Alasan dan Motif Praka RM cs Culik-Bunuh Imam Masykur Warga Aceh: Peras Korban Jual Obat Terlarang

Penulis: Rakli Almughni
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Praka RM atau Riswandi Manik, Praka J, dan Praka HS (dari kiri ke kanan), tiga anggota TNI tersangka penculik dan pembunuh warga Aceh, Imam Masykur.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Terungkap alasan dan motif oknum anggota Paspampres bernama Praka Riswandi Manik alias Praka RM cs nekat menculik dan membunuh warga Aceh bernama Imam Masykur (25).

Dalam kasus ini, Praka Riswandi Manik tidak menjalankan aksinya sendirian.

Ia dibantu oleh dua oknum anggota TNI berinisial Praka J dan Praka HS, dan tiga warga sipil yang salah satunya adalah kakak ipar dari Praka RM.

Para oknum anggota TNI tersebut semuanya berasal dari Aceh.

Korban yang diculik pun ternyata tidak hanya Imam Masykur.

Ada satu orang lagi yang diculik oleh Praka RM cs, tetapi kemudian dilepas oleh mereka.

Motif utama Praka Riswandi dan kawan-kawannya menculik dan menyiksa Imam Masykur adalah demi mendapat keuntungan.

Yuni Mauliza dan Imam Masykur (Kolase TribunnewsWiki/TikTok/IST)

Baca: KANDAS Rencana Yuni Mauliza Nikah dengan Imam Masykur Warga Aceh Dibunuh Paspampres: Kita Tak Jodoh

Baca: Jadwal Siaran TV Indonesia vs Turkmenistan FIFA Matchday September 2023, Ini Daftar 24 Pemain Garuda

Ketiga prajurit TNI itu sudah mengetahui bahwa Imam Masykur menjual obat-obatan ilegal.

Karena tahu Imam Maskur menjual obat-obatan terlarang, mereka kemudian menculik dan memeras korban.

Praka RM, J, dan HS mengaku menjadi polisi sehingga bisa menculik dan memeras Imam.

"Dia sudah mengetahui kalau kelompok ini penjual obat-obatan itu, dan kalau dia diculik, diperas, dia cenderung tidak lapor dengan kepolisian," kata Danpomdam Jaya Kolonel CPM Irsyad Hamdie Bey Anwar.

"Jadi pura-pura jadi polisi bodong, tangkap, terus meminta sejumlah uang buat ditebus," imbuhnya.

Kolonel Irsyad menilai, penculikan dan penyiksaan terhadap korban itu kelewatan sehingga menyebabkan korban tewas.

"Namun pelaksanaannya mungkin kelewatan sehingga menyebabkan meninggal itu aja simpel," papar dia.

Baca: KESEHARIAN Imam Masykur yang Dibunuh Praka RM Paspampres: Jual Kosmetik dan Obat-obatan di Tangerang

Baca: Inter Miami vs Nashville SC di MLS: Jadwal, Prediksi Skor & Susunan Pemain, TV Live Streaming

Jenazah Imam Masykur ditemukan warga di Sungai Citarum, tepatnya di Bendungan POJ Curug, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang.

RSUD Karawang menerima jenazah dari Polres Karawang pada 15 Agustus 2023 dan kemudian diserahkan ke Polda Metro Jaya dan Pomdam Jaya pada 22 Agustus 2023.

Imam Masykur Pernah Ditangkap Lalu Dibebaskan

Imam Masykur ternyata pernah ditangkap karena menjual obat-obatan ilegal.

Ia menjual obat-obatan ilegal dengan kedok toko kosmetik di Jalan Sandratek, RT 02 RW 06, Kelurahan Rempoa, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan.

Sarip Marjaya, Ketua RT setempat, menjelaskan bahwa warga Aceh yang tewas dibunuh oknum Paspampres itu sempat ditangkap lantaran menjual obat terlarang di toko kosmetik tersebut.

"Iya sempat ditangkap sebelum kejadian kemarin (penculikan Imam oleh oknum Paspampres). Kebetulan yang punya kontrakan saya panggil, tolong yang ngontrak itu tanyain," kata Sarip kepada wartawan, Senin 28 Agustus 2023, dikutip dari Kompas.com.

Sarip menduga, toko kosmetik yang dijaga Imam itu memang hanya kedok saja untuk menjual obat-obatan ilegal.

Baca: SOSOK Praka Riswandi Manik, Anggota Paspampres Bunuh Imam Masykur Warga Aceh, Terancam Hukuman Mati

Baca: Jadwal Siaran Timnas Indonesia U-23 vs China Taipei Piala Asia di Manahan Solo, Tayang TV Mana?

"Ini keliatannya kosmetik itu hanya kamuflase," ucap Sarip.

Dalam kesempatan terpisah, seorang pedagang berinsial B (40) mengungkapkan hal serupa.

Menurut dia, Imam Maskur pernah ditangkap dua bulan yang lalu.

Akan tetapi, Imam kemudian dibebaskan.

"Setahu saya waktu kejadian pertama, warung itu diciduk, selang dua bulan yang kemarin. Tapi besoknya sudah buka. Enggak tahu saya oknum mana yang tangkap," ucap dia.

Meski demikian, B enggan mengungkapkan secara terperinci mengenai produk apa yang dijual oleh Imam itu.

Tetapi, ia hanya menegaskan bahwa para pelanggan di toko kosmetik Imam itu rata-rata pengamen hingga tukang parkir.

"Kalau itu saya enggak terlalu ini ya... Tapi saya suka merhatiin kalau yang sering ke situ anak-anak pengamen dan tukang parkir," tandasnya.

(tribunnewswiki.com/kompas.com)

Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini



Penulis: Rakli Almughni
BERITA TERKAIT

Berita Populer