Dalam pertemuan yang terjadi di sela-sela rapat G20 itu, Blinken meminta Lavrov untuk segera mengakhiri perang. Selain itu, Blinken mendesak Rusia untuk kembali menyepakati perjanjian nuklir New START.
Menurut kantor berita Rusia, pembicaraan mengenai kedua hal itu berlangsung selama kurang dari 10 menit. Disebutkan tidak ada negosiasi apa pun di antara mereka.
Dalam konferensi pers, Blinken mengaku meminta Lavrov untuk terlibat dalam diplomasi.
"Saya berkata kepada Menteri Luar Negeri itu (Lavrov) bahwa apa pun yang sedang terjadi di dunia ini atau di dalam hubungan kini, Amerika Serikat akan terus siap untuk terlibat dan mengambil tindakan dalam pengendalian senjata strategis, sama seperti yang dilakukan Amerika Serikat dan Rusia, bahkan pada masa puncak Perang Dingin," kata Blinken dikutip dari Reuters.
Baca: Intelijen: Tiongkok Pertimbangkan Kirim Drone & Amunisi ke Rusia
Sementara itu, seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri mengatakan dAS tidak berharap adanya pembicaraan dengan Rusia pada level pejabat tinggi dalam waktu dekat. Dia juga tidak yakin pertemuan singkat antara Blinken dan Lavrov itu bakal mengubah sikap Rusia.
Sebelumnya, dalam rapat G20 yang dihadiri para menteri luar negeri, AS dan negara-negara Eropa mendesak grup itu untuk terus menekan Rusia demi mengakhiri perang di Ukraina.
Baca: Warga di Berbagai Belahan Dunia Gelar Aksi untuk Peringati 1 Tahun Invasi Rusia
"Kita harus terus mendesak Rusia untuk mengakhiri perang agresinya dan menarik diri dari Ukraina demi perdamaian internasional dan stabilitas ekonomi," kata Blinken.
Ucapan Blinken itu didukung oleh para menteri luar negeri dari Jerman, Prancis, dan Belanda.
"Sayangnya, ada satu anggota G20 yang mencegah 19 anggota lainnya untuk memfokusikan semua upaya mereka kepada isu-isu yang menjadi tujuan pendirian G20," kata Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock.
Baerbock juga mendesak Rusia untuk kembali menyepakati perjanjian New START dan meneruskan pembicaraan dengan AS.
Pekan lalu Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengumumkan bahwa negaranya tak lagi terikat pada perjanjian New START. Sebelumnya, dia menuding Barat terlibat langsung dalam menyerang pangkalan udara Rusia.
Sementara itu, Lavrov menyalahkan Barat atas kekacauan politik dan ekonomi dunia.
"Sejumlah delegasi Barat mengubah upaya dalam agenda G20 menjadi sebuah lelucon, ingin mengalihkan tanggung jawab atas kegagalan mereka dalam ekonomi kepada Federasi Rusia," kata Lavrov,
Dia juga menuduh Barat menghalangi ekspor produk pertanian dari Rusia.
Baca: Setahun Perang di Ukraina: PBB Keluarkan Resolusi, Rusia Mencak-Mencak
Baca berita lain tentang Rusia di sini.