Umat Islam akan menggelar hari raya kurban.
Pada hari tersebut, bagi umat Muslim yang mampu biasanya akan menyembelih hewan qurban.
Umat Islam yang hendak melakukan kurban harus memperhatikan syarat-syaratnya terlebih dahulu.
Pendapat para ulama menjelaskan ada tiga syarat hewan bisa dijadikan kurban, yaitu:
1. Harus hewan ternak, yaitu unta, sapi, kambing, atau domba.
2. Harus mencapai usia minimal yang telah ditentukan oleh syariat. Unta minimal berumur 5 tahun dan telah masuk tahun ke-6. Sapi minimal berumur 2 tahun dan telah masuk tahun ke-3. Domba usia 1 tahun atau minimal berumur 6 bulan bagi yang sulit mendapatkan domba yang berumur 1 tahun. Kambing minimal berumur 1 tahun dan telah masuk tahun ke-2.
3. Harus sehat, tidak cacat, dan tidak berpenyakit.
Baca: Pemerintah Resmi Tetapkan Libur Idul Adha 1444 H Jadi 3 Hari, Ini Alasannya
Baca: Jadwal Libur Idul Adha 2023, Tidak Ada Cuti Bersama
Dikutip dari laman MUI, adapun syarat hewan kurban lainnya yang perlu diperhatikan antara lain:
1. Matanya tidak buta
2. Telinganya tidak terpotong
3. Kakinya tidak pincang
4. Tanduknya sempurna
5. Tidak berpenyakit
6. Ekornya tidak terpotong
7. Tidak kurus
8. Tidak berkudis
9.Tidak sedang hamil/menyusui (tidak disepakati)
Dalam buku Fikih Madrasah Tsanawiyah Kelas IX yang disusun Ahmad Ahyar dan Ahma Najibullah, dijelaskan ada beberapa hal yang sunnah dilakukan saat hendak menyembelih hewan kurban, yaitu:
1. Membaca basmallah
2. Membaca sholawat Nabi
3. Membaca takbir
4. Disembelih sendiri oleh orang yang berkurban
5. Kaki yang menyembelih diletakkan pada leher hewan
6. Hewan dan penyembelihan menghadap kiblat
7. Membaca doa sewaktu menyembelih
8. Demikian ulasan tentang syarat hewan kurban dan hal-hal yang disunnahkan saat proses penyembelihannya.
Umat Islam di seluruh dunia akan segera merayakan Hari Raya Idul Adha.
Sebagai informasi, perayaan Idul Adha diperingati setiap tanggal 10 Dzulhijjah.
Idul Adha ini menjadi momen berkumpulnya sanak saudara selain hari raya Idul Fitri.
Pada bulan Dzulhijjah masyarakat biasa menyebutnya dengan istilah bulan haji karena pada tanggal 9 Dzulhijjah kaum muslimin yang beribadah haji melaksanakan wukuf di Arafah.
Sementara yang tidak beribadah haji melaksanakan puasa sunnah Arafah.
Kemudian pada tanggal 10 Dzulhijjah ini umat Islam memperingati hari raya Idul Adha atau hari raya kurban.
Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya menyambut Hari Raya Idul Adha dengan memperbanyak amalan saleh seperti berpuasa hingga memanjatkan doa.
Baca: Jadwal Sidang Isbat Idul Adha 2023, Ada Kemungkinan Beda Antara Pemerintah dan Muhammadiyah
Baca: Kapan Idul Adha 2023 ? Inilah Jadwal Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
Berikut di bawah ini adalah amalan-amalan yang dapat dilakukan dalam menyambut hari raya Idul adha, dikutip dari umy.ac.id:
Puasa Arafah adalah puasa yang dilakukan pada tanggal 9 Zulhijjah (8 Juli 2022).
Adapun keutamaan puasa ‘Arafah adalah sebagaimana sabda Rasulullah saw:
"Dari Abi Qatadah al-Anshari, bahwasanya Rasulullah saw ditanya tentang puasa Arafah, lalu ia berrsabda: "Puasa Arafah itu dapat menghapuskan dosa (selama dua tahun), yakni satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang. Adapun puasa ‘Asyura (10 Muharram) dapat menghapuskan dosa selama setahun yang telah lalu." (HR Muslim).
2. Mandi Sebelum Sholat Idul Adha
Waktu sunah untuk mandi yakni pada dini hari sebelum subuh, atau setelah salat subuh pada tanggal 10 Zulhijah.
Namun, yang lebih utama adalah mandi sesudah subuh di hari Idul Adha agar badan dalam kondisi bersih dan segar sebelum berangkat menunaikan shalat Ied.
Pada hari raya Idul Fitri disunahkan untuk makan sebelum melaksanakan salat Ied.
Sementara ketika hari raya Idul Adha, disunahkan untuk makan setelah selesai melaksanakan salat Ied. Hal ini sesuai dengan sunnah yang dilakukan Nabi saw.
"Diriwayatkan dari ‘Adullah Ibnu Buraidah dari ayahnya [yaitu Buraidah Ibnu al-Husaib] ia berkata: Rasulullah saw pada hari Idul Fitri tidak keluar sebelum makan, dan pada hari Idul Adha tidak makan sampai salat lebih dahulu." [HR. at-Tirmidzi].
Umat Islam disunahkan untuk membaca takbir, tahmid, dan tahlil yang dimulai setelah selesai salat shubuh pada pagi hari Arafah (9 Dzulhijjah) sampai dengan akhir hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Zulhijah).
Baca: Manfaat Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah yang Dilaksanakan 8 dan 9 Dzulhijah Jelang Idul Adha
Baca: Berikut Doa Niat Serta Keistimewaan Puasa Arafah dan Puasa Tarwiyah Jelang Idul Adha
Orang menghadiri salat Idul Adha juga dituntunkan agar berpenampilan rapi dengan mengenakan pakaian terbaik, bersih sekaligus suci.
Selain itu disunahkan juga untuk menggunakan wangi-wangian, memotong rambut, memotong kuku, serta menghilangkan bau tidak sedap.
"Dari Ja‘far Ibnu Muhammad, dari ayahnya, dari kakeknya (dilaporkan) bahwa Nabi saw selalu memakai wool (burdah) bercorak [buatan Yaman] pada setiap Id." [HR. asy-Syafi‘i dalam kitabnya al-Musnad, I:152, hadis nomor 441].
Kurban dilaksanakan pada hari tasyrik bulan Dzulhijah yaitu tepatnya di Hari Raya Iduladha.
Sunnah Iduladha untuk berkurban ada dalam hadis Imam Bukhori dan Imam Muslim:
"Rasulullah beribadah kurban 2 ekor domba warna putih bersih dan bertanduk bagus. Aku melihat Rasul meletakkan kakinya ke atas sisi tanduk (kanan) hewan kurban itu sambil menyebut nama Allah dan bertakbir. Rasulullah menyembelih kedua hewan kurban itu dengan tangannya sendiri".
Artikel ini telah atayng di Tribun Jogja dengan judul Syarat Hewan Ternak yang Bisa Dijadikan Kurban saat Idul Adha Sesuai Panduan MUI