PKB Digoda PDIP agar Berkoalisi, Gerindra Tak Ambil Pusing & Tetap Percayai PKB

Editor: Febri Ady Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar berpose menggunakan pakaian adat Jawa Tengah, dalam acara Harlah ke-21 PKB di Halaman Gedung DPP PKB, Jl. Raden Saleh No. 9, Jakarta Pusat (23/07/2019)

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menggoda Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) agar berkoalisi pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Dalam acara peringatan hari lahir ke-25 PKB di Stadion Manahan, Kota Surakarta, Minggu, (23/7/2023), Ketua DPP PDIP Puan Maharani menyebut bahwa Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin masuk dalam daftar bakal calon wakil presiden (cawapres) pendamping Ganjar Prabowo.

Puan ingin PKB bergabung dengan koalisi yang dibangun PDIP untuk mendukung Ganjar yang sudah dideklarasikan sebagai bakal calon presiden (capres).

"Kami berharap walaupun PKB sudah berkoalisi sama Partai Gerindra, saya masih berharap insyaallah PKB bisa sama PDIP," ujar Puan dikutip dari Tribunnews.

Menurut Puan, PDIP dan PKB memiliki kedekatan, bahkan PDIP sudah seperti saudara PKB.

"Dari dulu PDIP dengan PKB itu seperti saudara. Kita selalu bersilaturahmi, mencocokkan visi dan misinya, sudah sejak dulu waktu Bung Karno-lah dengan NU.

Baca: Sebut Prabowo 2 Kali Kalah Pilpres karena Salah Pilih Cawapres, PKB Minta Dia Pilih Tokoh NU

Ketua Umup PKB periode 2019-2024,Gus Muhaimin, ketika memberikan prakata dalam Muktamar PKB di Hotel Westin Nusa Dua Bali, (20/08/2019) (Instagram @dpp_pkb)

Senada dengan Puan, Cak Imin juga mengakui bahwa partainya dekat dengan PDIP. Dia menyebut kedua partai itu seperti menempel.

"Nempel, bukan hanya deket, nempel," kata Cak Imin.

Namun, Cak Imin mengatakan takdirlah yang bakal menentukan apakah keduanya bisa berkoalisi lagi.

"Itu takdir yang akan menentukan."

"Sepuluh tahun, lima belas tahun, dua puluh tahun sama PDIP tenang," ucap Cak Imin.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid, percaya bahwa Puan tak memberikan harapan palsu dalam pernyataannya.

"Saya yakin pernyataan Mbak Puan bukan PHP. Ini angin segar, kami hormati dan apresiasi," kata Jazilul Fawaid, Senin, (24/7/2023), dikutip dari Tribunnews.

Baca: Gerindra & PKB Libatkan Jokowi dalam Diskusi Cawapres Prabowo, Pengamat: Bukan Cawe-Cawe

Akan tetapi, Jazilul juga berujar bahwa Cak Imin tengah menuntaskan takdirnya bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

PKB dan Gerindra sudah membentuk Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) selama 11 bulan belakangan.

"Ya, Kita cuma berusaha maksimal, sebab kami tidak dapat menentukan jalannya takdir," kata Jazilul.

"Saya berpandangan, baiat kader di lapangan Manahan sudah clean and clear, bahwa Gus Imin harus masuk dalam kertas suara Pilpres 2024."

Dia menyebut PKB bakal berkoalisi dengan partai mana pun asalkan Cak Imin menjadi capres atau cawapres.

"Itulah yang jadi syarat untuk berjuang bersama PKB."

Gerindra tak ambil pusing

Di sisi lain, Gerindra tak ambil pusing dengan masuknya Cak Imin ke dalam bursa cawapres pendamping Ganjar. Di samping itu, Gerindra meyakini bahwa hubungannya dengan PKB baik-baik saja sehingga Cak Imin tak akan membelot ke koalisi PDIP.

"Insyaallah tidak (khawatir) karena hubungan kami dengan PKB personalnya bagus, institusionalnya bagus, organisasinya bagus, di antara ketua umum, sekjen, masing-masing personel juga bagus," kata Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani Muzani, ketika berkunjung ke markas DPP Partai Bulan Bintang (PBB), Jakarta Selatan, Senin, (24/7/2023).

"Di antara ketua umum sekjen dan masing-masing personal juga cukup bagus. Insyaallah cukup bagus. Saling mempercayai."

Baca: Lagi, PKB Tegaskan Cak Imin Harus Jadi Capres atau Cawapres: Sedang Dipingit

Muzani juga berujar bahwa pihaknya terus menjaga soliditas dengan PKB. Salah satunya diperlihatkan dengan hadirnya Prabowo pada acara PKB di Solo kemarin.

"Ya kehadiran Pak Prabowo (di harlah PKB) kemarin di Solo, kemudian kedatangan Pak Muhaimin beberapa kali ke tempat Pak Prabowo itu bagian dari cara kita merawat hubungan satu sama lain, bagaimana kepercayaan itu harus dibangun antara Gerindra dan PKB."

Dia mengklaim persoalan capres dan cawapres koalisi Gerindra-PKB diserahkan kepada ketua umum masing-masing.

"Loh kan saya tadi mengatakan kans paling utama untuk mendampingi pak Prabowo namanya Abdul Muhaimin Iskandar," kata Muzani.

Kata Muzani, jika PKB menyodorkan nama Cak Imin sebagai cawapres, itu adalah hal yang wajar karena dia memang punya peluang untuk mendampingi Prabowo.

"Lah sekarang yang sudah menandatangani kerja sama politik namanya PKB. Kalau PKB menyodorkan Abdul Muhaimin Iskandar ketum partainya menjadi cawapresnya Pak Prabowo sesuatu yang wajar. Karena itu kami mengatakan itu kans, itu aja," kata dia.

Baca: Terbaru, 18 Hasil Survei Elektabilitas Bakal Capres 2024, Mayoritas Sebut Prabowo Terkuat

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Pilpres 2024 di sini.

 



Editor: Febri Ady Prasetyo
BERITA TERKAIT

Berita Populer