Emas serta Dolar Turun Drastis Setelah Biden Sah Naikan Plafon Utang AS

Penulis: Shin PuanMaharani
Editor: Shin Puan Maharani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Amerika Serikat Joe Biden berpidato pada sidang Majelis Umum PBB ke-77 di Kota New York, (21/9/2022).

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Mata uang dolar Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan nilai setelah Presiden Joe Biden resmi menaikan plafon utang pemerintah federal senilai Rp 3,4 triliun dolar AS.

Dikutip dari Reuters, indeks dolar di perdagangan Asia melemah sehingga nilainya turun sekitar 0,1 persen di kisaran 140,50 yen.

Selain itu, greenback juga ikut melemah 0,04 persen terhadap euro, anjlok 0,07 persen atas mata uang franc Swiss hingga turun 0,22 persen terhadap yen Jepang pada perdagangan Selasa (30/5/2023).

Penurunan dolar terjadi tepat setelah Joe Biden dan Ketua DPR Kevin McCarthy menggelar menggelar pembicaraan via telepon pada Minggu (28/5/2023).

Untuk membahas kesepakatan agar pemerintah federal dapat menaikan plafon utang. Sehingga pembayaran utang Amerika bisa ditangguhkan hingga Januari 2025.

Baca: Saudara Perempuan Kim Jong Un Sebut Joe Biden Sudah Pikun

Baca: Senggol Perang Rusia dan Ukraina, Prabowo Sebut Tentara Indonesia Bisa Habis dalam Empat Tahun

Upaya tersebut ditempuh guna mengakhiri kebuntuan selama berbulan-bulan mengenai adanya musibah keuangan, termasuk resesi serta lonjakan angka pengangguran akibat gagal bayar utang.

Meski begitu cara tersebut diyakini efektif mencegah timbulnya default dan berbagai bencana ekonomi, namun imbas keputusan tersebut sejumlah investor mulai dihantui kekhawatiran akan adanya devaluasi besar – besaran pada nilai dolar.

Karena kenaikan pagu utang berpotensi memicu sikap agresif The Fed untuk mengerek naik suku bunga ke level tinggi.

Jika hal itu terjadi, maka ancaman tersebut membuat investor mulai berpaling meninggalkan dolar dan beralih ke bursa saham yang belakangan dianggap sebagai aset safe-haven mengingat nilainya terus mengalami penguatan di pasar Wall Street.

Baca: Senggol Perang Rusia dan Ukraina, Prabowo Sebut Tentara Indonesia Bisa Habis dalam Empat Tahun

Baca: Jepang Buat Es Krim Termahal di Dunia, Harganya Tembus Rp94,5 Juta

Tak hanya melemahnya dolar, nilai emas dalam perdagangan global juga terbebani oleh titah Biden hingga harga emas mengalami penurunan nilai yang tajam.

Dimana harga emas di pasar spot turun 0,3 persen menjadi 1.941,45 dollar AS per ons. Sementara harga emas berjangka Comex New York Exchange anjlok 0,2 persen hingga nilainya dipatok turun di kisaran 1.940,70 dollar AS per ons.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUAN)



Penulis: Shin PuanMaharani
Editor: Shin Puan Maharani

Berita Populer