Korban bernama Naseem Qureshi, seorang pria muslim berumur 56 tahun. Dia tewas pekan lalu setelah dianiaya oleh segerombolan orang.
Dilansir dari Al Jazeera, (13/3/2023), mereka menyerang Qureshi karena dia diduga membawa daging sapi. Di sebagian wilayah di India, daging sapi dilarang dikonsumsi dan dijual.
Menurut keterangan polisi di pengadilan, Qureshi diduga dikepung oleh lebih dari 20 orang dan kemudian diserang.
Polisi sempat berusaha menyelamatkan Qureshi. Namun, dia meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.
Baca: India Ingin Ubah Hari Valentine Jadi Hari Memeluk Sapi
Ramchandra Tiwari selaku Kepala Kepolisian Rasulpur di Bihar pada hari Sabtu lalu memberi tahu kantor berita Reuters bahwa ada tiga orang yang ditangkap sehubungan dengan pembunuhan Qureshi.
Mengutip pemberitaan NDTV, Qureshi adalah warga Desa Hasanpur. Pembunuhan Qureshi terjadi ketika dia dan keponakannya, Firoz Ahmed Qureshi, sedang dalam perjalanan untuk menemui kawannya.
Baca: Film Dokumenter BBC tentang Narendra Modi Dilarang Beredar di India
Mereka kemudian dicegat oleh segerombolan orang di Desa Jogja yang sekitar 110 km dari Kota Patna.
Polisi menyebut keduanya ditangkap di dekat sebuah masjid. Firoz berhasil melarikan diri. Malangnya, Qureshi gagal kabur. Dia kemudian dianiaya dengan tongkat kayu.
Menurut polisi, segerombolan orang itu menyerahkan Qureshi kepada polisi di Desa Rasulpur. Qureshi selanjutnya dilarikan ke rumah. Akan tetapi, nyawanya tidak tertolong.
Sapi disakralkan dalam agama Hindu. Dilaporkan sering ada serangan terhadap warga India yang dituding membunuh sapi untuk diambil daging dan kulitnya.
Kelompok Hindu garis keras telah mendesak adanya pelarangan penyembelihan sapi di seluruh India.
Baca: Kisah Pilu Wanita India Diseret dengan Mobil hingga Tewas setelah Tabrakan
Baca berita lain tentang India di sini.