Dari Khofifah hingga AHY Jadi Kandidat Cawapres Anies, Siapa Paling Cocok? Berikut Kata Pengamat

Penulis: Shin PuanMaharani
Editor: Shin Puan Maharani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengucapkan selamat tahun baru 2021 dalam video yang diunggah melalui akun YouTube Pemprov DKI Jakarta.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tiga partai anggota koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) yakni PKS, Demokrat, dan Nasdem telah memberikan nama bakal calon wakil presiden (cawapres) yang akan berduet dengan Anies Baswedan.

Sejumlah nama bakal cawapres itu ialah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) diusulkan Demokrat, Khofifah Indar Parawangsa diajukan oleh Nasdem, dan Ahmad Heryawan atau Aher yang disodrokan oleh PKS.

Ketiga nama tersebut diungkap oleh juru bicara PKS, Pipin Sopian.

"Sudah dari PKS jelas menyodorkan nama Aher."

"Dan Pak Said sebagai tim delapan sudah menyampaikan bahwa tiga nama itu adalah Aher kemudian Demokrat AHY, dan dari Nasdem Khofifah," kata Pipin di Jakarta, Selasa (30/5/2023), dikutip dari Tribunnews.

Meski begitu, Pipin belum mengungkapkan masih ada dua nama lain yang bakal mendampingi Anies.

Sayangnya, Pipin belum mengetahui sosok dua orang tersebut.

Baca: Elektabilitas Ganjar Pranowo Unggul dalam Simulasi Tiga Nama Pasca Deklarasi Capres

"Waktu itu Pak Said sudah bilang 3 dari 5 nama. Duanya itu entah siapa jadi tentu yang di prioritaskan adalah nama yang disodorkan mitra koalisi," imbuhnya.

Lantas, dari ketiga nama tersebut, siapa yang pantas menjadi cawapres Anies?

Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar, Ujang Komarudin mengungkapkan terpilihnya cawapres Anies dari ketiga nama tersebut tergantung dari kebutuhan KPP.

Ujang menuturkan jika dilihat dari elektabilitas, maka Aher akan otomatis tereleminasi dari kandidat lainnya.

Baca: Menurut Survei Populi Center, Ganjar Pranowo Dirasa Paling Mampu Lanjutkan Program Jokowi

Terlebih, Aher juga bukan tokoh NU yang menurut Ujang menjadi basis massa terbesar di Indonesia.

"Kemungkinan Aher akan tereliminasi karena elektabilitasnya nggak cukup dan Aher itu kan bukan dari kalangan Nahdiyin sebagai pemilih terbesar di Indonesia," kata Ujang saat dihubungi, Kamis (1/6/2023).

Dengan begitu, Ujang menganggap pilihan cawapres untuk mendampingi Anies tinggal AHY dan Khofifah.

Namun, dari dua nama itu, Ujang mengatakan tergantung dari kebutuhan yang ingin dicapai KPP dalam Pilpres 2024.

Dia meyakini jika ingin meraih suara dari kalangan ibu-ibu dan NU, maka dapat memilih Khofifah sebagai cawapres Anies.

Baca: Anies Baswedan Resmi Terima Dukungan Demokrat sebagai Capres : Amanah Besar, Siap Menuju Perbaikan

Tapi, jika ingin menguatkan koalisi tiga partai, maka AHY merupakan pilihan tepat.

"Untuk menguatkan internal bisa AHY. Tapi kalau kebutuhannya eksternal, ingin menggaet suara emak-emak, dari kalangan Nahdiyin, maka bisa diambil dari Khofifah, dari eksternal Koalisi Perubahan," bebernya.

Dia menambahkan seluruh pilihan yang akan diambil KPP harus dapat memberikan keuntungan elektoral bagi Anies Baswedan.

"Karena pertarungannya itu, capres-cawapres (dalam Pilpres 2024), satu paket, satu pasangan. Jadi, ya harus saling melengkapi, harus saling punya nilai plus-plus dalam capres dan cawapresnya," terangnya.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUAN)



Penulis: Shin PuanMaharani
Editor: Shin Puan Maharani

Berita Populer