Mantan Anggota DPR di India Ditembak Mati saat Siaran Langsung di TV

Editor: Febri Ady Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi garis polisi.

TRIBUNNEWSWIKI.COM – Seorang anggota DPR di India dan saudara laki-lakinya ditembak mati saat diantar polisi untuk menjalani pengecekan kesehatan, (15/4/2023).

Penembakan itu terekam dalam siaran langsung di televisi dan videonya dibagikan di media sosial.

Atiq Ahmed, nama mantan anggota dewan itu, ditahan karena kasus penculikan.

Dalam siaran itu terlihat ada seorang pria menembakkan pistol ke arah pelipis kepala Atiq. Saudaranya, Ashraf Ahmed, juga ikut ditembak. Keduanya meninggal beberapa menit setelah ditembak. Seorang polisi dilaporkan terluka dalam peristiwa itu.

Polisi telah menangkap tiga orang yang diduga melakukan penembakan itu.

Menurut pemberitaan media, para pelaku penembakan menyamar sebagai wartawan. Satu pelaku menyerahkan diri setelah penembakan. Adapun dua pelaku lainnya dilumpuhkan polisi.

Baca: Pria India Tewas Dianiaya karena Bawa Daging Sapi, 3 Orang Ditahan

Setelah melancarkan aksinya, pria penembak itu meneriakkan nyanyian pujian dalam agama Hindu.

Atiq dan Ashraf diduga menjadi gembong organisasi kejahatan di wilayah setempat. Mereka diborgol dan dibawa dari sebuah rumah sakit di Kota Prayagraj, negara bagian Uttar Pradesh, pada Sabtu malam.

Setelah kasus penembakan itu, pemerintah Uttar Pradesh melarang adanya pertemuan lebih dari empat orang di seluruh negara bagian itu. Hal itu dilakukan untuk mencegah kekerasan yang mungkin terjadi setelahnya.

“Pemerintah negara bagian memberlakukan aturan pembatasan setelah pembunuhan Atiq Ahmed dan Ashraf Ahmed yang menjadi anggota mafia besar dan terlibat dalam perampasan tanah dan kasus pembunuhan,” kata seorang pejabat polisi, dikutip dari CNN International.

Baca: India Ingin Ubah Hari Valentine Jadi Hari Memeluk Sapi

Pemerintahan Uttar Predesh yang dikuasai oleh partai Bharatiya Janata telah meminta adanya penyelidikan kasus itu.

Pekan lalu polisi menembak mati putra Atiq di Kota Jhansi. Dia diburu karena terlibat dalam kasus pembunuhan.

Selama 6 tahun terakhir, polisi di negara bagian itu telah membunuh lebih dari 180 terduga pelaku tindak kejahatan.

Sementara itu, Partai Samajwadi yang menjadi oposisi mengatakan kasus penembakan Atiq dan Ahsraf menunjukkan kegagalan Partai Bharatiya Janata dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Uttar Pradesh.

“Ketika seseorang bisa dibunuh dengan cara ditembak di tengah penjagaan keamanan oleh polisi, lalu bagaimana dengan keamanan masyarakat umum?” kata Akhilesh Yadav, pemimpin Partai Samajwadi.

Baca: Kisah Pilu Wanita India Diseret dengan Mobil hingga Tewas setelah Tabrakan

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang India di sini.



Editor: Febri Ady Prasetyo

Berita Populer