Kini mulai terungkap korban lain yang berhasil selamat dari keganasan Praka Riswandi.
Dilansir dari TribunnewsBogor.com, selain Imam Masykur, Praka RM juga menculik satu korban lagi.
Namun korban tersebut berbeda nasib dengan Imam.
Ia lolos dari maut karena dilepaskan oleh Praka RM di tengah jalan.
Hal itu lantaran korban tersebut membuat Praka RM dan teman-temannya ketakutan.
Baca: Rekam Jejak Arist Merdeka Sirait, Aktivis Pembela Anak, Pernah Bersebrangan dengan Kak Seto
Imam dan korban selamat, H, diculik secara bersamaan pada 12 Agustus 2023.
Saat itu Praka RM bersama dua anggota lainnya mendatangi toko kosmetik milik Imam di Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten.
Mereka datang sekitar pukul 20.00 WIB.
Pada kedatangannya itu, Praka RM dan temannya mengaku sebagai aparat kepolisian.
Saat itu Imam Masykur sedang shalat di masjid, dan proses penangkapan disaksikan oleh warga setempat.
Untuk menjalankan aksinya, Praka RM membawa map yang ia klaim sebagai surat penangkapan terhadap Imam.
Mereka membuat skenario seolah-olah hendak membawa Iman dengan tuduhan sebagai pedagang obat-obatan ilegal.
Selesai melaksanakan shalat, Imam langsung dimasukkan ke dalam mobil oleh ketiga oknum TNI tersebut.
Mobil yang digunakan dikendarai oleh kakak ipar Praka RM, yakni Zulhadi Satria Saputra alias MS, yang merupakan warga sipil.
Rupanya dalam penculikan itu Imam tak sendiri.
Ia diculik bersamaan dengan H.
Baca: Profil Wahyu Dian Silviani, Dosen Muda UIN Surakarta yang Tewas Dibunuh, Ternyata Lulusan Australia
Imam dan H sama-sama disiksa oleh ketiga oknum TNI tersebut selama di perjalanan.
Para pelaku juga menghubungi keluarga korban dan mengirim video penganiayaan melalui ponsel korban.
Mereka lantas meminta uang tebusan Rp 50 juta.
Namun di tengah perjalanan, para oknum TNI itu justru melepaskan H di sekitar tol Cikeas.
"Korban napasnya sudah agak sesak. Karena ketakutan akhirnya yang satu dilepas," kata Komandan Polisi Militer Kodam Jaya Kolonel CPM Irsyad Hamdie Bey Anwar.
Baca: Begini Motif yang Digunakan Praka Riswandi Manik untuk Nyulik Imam: Pura-pura Jadi Aparat Polisi
Rupanya korban selamat dalam penculikan tersebut adalah teman dari Imam.
H dan Imam sama-sama bekerja di toko kosmetik yang sama.
Bahkan keduanya sama-sama berasal dari Aceh.
"Mereka memang tidak mengenal detail korban, tapi mereka mengetahui korban ini anggota komunitas orang-orang Aceh," kata Irsyad lagi.
Meski tidak saling mengenal, namun para pelaku sudah memantau korban dari komunitas yang menaungi mereka.
"Jadi tahu apa kegiatannya mereka tahu, sehingga mereka melakukan kejahatan tersebut. Komunitas orang penjual kosmetik," beber Kolonel CPM Irsyad.
Meski begitu, ia masih mendalami jenis obat apa yang dijual oleh Imam Masykur di toko kosmetiknya tersebut.
"Kami dalami lagi korban ini apa saja jualan obat terlarangnya. Masih dalam tahap penyelidikan," ungkapnya lagi.
Untuk mengungkap kasus ini, pihaknya juga telah memeriksa delapan orang saksi.
Di antarannya keluarga, korban selamat, dan warga sekitar toko kosmetik. (*)