Kali ini informasi yang gegerkan warga ini datang dari mahasiswa KKN UGM (Universitas Gadjah Mada).
Mahasiswa UGM ini diduga mesum kala di lokasi KKN viral di media sosial.
Ibu Lurah yang pun membeberkan fakta sebenarnya terkait dugaan mesum yang beredar.
Ternyata apa yang sebenarnya terjadi tidaklah seperti yang ramai diperbincangkan.
Rrumor beredar bahwa Bu Lurah yang disebutkan dalam kabar yang viral tersebut, istri dari Pak Lurah (atau di desa setempat adalah Pak Kepala Desa atau Pak Kades) menangkap basah dua sejoli itu dan memiliki video ketika mereka melakukan adegan mesum.
Baca: CHAT Mesum Suami Hanum Mega ke Selingkuhan: Minta Jatah Berhubungan Intim hingga Dengkul Geter
Baca: Video Mesum 15 Detik Sejoli Lakukan Hal Tak Senonoh di Pinggiran Waduk Bunder Gresik di Siang Hari
Hasil penelusuran tim Tribunjogja.com, lokasi KKN mahasiswa UGM itu berada di Desa Pucungroto, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
Kepala Desa Pucungroto, Eddy Widodo dan istri, Siti Maisaroh mengatakan hal tersebut tidak benar dan tidak separah yang diceritakan di media sosial.
“Saya prihatin sekali kok seperti ini. Kami kasihan, di sini mereka nyaman aja, program kerja (proker) juga berjalan bagus. Tidak ada yang namanya aktivitas seksual, cuma duduk-duduk,” kata Eddy ditemui di rumahnya, Senin (3/7/2023).
Siti juga menampik dirinya merekam tindakan dan menangkap basah kedua mahasiswa tersebut.
“Wah, enggak, gak kober kulo. Wong kulo sibuk masak, ngarit ting alas (ngarit di hutan). Mengada-ada itu, terlalu dibesar-besarkan,” ujarnya sambil tertawa.
Siti membenarkan apa yang dikatakan suaminya. Apa yang dilakukan dua mahasiswa itu tidak separah yang digembar-gemborkan di media sosial.
“Ya, mereka ngobrol di ruang tamu. Si cowok ini KKN-nya di Ngadirejo, yang cewek di sini di Pucungroto. Mungkin si cowok main saja. Ada temen yang lagi salat juga,” kata Siti.
Kejadian tersebut, menurut keduanya, terjadi di tanggal 26 Juni 2023, dua hari setelah penerjunan KKN UGM.
Siti mengungkap, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Dua anak itu sedang melihat laptop dan duduk agak mepet.
“Saya cuma menegur, kak kok kalian berduaan. Kamu kan (nunjuk si laki-laki) KKN di Ngadirejo, apa ada proker yang harus dikerjakan bareng? Terus jawabnya, iya bu ini ada yang mau dikerjakan bareng,” jelas Siti.
"Mereka memang agak mepet duduknya, tapi kalau mesum enggak (tidak)," tegasnya.
Siti dan Eddy pun merasa prihatin, mengapa kejadian itu menjadi besar dengan beragam asumsi yang tidak benar.
Menurut mereka, mungkin ada oknum yang sengaja membesar-besarkan kejadian itu karena sakit hati kepada kedua atau salah satu mahasiswa yang bersangkutan.
"Saya tidak sukanya itu, yang punya rumah juga kesannya kayak gimana (kurang baik). Padahal kami dari dosen disuruh melatih bagaimana cara bersosialisasi dengan masyarakat. Anak-anak saya rangkul untuk seperti ini, seperti itu, kalau ada orang meninggal juga kami ajak layat. Terus respon masyarakat terkait KKN juga bagus, program kerjanya juga bagus," tambah Eddy.