Prabowo pergi ke Istana dalam jabatannya sebagai Menteri Pertahanan (Menhan).
"Kami sempat ketemu Pak Prabowo kemarin sepulang dari istana, beliau senyum-senyum dan beliau tertawa lebar," ujar Muzani, di GOR Otista, Jakarta, Sabtu (10/6/2023), dikutip dari Kompas.com.
Dia mengklaim tak mengetahui isi pembicaraan antara Jokowi dan Prabowo lantaran Prabowo masih merahasiakannya.
Muzani yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua MPR itu mengakan sudah bertanya kepada Prabowo tentang kemungkinan adanya sinyal dukungan kepada Prabowo setelah pertemuan di istana.
"Saya juga bertanya begitu kepada Pak Prabowo, jawabannya, 'lo mau tau aja', tapi jawaban itu disampaikan oleh beliau dengan semringah, dengan senyum, dan dengan suasana yang rileks," kata dia mengungkapkan.
Baca: Buntut Proposal Damai Rusia-Ukraina Prabowo Subianto Dipanggil Jokowi, Berikut Klarifikasi Gerindra
Baca: Beda dengan Prabowo, Elektabilitas Anies Terus Merosot, Demokrat Desak Cawapres Segera Diumumkan
Muzani sendiri menyimpulkan bahwa pertemun Jokowi dengan Prabowo menjadi pertanda baik dalam hal pelaksanaan Pemilu 2024.
Prabowo dipanggil oleh Jokowi ke istana guna membahas sejumlah hal tentang tugasnya sebagai Menhan.
"Kan biasa Bapak Presiden memanggil menteri-menterinya. Tentunya ada hal yang perlu dibahas atau didiskusikan dengan menteri yang dipanggil," ujar Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.
Bey kemudian ditanya apakah pertemuan keduanya juga mendiskusikan proposal perdamaian Ukraina-Rusia yang disodorkan Prabowo. Proposal itu memunculkan pro dan kontra.
Namun, dia tidak membenarkan ataupun membantah. Bey hanya mengklaim bahwa Jokowi pasti sudah menanyakan persoalan itu.
"Bapak Presiden tentunya sudah menanyakan terkait masalah ini. Tapi, untuk hasil pembahasannya apa, pada saatnya Bapak Presiden akan menyampaikan langsung pada teman-teman media," kata dia.
Baca: Relawan Jokowi Terpecah ke Prabowo, Ganjar : Di Sana Kecil, Sebagian Besar Dukung Saya di Sini
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman, mengatakan Prabowo tidak dipanggil, tetapi diundang oleh Jokowi.
Menurut dia, Prabowo hanya diundang untuk membahas proposal perdamaian perang Rusia-Ukraina.
"Bukan panggilan, undangan, jadi panggilan kaya panggilan KPK, bukan. Undangan. Teman-teman jangan salah ya, nggak ada yang ngomong panggilan. Tapi memang koordinasikan wajar Presiden dengan menterinya dan apa yang disampaikan Pak Prabowo itu kan bagus sekali ya," kata Habiburokhman di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (7/6/2023), dikutip dari Tribunnews.
Dia mengatakan proposal perdamaian perang Rusia-Ukraina yang disodorkan Prabowo itu seharusnya disambut positif. Ini lantaran Prabowo menjadi pelopor perdamaian kedua negara itu.
"Beliau mempelopori bagaimana ada tawaran solusi yang konkret karena kan beliau mewakili kegelisahan pemimpin-pemimpin hampir di seluruh dunia," kata dia.
"Sebenarnya yang gelisah itu bukan yang terkait di deket Ukraina sama Rusia saja, teman-teman bayangkan ini kalau perang terus meluas melibatkan negara negara besar seperti ini, ya ini bahaya sekali bagi kita semua bisa berdampak."
Baca: Senggol Perang Rusia dan Ukraina, Prabowo Sebut Tentara Indonesia Bisa Habis dalam Empat Tahun
Habiburokhman turut mengklaim bahwa proposal itu telah melalui koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI.
"Pasti koordinasi, jangan teknis. Kalau teknis tanya komisi I ya, tapi tentu dalam kapasitas Pak Prabowo sebagai Menhan memiliki kualifikasi untuk melakukan yang namanya diplomasi pertahanan ya."
Baca berita lain tentang Prabowo Subianto di sini.