Alasan Anies Baswedan Larang Ahmad Sahroni Laporkan SBY kepada Bareskrim

Editor: Febri Ady Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Anies Baswedan saat berkunjung ke Banyuwangi.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Anies Baswedan melarang Bendahara Umum Partai Nasdem Ahmad Sahroni melaporkan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada Bareskrim Polri.

Sahroni ingin melaporkan SBY karena dianggap menyebarkan hoaks atau informasi bohong tentang kesepakatan deklarasi Anies dan Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono sebagai pasangan capres dan cawapres.

"Mengklarifikasi apa yang disampaikan oleh Pak SBY bahwa Anies AHY akan dideklarasikan awal September. Omongan itu saya katakan nggak ada," kata Sahroni kepada wartawan di Bareskrim, (4/9/2023), dikutip dari Tribunnews.

Namun, keinginan itu diurungkan lantaran dia dicegah oleh Anies dan Ketua Umum Surya Paloh.

"Tadi saya di jalan menelepon Ketua Umum (Surya Paloh) bahwa saya akan melakukan pelaporan," katanya.

"Tapi Pak Surya memerintahkan kepada saya untuk tidak boleh melaporkan yang bersangkutan."

"Kebetulan tadi Pak Anies juga WhatsApp saya untuk meminta juga yang sama," ujar Sahroni.

Baca: Nasdem Tuding SBY Sebarkan Hoaks tentang Deklarasi Anies-AHY, Demokrat Tegas Membantah

Baca: Demokrat Dikhianati Anies, AHY Pilih Memaafkan & Ucapkan Selamat kepada Anies & Cak Imin

Sahroni menyebut Anies melarang hal itu karena sekarang Anies ingin memfokuskan Pilpres 2024.

"Pak Anies pengin fokus ke depan, ini dalam rangkaian pemenangan dalam strategi pemenangan capres 2024," kata dia.

Dia turut menanggapi tudingan dari Demokrat bahwa partai itu tidak dilibatkan dalam proses pemilihan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai bakal cawapres pendamping Anies.

Kata dia, Anies sudah berusaha menghubungi Demokrat sebelum mendeklarasikan Cak Imin.

"Jadi, Pak Anies telepon, enggak diangkat sama AHY. Pak Sudirman Said (anggota Tim 8 Koalisi Perubahan), coba komunikasi dengan pihak Demokrat enggak diangkat," katanya.

"Jadi semua proses itu sudah dijajaki sejak awal, tapi waktu deadlock itu terjadi tentang pemilihan cawapres, Pak Anies bersama Tim 8 menyerahkan ke partai politik."

Kemudian, Surya Paloh memutuskan memilih Cak Imin sebagai bakal cawapres Anies.

"Kan, Pak Anies bukan (dari) partai politik. Nah, dari situlah komunikasi terkait Pak Surya bertemu dengan Majelis Syuro misalnya, komunikasi.  Jadi tidak ada isu tidak ada komunikasi, bohong itu," ucap Syahroni.

Baca: Bantah Ada Rencana Deklarasi Anies-AHY, Elite Nasdem Tuding SBY Sebarkan Hoaks

Baca: Dikhianati Anies, Demokrat Disarankan Dukung Ganjar karena Disebut Lebih Menguntungkan

Bendahara Umum Partai Nasdem Ahmad Sahroni (kiri) dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. (Tribunnews)

Demokrat bantah SBY sebarkan hoaks

Herman Khaeron selaku Ketua Badan Pembina Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi (BPOPKK) Partai Demokrat gantian membantah pernyataan Sahroni.

Dia memastikan memang ada kesepakatan deklarasi Anies-AHY dalam pertemuan tersebut.

"Ada. Ada. Saya ada di tempat di sana. Ada pembahasan awal September ada. Kan, digodok di Tim 8. Tim 8, kan, sudah matangkan deklarasi bisa dijalankan awal September. Jadi, memang ya peristiwa-peristiwa itu yang disampaikan dalam kronologi peristiwa oleh Sekretaris Jenderal, ya, memang itu ada dan Demokrat, ya, apa adanya," ujar Herman di Kantor DPP Demokrat, Jakarta, Senin, (4/9/2023), dikutip dari Tribunnews.

Di samping itu, Herman mengklaim keputusan AHY menjadi pendamping Anies turut dinyatakan secara langsung dalam pertemuan itu.

Halaman
12


Editor: Febri Ady Prasetyo
BERITA TERKAIT

Berita Populer