Mahfud MD Kirim Tim ke Jambi untuk Dampingi Siswi SMP yang Perjuangkan Keadilan

Penulis: Rakli Almughni
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD berpose usai wawancara khusus dengan Tribunnews.com di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Selasa (19/11/2019).

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Menkopolhukam Mahfud MD akan mengirim timnya ke Provinsi Jambi untuk mendampingi siswi SMP bernama Syarifah Fadiyah Alkaff.

Mahfud MD terlebih dahulu akan berkoordinasi dengan Kementerian PPA, Kompolnas, dan Komisi Perlindungan Anak untuk bisa datang ke Jambi.

Ia melakukan hal tersebut sebagai bentuk responsnya kepada Syarifah yang menyuarakan keadilan untuk neneknya yang dianggap telah didzolimi pemkot Jambi.

"Polhukam akan berkoordinasi dengan Kementerian PPA, Kompolnas, dan Komisi Perlindungan Anak untuk bisa ke Jambi, membantu mendampingi anak ini," kata Mahfud MD, dikutip TribunnewsWiki dari akun Twitter @mohmahfudmd, Senin, 5 Juni 2023.

Mahfud MD meminta timnya yang datang ke Jambi itu untuk melindungi hingga menyelesaikan permasalahan tersebut.

"Dampingi, lindungi, dan jernihkan masalahnya, perlakukan anak-anak sesuai dengan hukum yang berlaku bagi anak-anak," pungkasnya.

Diketahui, Syarifah Fadiyah Alkaff sedang memperjuangkan keadilan untuk neneknya, seorang pejuang kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi justru diperlakukan tidak baik oleh Pemkot Jambi.

Inilah sosok Debi Ceper pelawak asal Jambi yang diduga melontarkan komentar bernada pelecehan terhadap siswi SMP di Jambi. (Kolase TribunnewsWiki/Instagram/TikTok)

Baca: SOSOK Debi Ceper, Pelawak yang Diduga Lecehkan Siswi SMP di Jambi, Sebut Ngangkang, Kini Dipolisikan

Baca: Kisah Horor Septi, Siswi SD di Jogja yang Tinggal Sendirian di Hutan Angker, Sering Lihat Penampakan

Siswi SMP itu berujar bahwa rumah dan sumur neneknya telah dirusak oleh perusahan China yang tak bertanggung jawab.

Ia lantas melontarkan kritikan tersebut di media sosial miliknya. Akan tetapi, ia justru dilaporkan dengan pasal berlapis.

"Atas video-video saya yang mengkritik Pemkot Jambi dan Wali Kota Jambi Syarif Fasha dengan pasal berlapis. Pasal 28 ayat 2 dan pasal 27 ayat 3," kata Syarifah.

"Tentang saya menyuarakan keadilan nenek saya, seorang pejuang kemerdekaan Republik Indonesia yang dizalimi rumah dan sumurnya dirusak berkali-kali oleh Perusahaan China yang bekerja sama dengan Pemkot Jambi yang tidak bertanggung jawab ini," tuturnya.

Syarifah juga mengaku telah mendapatkan pelecehan non verbal oleh pelawak asal Jambi bernama Debi Ceper.

Ia mengaku juga telah melaporkan akun Instagram bernama @debiceper23 ke polisi.

Lewat akun TikTok bernama lawak | Lapor Wak!, Syarifah mengungkap bahwa akun tersebut telah melecehkannya melalui sebuah komentar di Instagram.

"Debi Ceper berkomentar dan mengatakan 'perkerjaan apa yang gajinya sehari menghasilkan uang Rp1,3 miliar selain ngangkang?' yang tidak lain adalah dengan tujuan melecehkan saya menjuruskan ke asusila dan menganggap saya sebagai seorang pelacur," ucap siswi SMP itu.

(tribunnewswiki.com/Rakli Almughni)

Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini



Penulis: Rakli Almughni
BERITA TERKAIT

Berita Populer