Kunjungan itu adalah kunjungan yang sangat langka. Pasalnya, sudah 26 tahun Taiwan tidak dikunjungi pejabat tinggi Jerman.
Juru bicara Kementerian Pendidikan Jerman berujar kunjungan Stark-Watzinger itu bertujuan untuk menguatkan kerja sama antara Berlin dan Taipei dalam hal semikonduktor. Menurutnya, persoalan kedaulatan atau kemerdekaan Taiwan tidak akan menjadi fokus kunjungan.
Stark-Watzinger akan berada di Taiwan mulai hari Senin hingga Rabu.
Tiongkok masih menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya kendati klaim itu dibantah oleh Taiwan. Selain melontarkan klaim itu, Tiongkok juga meningkatkan tekanan politik dan ekonomi terhadap Taiwan.
Tahun lalu Tiongkok sempat berang lantaran Ketua DPR AS Nancy Pelosi berkunjung ke negara pulau itu.
Juru bicara pemerintah Jerman, Steffen Hebestreit, berkata kunjungan Stark-Watzinger tidak menunjukkan adanya perubahan kebijakan Jerman tentang Taiwan.
Baca: Kembali Jadi Presiden, Xi Jinping Bersumpah Satukan Lagi Taiwan dengan Tiongkok
"Kami juga berhubungan erat dan rutin dengan Tiongkok dan pemimpin Tiongkok," kata Hebestreit dikutip dari Al Jazeera, (18/3/2023).
"Kunjungan yang diadakan oleh Menteri Pendidikan dan Penelitian sekarang ini tidak memunculkan keraguan akan sikap kami."
Baca: Pakar: Invasi Tiongkok ke Taiwan Akan Gagal jika AS Bantu Taiwan
Sementara itu, Kanselir Jerman Olaf Scholz menegaskan bahwa dia mengikuti kebijakan "satu Tiongkok". Kebijakan itu menyatakan bahwa hanya ada satu negara berdaulat dengan nama Tiongkok.
Seorang narasumber yang mengetahui kunjungan itu telah memberi tahu bahwa Stark-Watzinger tidak akan menemui Presiden Taiwan Tsai Ing-wen. Hal itu karena dia telah diminta pemerintah Jerman untuk tidak membuat Tiongkok berang.
Narasumber itu juga menegaskan bawah kunjungan itu merupakan kunjungan kerja dan tidak bertujuan untuk menyampaikan pesan dukungan dari Jerman untuk Taiwan.
Sebelumnya Stark-Watzinger, pejabat tinggi Jerman yang mengunjungi Taiwan adalah Menteri Ekonomi Guenter Rexrodt. Kunjungan itu terjadi 26 tahun lalu.
Seperti Stark-Watzinger, Rexrodt adalah anggota Partai Demokrasi Kebebasan. Partai itu menginginkan adanya sikap lebih keras terhadap Tiongkok dalam persoalan HAM dan kebebasan berpendapat.
Tiongkok sendiri telah meningkatkan aktivitas militer di sekitar Taiwan dalam beberapa tahun belakangan. Hampir tiap hari ada pesawat Tiongkok yang memasuki zona pertahanan udara Taiwan.
Baca: Tiongkok Disebut Sedang Siapkan Dalih untuk Latihan Serangan ke Taiwan
Baca berita lain tentang Taiwan di sini.