Ganjar Nilai Cawe-Cawe Jokowi Bukanlah Intervensi Politik Melainkan Hak sebagai Kader Partai

Penulis: Shin PuanMaharani
Editor: Shin Puan Maharani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam cuplikan video yang diunggah di akun Instagram @ganjar_pranowo pada Jumat (10/4/2020). (Dok. Instagram @ganjar_pranowo)

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gubernur Jawa Tengah sekaligus bakal calon presiden (Bacapres) PDIP, Ganjar Pranowo memberikan tanggapan mengenai cawe-cawe Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap Pilpres 2024.

Ganjar menilai langkah Jokowi tersebut bukanlah sebuah intervensi politik.

Menurut Ganjar apa yang dilakukan Jokowi itu ialah hak politik yang dimiliki seorang kader.

"Pak Jokowi kan kader partai juga, pasti dia akan menggunakan hak pilihnya," kata Ganjar, dikutip dari tayangan youTube Kompas TV, Jumat (2/6/2023).

"Artinya kalau soal cawe-cawe sebagai kader partai, pasti beliau akan cawe-cawe karena punya hak politik."

"Tapi kalau cawe-cawe yang selama ini diartikan akan mengintervensi politik dalam arti keseluruhan yang kemudian menjadi tidak fair, saya kira itu tidak akan terjadi," jelasnya.

Dalam hal ini, Ganjar juga meyakini Jokowi pasti paham serta taat aturan politik.

Baca: Relawan Jokowi Terpecah ke Prabowo, Ganjar : Di Sana Kecil, Sebagian Besar Dukung Saya di Sini

Terlebih Jokowi juga menegaskan, cawe-cawe bukan berarti akan abuse of power menggunakan perangkat negara mencampuri urusan Pilpres.

Jokowi menyebut, tak akan melanggar aturan dan mengotori demokrasi soal cawe-cawe yang dilakukan.

Lantaran itulah, Ganjar pun mempercayai Presiden Jokowi mampu menggunakan hak politiknya dengan bijak selaku kader PDIP dalam Pilpres 2024.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat jumpa pers di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (24/10/2022). Kehadiran Ganjar diketahui untuk memenuhi panggilan Bidang Kehormatan DPP PDI-P untuk klarifikasi atas pernyataannya yang siap maju sebagai capres. (KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO)

"Pak Jokowi mentor saya dalam pemerintahan. Dia presiden, saya gubernur.

"Saya kenal beliau sejak jadi wali kota, kita tim sukses beliau di gubernur, tim sukses di pilpres, dan kami dekat sekali," sambung dia.

Sebelumnya, Jokowi memang mengakui cawe-cawe pada Pilpres 2024.

Hal tersebut disampaikan Jokowi dalam pertemuan dengan para pimpinan media nasional pada Senin (29/5/2023).

Baca: Jokowi Tolak Wacana Duet Prabowo-Gibran, Justru Ingin Satukan Prabowo dan Ganjar di Pilpres 2024

Jokowi mengatakan dia harus cawe-cawe di Pilpres 2024 guna kepentingan negara.

"Ya cuma cawe-cawe sih. Ada lebih dari 7 kali pak presiden mengatakan cawe cawe," kata GM News and Current Affairs Kompas TV, Yogi Nugraha, Senin (29/5/2023).

Yogi menjelaskan dalam pertemuan itu Jokowi menegaskan ikut cawe-cawe lantaran menyangkut kepentingan nasional.

Mulanya, Jokowi membahas mengenai momentum penting dalam 13 tahun ke depan.

Negara-negara yang memiliki momentum 13 tahun tersebut yang akan naik atau tumbuh.

"Kemudian dikaitkan lah dengan soal Capres. Tadi (Jokowi) mengatakan begini "pemimpin di tahun 2024, 2029 dan 2034 itu sangat krusial untuk mewujudkan 13 tahun,” beber dia.

Baca: Hasil Survei Indopol Pilpres 2024, Elektabilitas Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto Bersaing Ketat

"Ya saya untuk hal ini, (momentum 13 tahun), saya (Jokowi) harus cawe cawe. Karena untuk kepentingan negara" imbuh Yogi.

Jokowi dinilai Yogi akan menggunakan cara yang baik dan elegan dalam cawe cawe politiknya.

"Bahwa saya punya cara cawe-cawe dan saya tahu persis bagaimana cara berpolitik yang baik,” kata Yogi menirukan pernyataan Jokowi.

Hal serupa juga disampaikan pihak istana menanggapi isu cewe-cawe presiden.

Pihak Istana melalui Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, mengklarifikasi maksud ucapan Presiden Jokowi tersebut.

Baca: Dari Khofifah hingga AHY Jadi Kandidat Cawapres Anies, Siapa Paling Cocok? Berikut Kata Pengamat

Ia mengatakan, konteks Presiden berbicara seperti itu yakni ingin memastikan bahwa Pemilu 2024 berjalan dengan demokratis.

Bey mengatakan, Jokowi berkepentingan memastikan pemilu terselenggara dengan baik dan aman, tanpa meninggalkan polarisasi atau konflik sosial di masyarakat.

"Presiden ingin pemimpin nasional ke depan dapat mengawal dan melanjutkan kebijakan-kebijakan strategis seperti pembangunan IKN, hilirisasi, transisi energi bersih," terang dia.

Mengenai Pilpres 2024 mendatang, Bey mengatakan Jokowi akan menghormati serta menerima pilihan rakyat.

Presiden Jokowi juga akan membantu transisi kepemimpinan nasional dengan sebaik-baiknya.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUAN)



Penulis: Shin PuanMaharani
Editor: Shin Puan Maharani
BERITA TERKAIT

Berita Populer