Aksi saling serang antara Israel dan Suriah itu terjadi di tengah memanasnya situasi di Gaza, Lebanon, Yerusalem Timur, dan Tepi Barat.
Roket dari Suriah itu mengarah ke Israel bagian utara. Tidak ada laporan kerusakan atau korban luka.
Dilansir dari Al Jazeera, ada dua serangan roket yang ditembakkan dari Suriah. Serangan pertama melibatkan tiga roket. Salah satunya menghantam lahan di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.
Serangan kedua juga melibatkan tiga roket. Serangan terakhir ini membuat sirene peringatan di Israel berbunyi.
Menurut pemberitaan Al Mayadee TV dari Lebanon, roket diklaim diluncurkan oleh Brigade Al-Quds, sayap gerakan jihad Palestina.
Baca: Warga Palestina Kembali Diserang saat di Masjidil Aqsa, Liga Arab Sepenuhnya Salahkan Israel
Roket-roket itu kemudian dibalas dengan serangan artileri dan pesawat tanpa awak atau drone.
Peluncuran roket tersebut punya kaitan dengan memanasnya hubungan antara Israel dan warga Palestina baru-baru ini. Memburuknya hubungan itu dipicu oleh serbuan polisi Israel ke kompleks Masjid Al-Aqsa beberapa hari lalu.
Serbuan itu membuat kelompok bersenjata di Jalur Gaza dan lebanon melancarkan balasan dengan menembakan sejumlah roket.
Baca: Polisi Israel Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa, Ratusan Warga Palestina Ditangkap
Militer Israel kemudian ganti membalas dengan mengebom beberapa tempat yang diklaim dimiliki oleh kelompok Hamas di Gaza dan Lebanon bagian selatan.
Pada hari Sabtu lalu, aparat keamanan Israel juga dilaporkan menembak mati warga Palestina berumur 20 tahun di Tepi Barat.
Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, warga yang tewas itu bernama Ahed Salim. Dia ditembak pada bagian dada dan perut dengan peluru asli.
Sehari sebelumnya, peristiwa kekerasan terjadi di Kota Tel Aviv, Israel. Sebuah mobil menabrak enam wisatawan. Salah satunya tewas.
Peristiwa itu terjadi beberapa jam setelah seorang pria Palestina menembak mati dua perempuan Israel dan melukai ibu mereka. Penembakan itu berlangsung di permukiman ilegal milik warga Israel di Tepi Barat.
Baca: Krisis Politik di Israel Berlanjut, Menhan Gallant Diduga Menolak Dipecat
Di tengah memanasnya situasi, Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant memperpanjang larangan masuknya warga Palestina dari Tepi Barat dan Jalur Gaza ke Israel.
Diperkirakan akan ada lebih dari 2.000 polisi yang dikerahkan di Yerusalem pada hari Minggu. Ribuan orang Yahudi akan berkumpul di Tembok Barat di kompleks Al-Aqsa untuk keperluan perayaan Paskah.
Baca berita lain tentang Israel di sini.