Meski 'Dikeroyok', Ganjar Disebut Masih Mungkin Menang Pilpres, Pengamat Ungkap Syaratnya

Editor: Febri Ady Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pengamat politik Ray Rangkuti menganggap Ganjar Pranowo yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) masih mungkin menang dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 meski "dikeroyok" lawan.

Kata Ray, kemenangan Ganjar itu masih sangat mungkin jika dia bisa memenuhi beberapa syarat.

Pertama, Ganjar bisa mendapatkan calon wakil presiden (cawapres) yang dapat menaikkan jumlah suaranya.

"Khususnya kalangan masyarakat kecil dan nahdhiyin," kata Ray, Jumat, (18/8/2023), dikutip dari Tribunnews.

Kemudian, sosok Ganjar dikembalikan sebagai sosok yang dekat dengan rakyat.

"Bukan milik partai apalagi petugasnya," kata pendiri LSM Lingkar Madani itu.

Dia menganggap Prabowo Subianto yang diusung oleh Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) kurang dekat dengan kalangan rakyat kecil.

Baca: Gibran Masuk Kandidat Cawapres Prabowo & Ganjar, Elite Gerindra & PDIP Buka Suara

Baca: Koalisi Prabowo Besar, Ganjar Dikeroyok, PDIP: Justru Munculkan Solidaritas Rakyat Bantu Ganjar

Bakal Calon Presiden Ganjar Pranowo hadir dalam pertemuan antara Plt Ketum PPP Muhamad Mardiono dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Kantor PDIP Jalan Diponegoro, Jakarta, Minggu, (30/4/2023). (Tribunnews.com/Taufik)

Kata dia, Ganjar masih sangat mungkin menang apabila asosiasi Prabowo dan Jokowi memudar.

"Bisa disebabkan mulai berkurangnya intensitas pertemuan Prabowo-Jokowi atau memang ada upaya memisahkan asosiasi itu terjadi," katanya.

Kemudian, yang terakhir ialah blunder yang dilakukan Ganjar berkurang.

"Salah satu faktor stagnansi suara Ganjar justru disumbangkan oleh blunder-blunder yang dilakukannya."

PDIP singgung "pengeroyokan" Ganjar

Ganjar terlihat seperti "dikeroyok" setelah Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN) menyatakan dukungan kepada Prabowo sebagai bakal calon presiden.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menanggapi hal itu dan mengatakan pihaknya terus menganalisis perkembangan peta politik baru-baru ini. Dia menyebut Ganjar yang saat ini "dikeroyok" justru memunculkan solidaritas rakyat.

"Memang dengan kondisi Pak Ganjar 'dikeroyok' ini, justru munculkan suatu solidaritas rakyat bantu Pak Ganjar," kata Hasto setelah upacara peringatan HUT kemerdekaan ke-78 RI di Sekolah Partai Lenteng Agung, Jakarta, Kamis, (17/8/2023), dikutip dari Tribunnews.

Baca: Golkar & PAN Masuk Koalisi Prabowo, Ganjar Yakin Itu Bukan Tanda Jokowi Dukung Prabowo

Baca: Prabowo Sebut Perindo Sempat Dukung Dia, lalu Pindah Dukung Ganjar, Apa Alasannya?

Rapuhnya koalisi Ganjar

Persoalan internal melanda koalisi pendukung Ganjar. Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah mempersilakan PPP keluar dari koalisi jika Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PPP Sandiaga Uno tak menjadi cawapres yang mendampingi Ganjar.

"Monggo (silakan), lagi-lagi kan bagi PDI Perjuangan kerja sama politik itu dasarnya harus kesukarelaan. Harus kesukarelaan tidak boleh ada paksaan, apalagi ada ancaman, dan lain sebagainya," ujar Basarah di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, (14/8/2023).

Dia berujar kerja sama politik dilakukan tanpa landasan kesukarelaan bakal berjalan sulit.

Kata Basarah, semua nama yang masuk dalam bursa cawapres Ganjar mempunyai peluang yang sama, termasuk Sandiaga.

Sandiaga turut buka suara perihal penentuan cawapres Ganjar. Dia mengatakan mendampingi capres adalah tugas yang begitu berat.

"Saya justru memikirkan bagaimana kalau digandeng oleh PDIP untuk menjadi wakil Pak Ganjar, karena tugasnya sangat berat, tugasnya meyakinkan masyarakat bagaimana memilih sebuah gagasan yang berpihak kepada anak-anak muda," kata Sandiaga di Kemenparekraf, Gambir, Jakarta Pusat, Senin, (14/8/2023).

"Memilih sebuah gagasan yang berpihak kepada harga-harga murah, memilih sebuah gagasan yang mengedepankan persatuan, bukan pernyataan-pernyataan yang saling menjatuhkan. Ini yang menjadi tugas saya."

Baca: Disindir & Disebut Gubernur Gagal oleh Rocky Gerung, Ganjar Akhirnya Buka Suara

Sosok cawapres Ganjar

Ketua DPP PDIP Puan Maharani mengatakan partainya membuka peluang cawapres Ganjar berasal dari partai politik atau koalisi partai di luar PDIP.

"Bisa jadi. Lihat saja," ujar Puan di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, (16/8/2023).

Puan enggan berbicara banyak tentang sosok cawapres Ganjar. Sebelumnya, dia mengungkapkan beberapa sosok yang masuk dalam bursa pendamping Ganjar, di antaranya Menko Polhukam Mahfud MD, mantan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, Menparekraf Sandiaga Uno.

Sementara itu, Hasto mengatakan cawapres pendamping Ganjar Pranowo harus memiliki rekam jejak yang bagus.

"Yang jelas yang dicari itu yang punya track record yang bagus," kata Hasto di Ciawi, Bogor, Selasa, (15/8/2023).

Baca: PAN Sebut jika Ganjar atau Prabowo Ingin Menang, Jadikan Erick Thohir Cawapres

Kata Hasto, pihaknya mencari sosok dengan karakter kepemimpinan yang baik dan bisa mendorong pergerakan rakyat.

"Yang mendorong program pangan untuk rakyat, bukan dengan alasan pangan untuk rakyat tetapi malah dikorupsi oleh teman-temannya, bukan seperti itu."

"Karena ketika Pak Ganjar turun, itu rakyat berbondong-bondong datang dan inilah yang jadi kekuatan terpenting," katanya.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Pilpres 2024 di sini.



Editor: Febri Ady Prasetyo
BERITA TERKAIT

Berita Populer