Kecelakaan itu menewaskan 4 orang dan melukai 15 orang lainnya. Empat korban tewas dalam tabrakan itu, yakni sopir bus Eka, sopir bus Sugeng Rahayu, kernet, dan seorang warga setempat.
Menurut Nugroho, warga sekitar yang menjadi saksi mata, kecelakaan berawal saat bus Eka dan Sugeng Rahayu melaju cepat dengan arah berbeda.
"Bus Eka dari utara ke Surabaya. Bus Sugeng Rahayu melaju arah Surabaya ke Solo," ujar Nugroho dikutip dari Kompas TV.
Tabrakan tak terelakkan ketika kedua bus itu berusaha menghindari penyeberang jalan. Badan bus pun rusak parah dan salah satu atap bus terlepas.
Berdasarkan informasi yang didapat di tempat kejadian, satu warga yang tewas itu adalah penyeberang jalan yang dihindari kedua bus tersebut. Sementara itu, ada korban luka yang terjepit di badan bus sehingga diperlukan waktu lama untuk mengevakuasinya.
Baca: Terkenal Ugal-ugalan, Bus Sugeng Rahayu Vs Bus EKA Tabrakan di Ngawi: 2 Sopir Tewas di Lokasi
Tabrakan yang disertai suara keras itu membuat warga setempat segera menuju ke lokasi kejadian.
Pihak Polres Ngawi juga sudah mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Menurut Kapolres Ngawi AKBP Argowiyono, bus Eka dalam perjalanan menuju Surabaya, sedangkan bus Sugeng Rahayu menuju Solo.
Argowiyono menyebut pihaknya masih berkofukus mengevakuasi para korban.
"Masih ada korban terjepit, yaitu sopir Bus Eka yang sudah berhasil dievakuasi (kondisi meninggal) dibawa ke RSUD Ngawi," kata Argowiyono dikutip dari kanal YouTube METRO TV.
Dia menyebut sementara ini 18 orang yang tercatat menjadi korban.
"Data jumlah korban awal ada 15 orang luka-luka kemudian 2 meninggal dunia di lokasi, 1 meninggal saat menuju rumah sakit."
"Korban luka ada di dua rumah sakit, Rumah Sakit Geneng yang terdekat dari lokasi kejadian dan sebagian ada dibawa ke RSUD Ngawi," katanya.
Baca: Dampak Kecelakaan KA Brantas, Kendaraan Ini Dilarang Melintas Permanen di Jalan Madukoro Semarang
Dia mengatakan Polres Ngawi belum bisa menyimpulkan penyebab kecelakaan itu.
"Kita masih lakukan pemeriksaan, sementara kita hanya bisa menyampaikan benar terjadi kejadian sekitar pukul 05.40 WIB. Akan kita update kembali," kata dia.
Kata dia, ke lokasi kejadian ditutup total. Pengguna jalan yang akan melintas diminta mengambil jalur alternatif.
"Tidak ada kemacetan, tapi yang pasti di lokasi masih kita sterilkan karena banyak masyarakat yang melihat,"
"Bus segera kita evakuasi dengan alat berat," ujar Argowiyono
Sri Utami, warga asal Kertosono, Nganjuk, yang menjadi penumpang bus Sugeng Rahayu mengungkapkan kesaksiannya.
Ketika kecelakaan itu terjadi, dia naik bus bersama dengan suaminya yang bernama Sutarjan. Keduanya hanya mengalami luka ringan.
Baca: Sebuah Keajaiban, 4 Bocah yang Hilang 40 Hari Usai Kecelakaan Pesawat Ditemukan Masih Hidup di Hutan
Mereka mengaku sedang tidur saat peristiwa itu terjadi.
"Tadi tidur, bangun-bangun sudah (kecelakaan)," kata Sri Utami.
Kata dia, setelah bangun, dia kaget mendapati bus sudah dalam kondisi ringsek. Bagian atas bus rusak.
Ia menuturkan saat terbangun, kondisi bus sudah ringsek, bagian atas bus sudah rusak.
"(Bagian) depannya juga sudah hancur," katanya.
"Turun-turun langsung menggigil. Kaget, namanya bagun tidur."
Sri Utami dan Sutarjan mengatakan duduk di bangku sebelah kiri nomor 5.
Baca: Mengenal Sosok Difarina Indra, Pedangdut Asal Tuban Kecelakaan di Tol Jombang, Begini Kondisinya
Baca berita lain tentang kecelakaan bus Sugeng Rahayu di sini.