Hal ini lantaran kabar dirinya dicoret dari paskibraka nasional H-2 pemusatan padahala berprestasi di bidang Paskibra.
Lantas siapa Fabian alvaro ?
Berikut Tribunnewswiki rangkum terkait sosok Fabian Alvaro yang perlu kamu ketahui.
Fabian Alvaro mempunyai nama lengkap Muhammad Fabian Alvaro.
Siswa yang berusia 16 tahun ini gagal menjadi Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Nasional.
Fabian Alvaro merupakan siswa kelas XI SMA Al Azhar 14 Semarang.
Baca: Kronologi Siswi Ternate Batal Jadi Paskibraka, Ada Kejanggalan Nama Diganti H-2 Sebelum ke Jakarta
Baca: Inilah Daftar 68 Nama Paskibraka Nasional 2021
Namanya dicoret dari daftar calon Paskibraka Nasional h-2 menjelang pemusatan dan karantina di Jakarta.
Impaksi gigi menjadi alasan Fabian tak bisa menjadi petugas upacara di Jakarta bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Lantas siapakah sosok Muhammad Fabian Alvaro?
Fabian Alvaro merupakan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Al Azhar 14 Semarang, Jawa Tengah.
Di sekolahnya, Fabian Alvaro dikenal sebagai siswa yang cukup berprestasi di bidang paskibra.
Dia terpilih dan mendapatkan ranking pertama paskibra baik tingkat kota maupun provinsi, mengutip Kompas.com.
Dari situlah Fabian Alvaro bertekad untuk mengekuti seleksi Calon Paskibraka Nasional (Capanas).
Namun, Fabian Alvaro harus mengubur harapannya untuk mengibarkan bendera merah putih di depan Jokowi.
Hal itu karena namanya tiba-tiba dicoret dari daftar calon Paskibraka Nasional.
Padahal, sebelumnya, Fabian Alvaro sudah dinyatakan lolos seleksi di level Provinsi Jawa Tengah.
Muhammad Fabian Alvaro, siswa kelas XI SMA Al Azhar 14 Semarang menolak bertugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Provinsi Jawa Tengah.
Berdasarkan Surat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 427.2./1340 tertanggal 20 Juli 2023, Fabian Alvaro dinyatakan tidak memenuhi standar Capaska Pusat, namun lulus standar Capaska Provinsi.
Menurut Dewi Yuniarti, Ibunda Fabian Alvaro, anaknya menolak penunjukan tersebut.
Adapun alasan penolakan ialah Fabian Alvaro tak ingin ada anak yang mengalami nasib seperti dirinya bila ia masuk dalam Capaska Provinsi Jawa Tengah.
"Betul anak saya tidak ingin masuk sebagai Capaska Provinsi Jawa Tengah karena tak ingin ada anak yang gugur sebagai Capaska ketika dia masuk dalam tim," ujarnya saat dihubungi Tribun Jateng, Rabu (26/7/2023).
Meski demikian, Dewi mengaku hingga saat ini ia masih memperjuangkan kejelasan alasan pembatalan status putranya tersebut.
Ia mengaku hari ini telah melakukan pemeriksaan gigi dan rontgen di Rumah Sakit Bhayangkara Semarang pukul 10.00.
Berdasarkan pemeriksaan dokter, dinyatakan tidak terdapat impaksi gigi.
Selanjutnya ia tengah menunggu hasil rontgen untuk memastikan adanya skoliosis pada Fabian.
"Alhamdulillah untuk pemeriksaan gigi di RS Bhayangkara Fabian tidak ada impaksi gigi, seperti yang dinyatakan pihak BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, red) untuk impaksi anak kami nihil," terang Dewi.
Menurutnya, saat di rontgen di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto Jakarta menyatakan Fabian tampak gambaran kelainan tulang belakang.
Saat pemeriksaan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tugurejo Semarang terdapat gambaran skoliosis 9,9 derajat, tapi nilai tersebut dinyatakan masih dalam batas wajar atau masih bisa ditoleransi sehingga Fabian dinyatakan sehat dan layak untuk diberangkatkan sebagai Capaska mewakili Jawa Tengah.
Saat di RSPAD Gatot Subroto Jakarta dilakukan rontgen ulang berdasarkan data rontgen Fabian, tetapi pada saat dilakukan rontgen ulang disimpulkan tidak tampak nyata gambaran skoliosis.
"Sehingga RSPAD Gatot Subroto menyatakan suspek pseudoskoliosis," tegas Dewi.
Sebagai orang tua, Dewi menyatakan bila ingin adil seharusnya data hasil rontgen diperlihatkan dan bila perlu diadakan rontgen ulang dengan Capaska terpilih yang menggantikan Fabian.
Sebagai informasi Fabian sedianya menjadi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) Pusat terpilih mewakili Provinsi Jawa Tengah untuk mengikuti Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Capaska Tingkat Pusat di Taman Rekreasi Wiladatika, Jalan Jambore Nomor 1, Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat mulai Kamis (20/7/2023) hingga Rabu (23/8/2023).
Namun 2 hari jelang keberangkatannya, ia bersama 9 Capaska Provinsi Jawa Tengah lain mendapatkan surat untuk menjalani pemeriksaan kesehatan di RSPAD Gatot Subroto.
Status terpilihnya Fabian dianulir dengan hasil analisa Medical Check Up yang menyatakan temuan kelainan impaksi gigi, tulang belakang skoliosis 9,9 derajat dari RS Tugurejo.
Sedangkan dari RSPAD menyatakan tidak nampak kelainan pada tulang vertebrata.
tidak tampak nyata gambaran skoliosis pada thoracolumbar.
Fabian dinyatakan suspek pseudo skoliosis karena positioning kurang optimal.
Dari hasil data seleksi kesehatan, temuan kelainan, dan analisa hasil MCU menyatakan standar Capaska Pusat tidak boleh ada impaksi gigi, tidak boleh ada skoliosis, dan Muhammad Fabian Alvaro tidak masuk standar kesehatan Capaska Pusat dan masih masuk standar Capaska Provinsi.
Dewi Yuniarti tampak kecewa dengan keputusan pembatalan anaknya, Fabian menjadi Paskibraka Nasional.
Muhammad Fabian Alvaro, siswa SMA Al Azhar 14 Semarang sedianya mewakili Jawa Tengah sebagai Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Nasional (Capasnas).
Berdasarkan Surat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 427.2/1340 tertanggal 20 Juli 2023 ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Sumarno, S.E., M.M., menyatakan namanya tidak lolos mewakili Provinsi Jawa Tengah ke Tingkat Pusat.
Diceritakan oleh Dewi Yuniarti, ibunda Fabian bahwa putranya telah mengikuti seleksi tingkat kota sejak Februari 2023.
Pada seleksi tersebut dilakukan tes jasmani, baris-berbaris, bakat minat, kemudian dilakukan tes di tingkat Provinsi Jawa Tengah pada Rabu-Kamis (15-16/5/2023) di Plaza Hotel Jalan Setiabudi Kota Semarang.
"Dari tes itu dinyatakan Fabian dan satu lagi siswi dari Kabupaten Semarang terpilih mewakili Jawa Tengah, berikut sepasang Capasnas cadangan," ungkap Dewi saat dihubungi Tribun Jateng pada Sabtu (22/7/2023).
Putusan tersebut berdasarkan Surat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah bernomor 427.2/660 tertanggal 22 Mei 2023 ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Sumarno, S.E., M.M.
Sepekan setelah pengumuman tersebut, 4 orang terpilih, yakni Muhammad Fabian Alvaro dari Kota Semarang, Umu Kaltsum Nur Azizatin Soe Citraning Ratu dari Kabupaten Semarang sebagai Capaska terpilih, dan Ridho Imani dari Kabupaten Magelang dan Yustisie Chelsea Awanda dari Kota Magelang sebagai Capaska cadangan menjalani medical check up (MCU).
Pelaksanaan MCU bagi Capaska dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Adhyatma, MPH Tugurejo atau RSUD Jawa Tengah.
"Hasil MCU hanya diberitahukan bahwa 2 pasangan Capaska sehat, tapi tidak diketahui hasilnya. Hanya dijadikan acuan bahwa anak ini layak," ujar Dewi.
Sesuai dengan rencana akan dilaksanakannya pemberangkatan Pemusatan Diklat di Jakarta selama sebulan pada Sabtu (15/7/2023), tiba-tiba diumumkan pemanggilan seleksi ulang Capasnas.
Pemanggilan tersebut dicantumkan dalam Surat Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI Nomor 1496/PE/07/2023/D5 mengenai Calon Paskibraka Tingkat Pusat Tahun 2023 Tanggal 10 Juli 2023.
Surat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 427.2/1256 mengenai Pengiriman Capaskibraka Jawa Tengah Tahun 2023 Tanggal 13 Juli 2023.
Dalam surat tersebut disebutkan 5 putra terbaik Jawa Tengah, yakni Muhammad Fabian Alvaro dari Kota Semarang, Ridho Amani dari Kabupaten Kendal, Fardhan Fahri Kamal dari Kabupaten Cilacap, Bismo Suryo Darmawan dari Kabupaten Sukoharjo, dan Pramudya Fachri Maulana dari Kabupaten Banyumas.
Dan 5 putri terbaik Jawa Tengah yakni Umu Kultsum Nur Azizatin Soe Citraning dari Kabupaten Semarang, Lintang Gaisha dari Kabupaten Wonosobo, Farah Biananda Sahara dari Kabupaten Banjarnegara, Arimbi Fawnia Mukti dari Kabupaten Purbalingga, dan Yustisie Chelsea Awanda dari Kota Magelang.
Sejumlah 10 orang ini bersama-sama berangkat ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto Jakarta.
Menurut Dewi, sejak awal pengumuman dan Surat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah bernomor 427.2/660 tertanggal 22 Mei 2023, ia sudah yakin anaknya akan berangkat sebagai Capaska Nasional.
Ia pun sudah menyiapkan fisik, mental, hingga peralatan bagi sang buah hati menjalani masa Diklat sebulan.
"Bahkan selama menunggu masa karantina, kami mengirimkan daily activity sebagai laporan karena sudah yakin akan bahwa anak kami yang terpilih sebagai Capaska," ungkapnya.
Dari seleksi tingkat provinsi yang meloloskan 4 orang, kemudian secara tiba-tiba dilakukan pemeriksaan kesehatan untuk 10 orang perwakilan Jawa Tengah 2 hari sebelum waktu keberangkatan karantina.
Kemudian secara bertahap ia menerima surat dari BPIP RI Nomor 2900/PE/07/2023/D5 tertanggal 18 Juli 2023 yang menyatakan putranya tidak lolos Capaska Nasional namun dikembalikan ke provinsi.
Berdasarkan surat dari BPIP RI Nomor 1584/PE/07/2023/D5 tertanggal 18 Juli 2023 menyatakan hasil penilaian tes PBB, kesamaptaan, dan kepribadian Capaska, Fabian mendapatkan nilai akhir 82.
Sementara berdasarkan lampiran surat yang sama untuk data MCU, ia diperiksa oleh RS Tugurejo Jawa Tengah, RSPAD, dan Analisa Tim Ahli menyatakan temuan kelainan dalam hasil MCU yakni impaksi gigi, tulang belakang scoliosis 9,9 derajat dari RS Tugurejo.
Sementara dari RSPAD menyatakan tidak nampak kelainan pada tulang vertebra.
Tim ahli radiologis menyatakan tidak tampak nyata gambaran skoliosis pada thoracolumbal.
Dugaan adanya pseudo skoliosis karena positioning kurang optimal.
Berdasarkan MCU, Fabian darah normal, urin normal, USG abdomen normal, pemeriksaan dokter bedah dan ortonormal, negatif napza, jantung normal, paru normal, Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) atau tes psikologis normal.
Sementara analisa hasil MCU berdasarkan kesesuaian dengan juknis ialah standar Capaska pusat tidak boleh ada impaksi gigi, tidak boleh ada skoliosis, dan Muhammad Fabian Alvaro tidak masuk standar kesehatan Capaska Pusat, masih masuk standar Capaska Provinsi.
Menanggapi hal tersebut, Dewi sebagai ibu dan seorang dokter menyatakan ia memahami riwayat kesehatan anaknya.
"Tapi juga sejauh ini saya belum mendapat hasil pemeriksaan standar dan sejauh saya tahu tidak mendeteksi ada impaksi gigi atau tidak," akunya.
Dewi berencana Senin akan mengecek rekam medis RSUD Tugurejo.
Terpisah Kepala SMA Al Azhar 14 Kota Semarang, Arie Hendrawan, S.Pd., M.Sos., menyatakan pihak sekolah mengetahui Fabian mengikuti seleksi Capaska sesuai prosedur.
"Kami mengetahui Fabian telah mengikuti seleksi Paskibraka sesuai prosedur, dari mulai tingkat kota ke tingkat provinsi," ujarnya.
Arie menambahkan, hasilnya adalah tercantum pada surat yang telah dikirimkan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah.
Selanjutnya, pasca pengumuman tersebut, setiap hari dari yang ia pantau melalui akun Instagram Fabian, juga terus berlatih secara fisik dan baris berbaris.
Latihan tersebut untuk persiapan pendidikan dan pelatihan Capaska.
"Meskipun, pada akhirnya batal terpilih," ujarnya.
Artikel ini telah tayang di TRIBUNNEWS dan TRIBUN JATENG dengan judul Sosok Fabian Alvaro, Dicoret dari Paskibraka Nasional H-2 Pemusatan, Berprestasi di Bidang Paskibra dan Bijaknya Fabian Alvaro Tolak Tugas Paskibra Jawa Tengah, Karena Tak Ingin Anak Lain Bernasib Sama