Menurut pemberitaan The New York Times, kabar kebangkrutan itu diperoleh dari orang-orang yang mengetahui situasi di Vice Media.
Sebelumnya, Vice telah menutup program Vice News Tonight dan memecat sejumlah karyawannya.
Vice mempertimbangkan diri untuk dijual demi menghindari kebangkrutan. Dilaporkan sudah ada lima perusahaan yang tertarik.
Perusahaan media yang di balik portal daring Vice dan Motherboard itu diperkirakan akan terus beroperasi normal menjelang pengajuan kepailitan.
Dalam pernyataannya, juru bicara Vice mengatakan perusahaannya “sibuk melakukan evaluasi tentang alternatif strategi dan perencanaan”. Dewan Vice dan para pemangku kepentingan juga terus berusaha mencari jalan terbaik.
Baca: Media Kuwait Gunakan Pembawa Berita yang Dibuat dengan Teknologi Kecerdasan Buatan
Dikutip dari The Guardian, tidak hanya Vice saja yang sedang mengalami masa-masa sulit. Beberapa perusahaan media dan teknologi juga mengalaminya akibat situasi ekonomi yang kurang baik dan lesunya pasar periklanan.
Sebagai contoh, BuzzFeed, perusahaan media asal AS, bulan ini juga akan menutup divisa berita miliknya.
Baca: Media Besar Inggris Minta Maaf karena Pendirinya Terlibat dalam Perbudakan
Pekan lalu Vice Media mengatakan akan menutup program Vice News Tonight. Penutupan itu merupakan bagian dari rencana restrukturisasi di Vice. Diperkirakan bakal ada lebih dari seratus karyawan yang akan dirumahkan akibat restrukturisasi.
Di samping itu, Vice turut menutup program Vice World News yang memberitakan kasus pelanggaran HAM dan konflik di dunia itu.
Vice pernah menjadi salah satu perusahaan media yang cepat berkembang. Ia menargetkan kalangan milenial. Pada tahun 2017 Vice diperkirakan bernilai $5,7 miliar atau sekitar Rp83,8 triliun.
Vice berawal dari sebuah majalah punk di Montreal, Kanada, sekitar dua dekade silam. Bertahun-tahun kemudian, Vice berkembang menjadi perusahaan media global. Ia juga memiliki studio film, agensi periklanan, dan film yang ditayangkan di platform HBO.
Disney sempat tertarik untuk membeli Vice pada tahun 2015 dengan tawaran lebih dari $3 miliar. Namun, keinginan Disney itu tak pernah terwujud.
Perusahaan perfilman itu juga menggelontorkan investasi senilai ratusan juta dolar kepada Vice.
Baca: Tribunnews Sabet Penghargaan Media Online Pewarta Gerakan Zakat Terbaik
Sumber yang didapatkan The New York Times mengatakan pengajuan kepailitan bisa dilakukan pada beberapa pekan mendatang.
Vice kini sedang mencari pembeli. Foretress Investment Group selaku kreditur terbesar Vice bisa jadi bakal mengakuisisi perusahaan media itu.
Baca berita lain tentang Vice di sini.