Muncul Baliho Jokowi-Prabowo yang Kian Mesra, Sinyal Bahaya untuk PDIP?

Penulis: Ika Wahyuningsih
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Baliho bergambar Prabowo Subianto dan Jokowi tersebar di sejumlah titik di kota Solo dan pinggiran kota.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Masyarakat dikagetkan dengan kemunculan baliho bergambar Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto.

Baliho Jokowi-Prabowo ini tersebar di sejumlah titik di Indonesia dengan ragam tulisan di dalamnya.

Baliho tersebut juga nampak terpampang di Kota Solo.

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto menyebut baliho tersebut hanya terpasang di basis pemilih PDIP.

Oleh karenanya, menurutnya, itu hanya untuk memancing elektoral .

"Foto ada di basis daerah PDIP, tapi di daerah Sumatera Barat, Aceh, Jawa Barat itu enggak ada sedikit sekali bahkan Sumatera Barat praktis tidak ada," kata Hasto di Rumah Aspirasi Relawan Ganjar Pranowo di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Sabtu (8/7/2023) dikutip dari Tribunnews.

Baca: Pengamat Sebut Prabowo & Ganjar Berebut Relawan Jokowi, Pilpres 2024 Bakal Panas

Baca: Gerindra & PKB Libatkan Jokowi dalam Diskusi Cawapres Prabowo, Pengamat: Bukan Cawe-Cawe

"Jadi itu foto untuk memancing elektoral," tambahnya.

Hasto pun menegaskan, bahwa PDIP sangat kokoh ketika memilih pemimpin itu satu kesatuan bagaimana Presiden Jokowi telah meletakan dasar-dasar kemajuan untuk mencapai kemajuan yang sangat pesat bagi Indonesia Raya.

Tentu, tegas Hasto, kemajuan itu bakal diteruskan oleh bakal calon presiden (Bacapres) Ganjar Pranowo.

Bahkan, dia menyakini Ganjar bakal melanjutkan prmbangunan dengan cepat dan penuh spirit kemajuan bangsa.

Baliho Bacapres Gerindra Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo yang terpasang di Flyover Manahan. (Tribunsolo.com/Ahmad Syarifudin)

"Pak Ganjar melanjutkan kemajuan itu dengan speed dan stamina, kemudian pemahaman terhadap pentingnya teknologi untuk mempercepat kemajuan bangsa," jelas Hasto.

Termasuk, lanjut Hasto, bagaimana Ganjar telah berkomitmen dan menjabarkan bonus demografi, mencegah stunting secara nyata.

"Jadi kita lihat saja dengan prestasi-prestasi tentang kesesuaian antara Pak ganjar dengan Pak Jokowi," ungkap Hasto.

"Jadi spanduk, baliho itu kan demokrasi yang sifatnya artifisial bukan substansial,' jelas Hasto.

Projo Masih Wait and See

Relawan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakni Projo (Pro Jokowi) hingga kini belum mengambil sikap apakah mendukung Ganjar Pranowo atau Prabowo Subianto di Pilpres 2024.

Projo masih membuka peluang mendukung Prabowo Subianto, meskipun Jokowi dari PDIP yang notabene mengusung Ganjar Pranowo.

Para simpatisan Jokowi ini masih menunggu batas waktu pendaftaran capres cawapres.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Projo Budi Arie di Kantor DPP Projo, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (6/7/2023).

Baca: RINCIAN Gaji PNS Setelah Disetujui Naik oleh Jokowi, Nilai Tunjangan Kendaraan Capai Puluhan Juta

"Ya lihat saja (arahan dukungan) nanti pak Jokowi akan memerintahkan kami seperti apa," ujarnya.

Politikus PDIP sendiri sudah satu suara menyatakan bahwa Presiden Jokowi mendukung Ganjar, menurut Budi itu sah-sah saja.

"Ya nggak apa-apa orang mau bilang 100 persen nggak apa-apa, ada yang bilang 150 persen besok-besok juga nggak apa-apa," kata Budi Arie usai bertemu Relawan Prabowo.

Meski demikian, Projo tak mau buru-buru dalam menentukan sikap.

"Yang pasti kita percaya kalau kita pakai istilahnya lagu zaman dulu getar-getar asmara," imbuhnya.

Menurut Budi, pernyataan kader PDIP tersebut lumrah dilontarkan, terlebih yang menyatakan merupakan partai yang menaungi Jokowi.

Projo akan tetap mengikuti apa yang menjadi perintah dari Presiden Jokowi nantinya, mengingat sejauh ini pihaknya belum menyatakan dukungan kepada siapapun.

Belum diambilnya sikap mendukung capres, karena pendaftaran belum dilaksanakan.

Sejauh ini, pihaknya masih akan menunggu apa yang menjadi dinamika di dalam politik jelang pilpres 2024 tersebut.

"Kita masih menunggu nuansa masa pendaftaran, capreskan di bulan Oktober sampai November. Tunggu saja, mungkin dalam beberapa bulan ke depan nanti," ucapnya.

Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Nusyirwan Soejono memastikan jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendukung penuh bakal calon presiden (capres) Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.

Sebagai kader PDIP, Nusyirwan mengatakan wajar ketika Presiden Jokowi mendukung Gubernur Jawa Tengah itu.

"Oh sangat benar (Jokowi dukung penuh Ganjar). Kan Pak Jokowi kadernya PDIP, yang sebetulnya itu sudah wajar saja kalau Pak Jokowi memberikan dukungan penuh," kata Nusyirwan di sela-sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP Ke-III di kantor Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (6/6/2023).

Nusyirwan juga merespons kabar Presiden Jokowi mendukung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Pilpres 2024.

Baliho bergambar Prabowo Subianto dan Jokowi tersebar di sejumlah titik di kota Solo dan pinggiran kota. (TribunSolo.com / Andreas Chris)

Menurut mantan anggota DPR RI ini, dukungan Jokowi terhadap Prabowo hanyalah persepsi.

"Dukungan kepada Pak Prabowo itu kan hanya persepsi," ujarnya.

Pertemuan antara DPP Projo dengan Relawan Prabowo di Kantor DPP Projo, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (6/7/2023) (Tribunnew.com)
Nusyirwan juga mengungkapkan pesan Presiden Jokowi saat berpidato secara tertutup dalam Rakernas PDIP.

Dia menyebut bahwa Jokowi menyampaikan Ganjar memenuhi syarat sebagai presiden.

"Ya Pak Ganjar itu memenuhi syarat. Bahkan dia tegas menyatakan bahwa Pak Ganjar itu berani dan punya nyali. Berani dan punya nyali. Itu ditegaskan oleh Pak Jokowi," tegasnya.

Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Adi Prayitno menilai, kedekatan Presiden Jokowi dengan Prabowo Subianto tak terbantahkan.

Keduanya belakangan tampak kian mesra lewat sejumlah pertemuan empat mata.

Tak heran muncul persepsi bahwa Jokowi memberikan dukungan buat Ketua Umum Partai Gerindra itu sebagai capres di Pilpres 2024.

“Memang gestur politik Jokowi itu menandakan kedekatannya, misalnya dengan Prabowo Subianto," kata Adi kepada Kompas.com, Rabu (5/7/2023).

"Pertemuan-pertemuan yang penting, pertemuan yang intensif dilakukan, ditafsirkan sebagai bentuk endorsement dan dukungan politis,” imbuhnya.

“Inilah yang kemudian membuat kenapa Jokowi seringkali ditarik-tarik dan diseret-seret, diduga mendukung Prabowo Subianto, karena kan tanda-tandanya juga banyak,” tuturnya.

Pada saat bersamaan, kedekatan yang berujung pada isu dukungan Jokowi ke Prabowo itu berusaha ditepis oleh PDIP.

Elite partai banteng sampai berulang kali menegaskan bahwa dukungan Jokowi hanya ditujukan buat bakal capres PDIP, Ganjar Pranowo.

Baca: PREDIKSI Ganjar Pranowo: Calon yang akan Maju Pilpres 2024 Cuma 2 Orang, Sosok Ini akan Tersingkir ?

Baca: Sosok Ini Lebih Disukai Jadi Presiden oleh Pendukung Jokowi, Ketimbang Ganjar Pranowo dan Anies

Menurut Adi, PDIP tengah berupaya mengamputasi isu-isu liar yang berkembang.

Harapannya, meski Jokowi dekat dengan figur lain, dukungan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut tak ditarik ke kanan maupun ke kiri, atau tidak dikait-kaitkan dengan capres selain yang diusung PDIP.

“Dalam konteks ini sepertinya PDIP mulai tidak nyaman dan merasa terganggu dengan opini-opini dan asumsi itu bahwa Jokowi mendukung yang lain, karenanya PDIP menyatakan Jokowi tidak mungkin pindah ke lain hati pasti akan tegak lurus kepada PDIP,” kata Adi.

Menurut Adi, jika ditafsirkan secara awam, masyarakat umumnya akan berkeyakinan bahwa presiden bakal tegak lurus terhadap PDIP terkait dukungan capres Pemilu 2024.

Sebab, PDIP merupakan partai politik yang mengantarkan Jokowi dari Wali Kota Solo ke Gubernur DKI Jakarta, lantas ke kursi RI-1.

Namun demikian, kata Adi, hanya Jokowi yang tahu ke mana arah dukungan politiknya untuk Pemilu 2024 akan ditambatkan.

“Persisnya pilihan politik Jokowi itu ke siapa ya hanya Jokowi dan Tuhan saja yang tahu, selebihnya ya hanya menafsirkan saja,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, beredar kabar yang menyebutkan bahwa Jokowi mendukung pencapresan Prabowo pada Pemilu 2024.

Keduanya belakangan memang terlihat akrab. Sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo kerap mendampingi Jokowi dalam berbagai kunjungan kenegaraan.

Baru-baru ini, keduanya bertemu secara empat mata. Bahkan, selama Juni 2023 saja, Jokowi dan Prabowo sudah bertemu empat mata sebanyak tiga kali.

PDIP Harus Tegas

Sebelumnya, sejumlah baliho yang memapangkan gambar Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebar di sejumlah titik.

Baliho tersebut, salah satunya, bisa dijumpai di Kota Solo.

Di Kota Solo, baliho Prabowo-Jokowi dilengkapi dengan tulisan 'Untuk Indonesia Terus Maju'.

Selain di Solo, baliho itu di Kota Bandar Lampung.

Baliho di sana pun menampilkan tulisan yang berbeda.

Tulisan yang terpampang dalam baliho itu adalah '2024 Jatahnya Pak Prabowo' dan 'Prabowo Calon Presiden RI 2024-2029'.

Kehadiran sejumlah baliho itu mendapat respons dari Direktur Eksekutif Indostategic, Khoirul Umam.

Menurut Umam, kemunculan baliho Prabowo dan Jokowi menggambarkan kedekatan dua sosok tersebut.

Dimana hal itu merupakan strategi politik Prabowo untuk mengambil alih basis pemilih loyal Jokowi.

"Dengan memampang lebar statemen Jokowi bahwa '2024 adalah jatahnya Pak Prabowo'," kata Umam, Senin (3/7/2023) dikutip dari Tribunnews.

"Diakui atau tidak, strategi pendekatan Prabowo itu bisa secara efektif menggerus suara pendukung Ganjar dan PDIP," tambahnya.

Umam menilai langkah Prabowo dan Gerindra untuk mengkapitalisasi kedekatan dan dukungan Jokowi itu tidak lepas dari sikap diam dan ketidakjelasan posisi Jokowi sendiri.

Menurut dia, kondisi itu tengah dimanfaatkan dengan baik oleh Prabowo untuk mengakselerasi elektabilitasnya, dengan mengonsolidasikan basis pemilih loyal Prabowo dan cerug pemilih loyal Jokowi di Pemilu 2014 dan 2019, yang dulu berbenturan satu sama lain.

"Sikap diam Jokowi ini sendiri bisa dimaknai sebagai 'sikap pembiaran' terhadap langkah dan strategi politik Prabowo," ucap Umam.

"Hingga akhirnya merugikan kepentingan PDIP dalam pencapresan Ganjar," tambahnya.

Dosen Ilmu Politik dan International Studies Universitas Paramadina ini juga menilai jika memang PDIP tidak memiliki hambatan komunikasi dengan Jokowi, partai berlambang banteng moncong putih itu seharusnya bisa mengambil sikap tegas dengan 'menertibkan' Jokowi agar lebih jelas keberpihakannya pada Ganjar sebagai Capres PDIP.

"Jika PDIP juga membiarkan 'ketidakjelaskan' sikap Jokowi, perlahan atau pasti hal itu akan menghadirkan risiko dan konsekuensi besar bagi agenda kepentingan PDIP di Pilpres 2024 mendatang," jelas Umam.

(TRIBUN SOLO/TRIBUNNEWSWIKI)

Artikel ini telah tayang di Tribun Solo dengan judul Kemunculan Baliho Jokowi-Prabowo, Sebut Hanya di Basis PDIP, Hasto : Untuk Memancing Elektoral dan Alarm Bahaya Buat PDIP? Jokowi Kian Mesra dengan Prabowo Subianto, Projo Masih Wait and See

 





Penulis: Ika Wahyuningsih
BERITA TERKAIT

Berita Populer