Lupa Cara Tersenyum karena Pakai Masker saat Pandemi, Warga Jepang Ikut 'Les Tersenyum'

Editor: Febri Ady Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Orang Jepang sedang belajar cara tersenyum.

TRIBUNNEWSWIKI.COM – Sejumlah orang di Jepang mengaku lupa cara tersenyum karena terlalu lama mengenakan masker saat pandemi Covid-19.

Mereka kemudian memutuskan untuk mengikuti “les tersenyum” agar bisa tersenyum tanpa merasa canggung.

Sejak kewajiban bermasker dicabut, mereka mengklaim kesulitan menjalani hidup tanpa mengenakan masker.

“Ketika mengenakan masker menjadi kebiasaan, orang-orang punya lebih sedikit kesempatan untuk tersenyum, dan lebih banyak orang mengalami masalah dengan hal itu,” kata Keiko Kawano, seorang yang mengajari cara tersenyum, kepada Asahi Simbun, dikutip dari The Guardian.

“Menggerakkan dan merilekskan otot-otot wajah adalah kunci untuk membuat senyuman yang baik. Saya ingin orang-orang menghabiskan waktu dengan tersenyum secara disengaja demi kesehatan fisik dan mental mereka,” ujar wanita yang bekerja di Egaoiku, perusahaan “pendidikan cara tersenyum”, itu.

Baca: Imbas Lockdown, TV China Sensor Adegan Penonton Tanpa Masker Piala Dunia Qatar

Baca: Subvarian XBB.1.5 Menyebar, WHO Anjurkan Pelaku Perjalanan Gunakan Masker

Orang-orang yang belajar tersenyum menggunakan cermin untuk memantau perkembangan mereka. Beberapa di antara mereka menyesuaikan ekspresi wajah hingga menemukan senyuman wajar mereka sebelum pandemi.

Egaoiku mengatakan jumlah orang yang mengikuti les cara tersenyum meningkat 4,5 kali setelah media Jepang melaporkan perubahan status Covid-19 pada bulan Februari lalu. Sebulan kemudian, pemerintah Jepang mencabut kewajiban bermasker. Mengenakan atau tidak mengenakan masker menjadi pilihan pribadi.

Akiko Takizawa (79) menjadi salah satu warga Jepang yang kembali belajar cara tersenyum.

“Saya tidak punya kesempatan untuk melihat orang-orang saat krisis virus korona dan tidak tersenyum di depan masyarakat. Ini mengingatkan saya tentang betapa pentingnya senyuman,” kata Akiko kepada Mainichi Shimbun.

Les tersenyum itu dimulai dengan peregangan untuk mengurangi ketegangan di raut wajah. Kemudian, peserta melenturkan sebagian dari wajah mereka sesuai dengan instruksi Keiko.

Baca: Akibat Malas Menikah dan Takut Punya Anak, TK di Jepang Hanya Punya 2 Siswa, Salah Satu Siswanya WNI

Baca: Pria Jepang Rela Habiskan Rp222 Juta demi Bisa Hidup seperti Anjing

“Senyuman itu barulah menjadi senyuman jika disampaikan,” kata dia.

“Bahkan, jika kalian berpikir tentang tersenyum atau bahwa kalian senang, jika kalian tidak punya ekspresi, hal itu tidak akan tersampaikan kepada audiens.”

Keiko sendiri telah mengajarkan seni tersenyum kepada lebih dari 4.000 orang selama 6 tahun terakhir. Dia juga mengepalai 20 pelatih yang menjalankan kelas tersenyum di seluruh Jepang.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Jepang di sini.



Editor: Febri Ady Prasetyo

Berita Populer