Pebisnis Besar Sebut Rusia Terancam Kehabisan Uang Tahun Depan

Editor: Febri Ady Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Seorang wanita berjalan di depan tempat penukaran uang asing di Moskwa, Rusia, (16/2/2023).

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Oleg Deripaska, pebisnis besar asal Rusia, mengatakan negaranya terancam kehabisan uang tahun depan.

"Tidak akan ada uang tahun depan, kita butuh investor asing," kata dia saat konferensi ekonomi di Siberia hari Kamis, (3/3/2023), dikutip dari CNN International yang mengutip kantor berita TASS.

Pernyataan Deripaska berkebalikan dengan ucapan Presiden Rusia Vladimir Putin pekan lalu. Putin memiliki penilaian yang lebih optimistis terhadap ekonomi Rusia. Dia juga memuji ketangguhan ekonomi Rusia di tengah hujan sanksi dari Barat.

Menurut perkiraan awal pemerintah, PDB Rusia berkurang 2,1 persen tahun lalu. Penurunan itu lebih kecil daripada yang diperkirakan oleh banyak ekonom.

Namun, dampak sanksi dilaporkan mulai terasa di Rusia. Negara itu mulai mengurangi produksi minyaknya bulan ini. Di samping itu, sanksi dari Barat juga bisa bertambah banyak.

Deripaska mengatakan investor asing, terutama dari "negara-negara yang bersahabat", juga berperan penting. Mengenai investor itu akan datang, tergantung pada apakah Rusia mampu menciptakan kondisi yang baik dan membuat pasarnya diminati.

Baca: Menlu AS Blinken & Menlu Rusia Lavrov Bertemu Pertama Kalinya sejak Invasi



Demi mencekik aliran dana yang digunakan Rusia untuk membiayai perang di Ukraina, negara-negara Barat menjatuhkan lebih dari 11.300 sanksi sejak awal invasi. Selain itu, aset Rusia di luar negeri senilai $300 miliar juga dibekukan.

Baca: Intelijen: Tiongkok Pertimbangkan Kirim Drone & Amunisi ke Rusia

Di sisi lain, Tiongkok turut membantu ekonomi Rusia dengan membeli energi dari sana. Tiongkok juga memasok mesin dan logam dasar serta menyediakan alternatif untuk mata uang dolar AS.

Namun, Rusia dilaporkan masih harus berjuang keras untuk menggantikan pendapatan yang raib karena sanksi.

Nilai impor Uni Eropa dari Rusia anjlok 51 persen antara Februari hingga Desember tahun lalu. Uni Eropa menjadi rekan bisnis utama Rusia sebelum invasi terjadi. Pada tahun 2020 ada sebanyak 33 persen dari seluruh ekspor Rusia yang dikirim ke Uni Eropa.

Pendapatan pemerintah Rusia turut anjlok 35 persen pada bulan Januari ini jika dibandingkan dengan tahun lalu. Sementara itu, jumlah pengeluaran melonjak 59 persen sehingga APBN mengalami defisit sekitar 1.761 miliar rubel.

Baca: Ukraina Akan Luncurkan Uang Kertas Baru untuk Peringati 1 Tahun Invasi Rusia

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Rusia di sini.



Editor: Febri Ady Prasetyo

Berita Populer