Survei Litbang Kompas: PDI-P Jadi Partai dengan Elektabilitas Tertinggi pada Kalangan NU

Editor: Febri Ady Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Bakal calon presiden Ganjar Pranowo hadir dalam pertemuan antara Plt Ketum PPP Muhamad Mardiono dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Kantor PDIP Jalan Diponegoro, Jakarta, Minggu, (30/4/2023). Kantor Pusat Koordinasi Relawan Ganjar akan diresmikan pada 1 Juni 2023, mendatang.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Menurut hasil survei yang dilakukan Litbang Kompas pada bulan Mei 2023, PDI Perjuangan adalah partai politik (parpol)  yang paling banyak dipilih oleh warga Nahdlatul Ulama (NU).

Elektabilitas PDI-P pada kalangan warga NU juga sedikit naik dari 19,9 persen pada awal tahun menjadi 22,6 persen pada bulan Mei 2023.

"Di survei Litbang Kompas periode Mei 2023, pemilih dari kalangan NU lebih banyak menjatuhkan pilihan ke PDI-P dengan 22,6 persen. Angka ini sedikit naik dibandingkan survei Januari 2023," demikian keterangan Litbang Kompas, dikutip dari Kompas.com.

Partai Gerindra berada tepat di belakang PDI-P. Elektabilitas partai itu pada kalangan NU turut naik menjadi 19,6 persen pada bulan Mei 2023. Sebelumnya, pada bulan Januari 2023 angkanya 11,5 persen.

Sementara itu, elektabilitas parpol lainnya pada warga NU berjarak lumayan jauh dari PDI-P dan Gerindra. Sebagai contoh, Partai Demokrat berada di belakang Gerindra dengan elektabilitas 7,4 persen. Demokrat disusul oleh Partai Kebangkitan Bangsa (7,4 persen) dan Partai Golkar (7,1 persen).

Baca: Anies Bakal Umumkan Sendiri Sang Cawapres, Sosoknya Diklaim Mengejutkan Koalisi & Capres Lain

Baca: Kaesang Siap Terjun ke Dunia Politik: Maju Pilkada Solo atau Sleman Juga Boleh

Di belakang Golkar ada Partai Nasdem  (6,6 persen). Kemudian, ada Partai Keadilan Sejahtera (3,6 persen), Partai Amanat Nasional (3,6 persen), Partai Persatuan Indonesia (3,6 persen), dan Partai Persatuan Pembangunan (3,4 persen).

"Terkait potensi elektoral PKB di mata warga NU ini memberikan sinyal yang makin menguatkan bahwa pilihan dari warga NU tidak serta merta tunggal kepada partai politik tertentu," tulis Litbang Kompas.

Survei itu diadakan secara tatap muka mulai 29 April hingga 10 Mei 2023. Dari jumlah responden tersebut, ada sebanyak 67,1 persen yang mengklaim sebagai  warga nahdliyin.

Cawapres dari NU

Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic), Ahmad Khoirul Umam, menyebut  cawapres yang akan mendampingi Ganjar Pranowo mungkin dipertimbangkan dari kalangan NU.

Ganjar telah diusung oleh PDI-P menjadi capres. Namun, belum diketahui sosok cawapres pendampingnya.

Baca: Anies Sudah Kantongi Nama Cawapres, Demokrat: Benar-Benar Akan Mengejutkan Koalisi Lain

Baca: Nasdem Minta Mahfud MD Tahu Diri Usai Bicara Anies Bisa Dijegal Koalisi Sendiri : Jangan Ikut Campur

“Klaim penyiapan 10 nama cawapres Ganjar oleh PDI-P tampaknya tidak lepas dari nama-nama tokoh NU atau figur-figur yang direkomendasikan oleh partai-partai pendukung dalam koalisi,” ujar Umam dikutip dari Kompas.com, Jumat (2/6/2023).

Sejumlah tokoh NU yang dianggap memiliki peluang masuk bursa cawapres Ganjar adalah Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Miftakhul Akhyar. Atau, mantan Ketua Umum PBNU Said Aqil Sirodj, imam besar Masjid Istiqlal Nazarudin Umar, hingga Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Pemilu 2024 di sini.

 



Editor: Febri Ady Prasetyo
BERITA TERKAIT

Berita Populer