Diketahui, korban berinisial MHD (9) yang merupakan murid SD di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.
Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi saat berlangsungnya pembelajaran di sekolah.
Sebelum meninggal dunia, korban sempat menyebut nama salah seorang yang diduga pelaku pemukulan.
Kakek korban MY (52), mengatakan nama salah satu terduga pelaku inisial AZ disebutkan saat suara cucunya akan menghilang akibat luka yang dialami korban.
"Ketika ditanya siapa yang melakukannya (penganiayaan), korban hanya bilang oleh inisial AZ. Namun itu tidak berlanjut karena suara korban sudah tidak ada," ujarnya, Sabtu (20/05/2023).
"Sedangkan seteleh dicek di sekolahnya, ada 4 orang namanya disebutkan (sama)," lanjut MY.
Baca: Gara-gara Vira, Aditya Hasibuan Anak Polisi dan Ken Admiral Terlibat dalam Kasus Penganiayaan
Baca: Sidang Vonis Kasus Penganiayaan David Ozora, Terungkap Hal Mengejutkan Ini
Pihak keluarga korban pun meminta pertanggungjawaban dari pihak sekolah dan orang tua pelaku.
"Harapan dari kami sebagai keluarga, minta dituntaskan siapa pelaku yang sebenarnya, dan minta pertanggungjawaban dari keluarganya (pelaku) dan tanggungjawab sekolah," kata MY.
Terkait kasus penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa siswa SD tersebut, Polres Sukabumi telah melakukan sejumlah proses penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian MHD.
Sejumlah anggota keluarga korban, pihak sekolah, dan beberapa saksi lain telah diperiksa.
Baca: Agnes Gracia Mantan Pacar Mario Dandy Dituntut 4 Tahun Penjara dalam Kasus Penganiayaan David
Baca: Tak Terima Dituduh Terlibat Kasus Penganiayaan David, Amanda Eks Pacar Mario Dandy Hadirkan 3 Saksi
Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Yanto Sudiarto mengatakan total sudah ada 6 saksi yang diperiksa dalam kasus ini.
"Sampai saat ini baru enam saksi, yaitu dari pihak keluarga dan pihak sekolah," ujarnya, Minggu (21/5/2023).
Selain enam saksi, pihaknya juga mencari keterangan dan mencari bukti pendukung sekaligus meminta hasil visum dari rumah sakit.
"Sampai saat ini hasil visum belum ada. Namun kami sudah mengirimkan surat permohonan kepada pihak rumah sakit," tuturnya.
Dari pemeriksaan saksi dari pihak keluarga dan pihak sekolah, penyidik belum bisa memastikan dugaan pengeroyokan yang menyebabkan MHD meninggal.