Ketika THL di Sukoharjo Berubah Menjadi 'Spider-Man': Pagi–Siang Kerja, Sore Lakukan Aksi Mulia

Penulis: Rakli Almughni
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Agus Widanarko alias Danar berubah menjadi Spider-Man seusai pulang kerja sebagai Tenaga Harian Lepas (THL) di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng), Selasa, 28 Maret 2023.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tokoh atau karakter superhero asal Amerika Serikat (AS), Spider-Man, sudah lama menjadi idola bagi sebagian anak-anak di penjuru dunia. Ini karena pahlawan super fiktif dari Marvel Comics tersebut digambarkan sebagai sosok superhero yang kerap melakukan aksi mulia.

Namun, siapa sangka bahwa Spider-Man tak hanya ada di film, tetapi benar-benar ada di dunia nyata. Adalah Agus Widanarko (42), seorang Tenaga Harian Lepas (THL) di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng), yang setiap hari seusai pulang kerja dirinya berubah menjadi "Spider-Man."

Bukan karena digigit laba-laba, Danar, sapaan akrab Agus Widanarko, menjadi "Spider-Man" karena digigit semangat. Semangat untuk melakukan aksi kebaikan sosial terhadap sesama. Terkadang, suami dari Vieda Nawang Sari ini melakukan aksi sosial sambil mengenakan kostum Spider-Man ataupun kaus biasa.

Pada Selasa, 28 Maret 2023, TribunnewsWiki.com berkesempatan mengikuti kegiatan Danar dalam melakukan aksi sosial. Sepulang kerja sebagai THL di Pemkab Sukoharjo, Danar sudah ditunggu oleh anak-anak siswa Sekolah Dasar (SD) yang mengikuti bimbingan belajar di sebuah sanggar yang ia dirikan, yaitu Sanggar Bhineka.

Baca: Hari Natal, Anak Yatim Piatu Korban Covid-19 Dapat Kejutan Hadiah dari Spider-Man di Sukoharjo

Sanggar Bhineka yang terletak di sebelah utara Alun-Alun Satya Negara, Kab. Sukoharjo, itu menampung anak-anak yatim korban Covid-19 dan kurang mampu untuk bisa mendapat bimbingan belajar secara gratis. Bimbel diadakan setiap Selasa pada sore hari. Pengajarnya antara lain adalah relawan hingga mahasiswa.

Waktu menunjukkan pukul 14.30 WIB, Danar lantas bergegas mengganti baju dinasnya dengan kostum Spider-Man miliknya sendiri. Suasana ruangan belajar seketika menjadi riuh gembira saat belasan anak yatim korban Covid-19 tersebut menyambut kedatangan sang Spider-Man.

Di Sanggar Bhineka, Danar bersama dengan relawan dan mahasiswa membantu anak-anak tersebut untuk belajar. Mereka membimbing anak-anak ini untuk mengerjakan pekerjaan rumah (PR), tugas sekolah, hingga membantu menjelaskan tentang materi mata pelajaran yang menurut mereka sulit.

Danar mendirikan Sanggar Bhineka dengan biayanya sendiri sebagai THL serta bantuan dari para donatur. Tempat les gratis ini sudah eksis sejak tahun 2016. Mulanya bertempat di kantor sekretariat Badan Narkoba Kabupaten (BNK) Sukoharjo dan diperuntukkan bagi anak-anak sekitar yang kurang mampu.

Agus Widanarko alias Danar, seorang Tenaga Harian Lepas (THL) di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo, mengajar anak-anak yatim korban Covid-19 belajar di Sanggar Bhineka, Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng), Selasa, 28 Maret 2023. (TribunnewsWiki.com/Rakli Almughni)

Setelah empat tahun berjalan, kantor sekretariat BNK terpaksa dipindah. Yang awalnya di belakang kantor Pemkab Sukoharjo, kini berada di sebelah utara Alun-Alun Satya Negara. Kantor sekretariat BNK juga sudah berubah nama menjadi Tim Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Perederan Gelap Narkoba (P4GN).

"Walaupun saya sebagai tenaga kontrak atau honorer yang notabene dengan gaji minim, saya terus berusaha untuk bisa mengakomodir atau memenuhi hak kebahagaiaan keceriaan anak-anak," kata Danar. "Saya kasih kesempatan mereka untuk sama-sama mendapatkan pendidikan atau bimbingan belajar dan juga kebahagiaan yang sama seperti anak-anak lainnya."

Baca: Batman & Spider-Man Ajak Anak-Anak Yatim akibat Covid-19 Bermain di Pasar Malam Sukoharjo

Danar melakukan ini atas dasar kecintaannya kepada anak-anak. Tak hanya mengajar, ia juga sering mendongeng kisah-kisah serpeti Malin Kundag, hingga Si Kancil. Kostum yang ia pakai pun tak hanya Spider-Man. Ia mengaku memiliki puluhan kostum superhero, salah satunya yaitu Gatotkaca.

"Pulang kerja, saya di sini menyiapkan mereka untuk les. Selain itu, ada kegiatan lain seperti mendongeng keliling. Kita beri buku agar menambah semangat mereka dalam membaca buku. Pokoknya memenuhi hak-hak keceriaan anak-anak," ujar lulusan S-2 jurusan Hukum du Universitas Surakarta (Unsa).

Setelah selesai menggelar bimbel di Sanggar Bhineka, Danar yang masih berkostum Spider-Man kemudian bergegas menuju ke Tempat Pengajian Al-Qur'an (TPA) bernama Griya Qur'an Ar-Rohmah di wilayah Sonorejo, Sukoharjo. Kedatangannya ini bertujuan untuk membangkitkan semangat anak-anak TPA dalam beribadah puasa.

Pada kesempatan itu, "Spider-Man" berbadan gempal itu membawa dua Al-Quran untuk disumbangkan kepada tempat mengaji tersebut. Selain itu, ia juga membawa puluhan takjil untuk dibagi-bagikan kepada semua para santri yang berpuasa maupun tidak di bulan Ramadan ini.

Di sana, Danar membacakan dongeng anak tentang kisah Nabi Ibrahim. "Alhamdulillah. Kita senang sekali kedatangan Spider-Man yang membawa Al-Quran dan takjil. Bikin tambah semangat anak-anak mengaji. Terima kasih kami ucapkan. Semoga berkah," kata Ida Laela, perintis Griya Al-Quran Ar-Rohmah sejak 2018.

Agus Widanarko alias Danar berkostum "Spider-Man" mengajar anak-anak mengaji di Griya Qur'an Ar-Rohmah di Sonorejo, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa, 28 Maret 2023. (TribunnewsWiki.com/Rakli Almughni)

Baca: Dari Sukoharjo untuk Korban Gempa Cianjur: Superhero Beri Trauma Healing kepada Anak-Anak

Selepas dari sana, Danar kembali melakukan aksi yang sama di hari itu juga. Kali ini di Masjid Istiqomah di Desa Madegondo, Grogol, Sukoharjo. Lagi-lagi, kedatangan Danar disambut riuh gembira oleh anak-anak yang sedang mengaji. Ia lalu mengajak anak-anak itu untuk duduk melingkar sambil mendengarkan kisah-kisah Nabi yang diceritakan oleh Spider-Man.

"Kegiatan selama Ramadan ini, setiap Selasa dan Jumat, kita Safari Ramadan. Berbagi Al-Quran ke TPA yang membutuhkan, sambil berbagi takjil dan berbagi buku dongeng berisi kisah nabi," tutur Danar. "Seneng banget tadi anak-anak semua gembira dengan kedatangan Spider-Man," timpal Ustaz di Masjid Istiqomah.

Superhero Asal Sukoharjo

Di Sukoharjo, nama Danar sendiri sudah tak asing lagi bagi sebagian orang. Oleh masyarakat di Kota Jamu ini, ia seringnya dipanggil Mas Danar. Alumni Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) ini dikenal sebagai aktivis sosial, aktivis antinarkoba, penyuluh antinarkoba, hingga "superhero."

Disebut "superhero" karena Danar sering melakukan aksi sosial dengan mengenakan kostum superhero. "Saya punya total 24 kostum superhero. Ada kostum Gatotkaca, Batman, Superman, Ultraman. Kebetulan anak-anak paling suka dengan tokoh Spider-Man. Jadi ya kita manfaatin aja apa kesukaan mereka itu untuk mengarah kebaikan."

Saat kasus Covid-19 sedang tinggi dikarenakan Delta dan Omicron, Danar juga tak tinggal diam. Ia dengan rasa tanpa takut tertular virus corona, mencoba untuk mengunjungi anak-anak yang sedang melakukan isolasi mandiri (isoman) karena terpapar Covid-19. Ketika bertemu anak isoman, tentu ia berjaga jarak.

Dalam aksi menghibur anak-anak yang sedang isoman itu, Danar mengenakan kostum Spider-Man dan membawa sejumlah hadiah. Ini dilakukan agar mereka tidak bosan dan imun meningkat, sehingga bisa kembali sehat. "Rasa malu hilang karena dorongan rasa pengin membahagiakan anak," katanya.

Baca: Kapolres Sukoharjo Kaget Didatangi Superhero Bawa Segerobak Mi Ayam di Pospam Nataru Solo Baru

Selama masa pandemi itu, Danar telah mengunjungi puluhan rumah tangga yang anak mereka sedang menjalani isoman. Berkat aksinya tersebut, ia dijuluki sebagai "Super Isoman." Aksinya juga diliput oleh sejumlah media. Viral. Namanya sempat menjadi perbincangan di media sosial berkat aksi mulianya itu.

Penerima piagam penghargaan dari Presiden SBY tahun 2014 ini juga mempunyai sebuah program yang mulia. Nama programnya yaitu Jumat Berkah. "Setiap hari Jumat sore kita selalu membagikan nasi bungkus atau juga nasi berkat kepada tukang becak, kaum duafa maupun yang membutuhkan. Itu rutin setiap hari Jumat. Sudah dilakukan sejak tahun 2016," tutur dia.

Agus Widanarko alias Danar berkostum "Spider-Man" menceritakan dongeng kisah Nabi Musa kepada anak-anak TPA di Masjid Istiqomah di Desa Madegondo, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa, 28 Maret 2023. (TribunnewsWiki.com/Rakli Almughni)

Dalam melakukan semua aksi sosialnya ini, Danar menggunakan uang miliknya sendiri. Hasil dari gaji sebagai honorer atau tenaga harian lepas hingga penyuluh antinarkoba ia sisihkan untuk membeli pelbagai perlengkapkan untuk melakukan aksi mulia itu semua. Selain itu, ia juga terkadang mendapat bantuan dari para donatur yang bersimpati melihat aksinya tersebut.

Ia sendiri percaya bahwa segala hal yang ia lakukan ini akan diganti oleh Tuhan dengan sesuatu rezeki yang tak terduga. "Saya meyakini dan terbukti bahwa kalau sudah keluar untuk kepedulian pasti diganti oleh Tuhan. Digantinya dengan apa? Tiba-tiba pasti akan datang rezeki yang tidak kita nyana-nyana," ujarnya.

"Dan (rezeki) itu datangnya berlipat. Kita keluar Rp250 ribu untuk Jumat berkah, tiba-tiba minggu depan ada rezeki yang kalau dihitung duit bisa Rp2 juta atau Rp3 juta. Tapi tetap sebuah rezeki yang tidak datang sendiri ya. Tetap saya harus bekerja, tapi kan rezekinya datang dari Tuhan. Entah orang itu tahu dari internet terus mengundang saya untuk menjadi motivator atau lain hal," jelasnya.

Danar mengaku tak lelah melakukan aksi-aksi sosial ini. Sudah bertahun-tahun ia melakoni hal tersebut. Ia seperti mendapat kebahagiaan tersendiri ketika melihat aksinya itu berguna untuk seseorang.

"Semua itu, kostum dan lain-lain itu butuh modal. Jadi saya beli pelan-pelan dari menyisihkan uang. Walaupun rezeki saya kecil, tapi semoga ini teman-teman yang lain termotivasi juga. Tidak usah menunggu kaya, tidak usah menungu menjadi pejabat kalau mau berkegiatan kepedulian. Pelan-pelan kita rintis," ungkap Agus Widanarko.

"Kalau kita mau, bergerak dulu, tidak usah nunggu kaya, memiliki niat dulu aja udah cukup. Nanti akan datang sendiri. Saat ini ya dimulai biaya uang sendiri dari menyisihkan rezeki menyisihkan gaji honor yang tidak seberapa," pungkasnya.

(tribunnewswiki.com/Rakli Almughni)

Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini



Penulis: Rakli Almughni
Editor: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer