHY Tak Dipilih jadi Cawapres Anies Baswedan, Pengamat Sebut 3 Hal Ini
Seperti diketahui, Ridwan Kamil merupakan kader Partai Golkar yang kini tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju.
Koalisi tersebut mengusung Prabowo sebagai bakal capres.