Viral Video Pejabat Rusia di Turki Dihajar Pejabat Ukraina karena Rampas Bendera Ukraina

Editor: Febri Ady Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Seorang pejabat Rusia berusaha merampas bendera Ukraina dari pejabat Ukraina di sela-sela konferensi di Turki, (4/5/2023)

TRIBUNNEWSWIKI.COM – Di media sosial viral video yang memperlihatkan seorang pejabat Rusia dihajar oleh pejabat Ukraina.

Peristiwa itu terjadi di sela-sela konferensi Majelis Masyarakat Ekonomi Laut Hitam (PABSEC) ke-61 pada hari Kamis, (4/5/2023), di Ankara, Turki.

Dikutip dari NDTV, awalnya seorang delegasi Ukraina bernama Oleksandr Marikovski terlihat memegang bendera negaranya. Kemudian, seorang delegasi Rusia datang mendekatinya.

Delegasi Rusia itu kemudian merampas bendera tersebut dan berjalan pergi.

Karena marah, Marikovski mengejar pejabat Rusia itu dan melayangkan sejumlah bogem mentah kepadanya.

Baca: Senjata Rahasia Robot Tank Putin Capai Garis Depan Ukraina, Bisa Hancurkan Kota Dalam Hitungan Menit

Setelah berhasil mengambil kembali bendera itu, Marikovski dicegat oleh pejabat lainnya.

Video peristiwa itu diunggah oleh Jason Jay Smart, seorang penasihat politik yang tinggal di Ukraina, di akun Twitter miliknya.

Marikovski sendiri juga mengunggah video peristiwa itu di Facebook. Dia turut menuliskan komentar, “Jangan sentuh bendera kami."

Beberapa orang di tempat kejadian tampak mengabadikan momen itu melalui rekaman video.

Baca: Program Rekrutmen Jadilah Pria Sejati Milik Rusia Malah Jadi Bahan Ejekan

Baca: Viral Video Tentara Rusia Justru Bersantai di Kolong Tank yang Terbakar

Hubungan antara Ukraina dan Rusia makin panas setelah Rusia menuding Ukraina berupaya membunuh Presiden Vladimir Putin dengan pesawat tanpa awak. Namun, tudingan itu dibantah oleh Ukraina.

Masyarakat Ekonomi Laut Hitam dibentuk lebih dari 30 tahun lalu. Baik Rusia maupun Ukraina menjadi anggota organisasi itu.

Organisasi tersebut bertujuan untuk mengupayakan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan laut hitam.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Ukraina di sini.

 

 

 



Editor: Febri Ady Prasetyo

Berita Populer