Jakarta International Stadium atau Stadion JIS diajukan menjadi salah satu Venue untuk menggelar Piala Dunia U-17 tersebut.
Untuk memastikan kelayakan dari seluruh aspek, Ketua Umum PSSI Erick Thohir bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono beserta jajaran lainnya seperti Jasa Marga, PT KAI juga turut hadir dalam peninjauan ini.
Setelah ditinjau ada beberapa kekurangan yang harus dilengkapi Stadion JIS, salah satunya soal rumput.
Baca: Berikut Daftar 24 Negara Peserta Piala Dunia U17 di Indonesia 2023
Baca: Jakarta International Stadium
Chairman Karya Rama Prima, Qamal Mustaqim yang ahli di bidang rumput menjelaskan bahwa rumput yang digunakan di Stadion JIS tidaklah standar FIFA.
Sehingga dalam waktu tiga bulan ini, pihaknya bakal membenahi dengan teknis khusus yang telah disiapkan.
“Rumput jenis di sini Jabonica cuman ditanam di karpet sintetis. ini masalahnya. Medianya dangkal jadi akar tidak tembus ke bawah. Rumput itu makhluk hidup butuh sinar dan air. Air tidak terpenuhi karena akarnya dangkal, matahari juga tidak cukup,” kata Qamal di Stadion JIS, Sunter, Jakarta Utara, Selasa, (4/7/2023).
“Solusi kami sudah usulkan ke Menteri (PUPR) yang bisa dilakukan adalah memindahkan (rumput) dari lapangan yang sudah jadi salah satunya dari (rumput) golf seperti Asian Games 2018. Kalau tidak bisa kami gantikan jadi kaya tegel gitu. Itu solusi paling dekat karena untuk 3 bulan, kalua jangka panjang ganti Rumput,” terangnya.
Baca: Terungkap Alasan Indonesia Ditunjuk FIFA Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-17, Ternyata Gegara Argentina
Sementara itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menerangkan untuk pergantian rumput saja pihaknya menganggarkan dana sebesar Rp 6 miliar.
Selain rumput, PUPR nantinya bakal membangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).
Sementara pembangunan lainnya akan dibebani kepada masing-masing pihak.
“Jadi kami ini kerjanya keroyokan. Mulai rumput butuh Rp 6 Miliar 1 lapangan itu dari PU. JPO ke Ancol itu dari PU. Kemudian ada ramp dari Jasa Marga, dan ada juga Stasiun sementara dari PT KAI,” jelas Menteri Basuki.
“Saya belum hitung (semua anggaran-red) yang saya tahu baru rumput tadi saya tanya pak Qamal sekitar 6 miliar. Nanti kalau jembatan kita harus hitung dulu,” pungkasnya.
(TribunnewsWiki.com/Bangkit N) (Tribunnews.com/ Abdul Majid)