Cak Imin Ungkap Cerita KIB Pecah dan Kronologi Golkar Dekati Prabowo

Penulis: Shin PuanMaharani
Editor: Shin Puan Maharani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Abdul Muhaimin Iskandar

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin blak-blakan mengenai retaknya Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) membuat pembahasan mengenai capres dan cawapres dari Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) belum juga usai.

"Andai saja KIB tidak pecah, tidak pisah. Kita mungkin sudah selesai (pembicaraan capres-cawapres Gerindra-PKB). Tapi ini kan peluang karena Golkar tidak ada KIB peluang untuk mengajak (terbuka)," ungkap Cak Imin di YouTube Akbar Faizal Uncensored, Senin (22/5/2023).

Diketahui, KIB saat ini memang tengah retak usai PPP memilih mendukung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.

Sedangkan dua anggota KIB lainnya yaitu PAN dan Golkar belum menentukan arah.

Sementara KIR atau Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya saat ini terdiri dari dua partai politik yakni PKB dan Gerindra.

Cak Imin mengungkapkan ada peluang Golkar bisa diajak bergabung koalisi Gerindra-PKB.

"Ada peluang Golkar bisa diajak, kalau Golkar menutup diri tentu kita berhenti disitu (Pembicaraan capres-cawapres KIR). Karena kita realistis semakin banyak semakin bagus," imbuhnya.

Dia juga menjelaskan awal mula Partai Golkar berinisiatif bergabung ke KIR.

Baca: Tanggapan Ganjar Pranowo terkait Relawan Jokowi-Gibran Justru Dukung Prabowo

"Tapi kira-kira ada inisatif dari Golkar untuk bergabung ke KIR. Inisiatif itu diawali pertemuan Pak Prabowo dengan Airlangga Hartarto," ungkap Cak Imin.

"Kira-kira peluang Airlangga Hartarto menjadi cawapresnya Prabowo ada nggak," tanya Cak Imin.

"Dijawablah oleh Pak Prabowo kalau mau jadi cawapres saya. Tentu penentunya adalah PKB. Ngomong sama sana. Kira-kira awalnya dari situ," imbuh dia.

Lebih lanjut, Cak Imin juga mengungkapkan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

"Ngomonglah saya dengan Pak Airlangga berdiskusi. Kesepakatannya ada dua hal. Alangkah indahnya kalau kita menjadi pilar dengan siapapun misalnya Gerindra, PKB, Golkar. Artinya ada kesamaan untuk bersama," jelas dia.

Baca: Prabowo Berterima Kasih Didukung Relawan Jokowi-Gibran untuk Pilpres 2024: Saya Tak Menyangka

Cak Imin mengaku tidak ada izin dari PKB jika Airlangga berpasangan dengan Prabowo.

"Saya bilang opsi itu boleh saja muncul, toh keputusan kita masih panjang. Tapi masuk dulu saya bilang, nanti kalau sudah di KIR kita duduk satu meja," ungkap dia.

Ia justru lebih menekankan pentingnya tiga pilar koalisi yang menentukan ke depan.

"Kira-kira begitu diskusinya,"

"Pada diskusi tiga pilar ini, banyak opsi untuk cawapres menjadi sama-sama berpeluang, antara Airlangga atau saya," imbuh dia.

Baca: Menurut Survei Terbaru Litbang Kompas 70,1 Persen Publik Puas terhadap Kinerja Jokowi-Maruf Amin

Cak Imin mengatakan dirinya tetap membuka diskusi agar Partai Golkar dapat bergabung dahulu ke KIR.

"Saya lebih membuka diskusi yang penting gabung dulu. Saya tidak bilang harga mati (Jadi cawapres Prabowo). Siapa tahu surveinya lebih bagus Airlangga dibandingkan saya atau sebaliknya. Itukan opsi yang akan kita lihat sampai bulan Agustus kira-kira," bebernya.

Kendati kini prinsip PKB dan KIR harus maju menjadi capres atau cawapres.

"Itu Pak Airlangga pahami dari situ menjadi sangat intens dan terbuka opsi-opsi kebersamaan dengan tiga pilar ini," tegas Cak Imin.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUAN)



Penulis: Shin PuanMaharani
Editor: Shin Puan Maharani

Berita Populer