Prof. Dr. KH. Ali Yafie

Penulis: Yustica Septyaningtyas
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Profil KH Ali Yafie yang meninggal dunia


Daftar Isi


  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Prof. Dr. KH. Ali Yafie adalah tokoh Nahdlatul Ulama (NU).

Ia lahir di Desa Wanidonggala, Sulawesi Tengah pada 1 September 1926.

Ali Yafie lahir di bulan saat Muktamar NU pertama digelar.

Ali Yafie merupakan anak seorang ulama yang cukup berpengaruh bernama Syekh Muhammad Al-Yafie.

Ibunya bernama Imacayya, seorang putri raja dari salah satu kerajaan di Tanete.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) 1990-2000, KH Ali Yafie meninggal dunia pada Sabtu (25/2/2023)(Instagram/@muipusat) (Instagram/@muipusat via Kompas)

Sang ibu meninggal dunia saat Ali Yafie berusia 10 tahun.

Ia adalah anak ketiga dari lima bersaudara.

Sementara kakeknya seorang ulama yang cukup lama mengajar di Masjidil Haram, Mekah bernama Syaikh Abdul Hafidh Bugis. (1)

Baca: Prof. Dr. Mohammad Gudono

 

  • Ilmu Agama


Pendidikan agama Ali Yafie diperoleh sejak masa kanak-kanak.

Ali Yafie sudah mampu membaca kitab kuning pada usia 12 tahun.

Ia mengaji kitab kuning dari sejumlah ulama terkemuka di Sulawesi Selatan.

Ali Yafie mendapatkan pendidikan pertamanya di sekolah dasar umum, kemudian dilanjutkan di Madrasah As'adiyah di Sengkang, Wajo, Sulawesi Selatan.

Ia dikenal luas sebagai ahli dalam bidang ilmu fiqh. (1)

Baca: Prof. dr. Taruna Ikrar, M.D., M. Biomed, Ph.D.

 

  • Karier


Ali Yafie pernah bekerja sebagai Hakim di Pengadilan Agama Ujungpandang (Makassar) pada tahun 1959-1962.

Ia kemudian menjabat sebagai Inspektorat Pengadilan Agama Indonesia Timur pada tahun 1962-1965.

Pada tahun 1965-1971, Ali Yafie mendapat kepercayaan untuk bertugas sebagai Dekan di Fakultas Ushuluddin IAIN Ujungpandang.

Pada Muktamar NU di Surabaya yang dilaksanakan tahun 1971, Ali Yafie terpilih menjadi salah seorang Rais Syuriyah PBNU.

Kemudian, pada Muktamar NU di Semarang (1979) dan Situbondo (1984), ia kembali diberi amanah sebagai Rais Syuriyah PBNU.

Pada Muktamar NU di Krapyak tahun 1989, Ali Yafie menjabat sebagai wakil Rais 'Aam PBNU.

Pada tahun 1991-1993, ia kemudian menjadi Penjabat (Pj) Rais 'Aam PBNU.

Ali Yafie pun menjabat Ketua Umum MUI pada tahun 1998-2000 menggantikan KH Hasan Basri.

Ia juga pernah menjadi Rektor Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakarta pada periode 2002-2005

Di samping berbagai kesibukannya, Ali Yafie mendedikasikan dirinya menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Darul Dakwah Al Irsyad, Pare-Pare, Sulawesi Selatan.

Pondok pesantren itu didirikan oleh Ali Yafie sejak tahun 1947. (1)

Baca: Prof. Dr. Suharso

  • Karya


Semasa hidupnya, Ali Yafie aktif menulis dan banyak menerbitkan buku. Berikut karya-karya Ali Yafie.

- Menggagas Fikih Sosial: dari Soal Lingkungan Hidup, Asuransi hingga Ukhuwah (1995)

- Teologi Sosial: Telaah Kritis Persoalan Agama dan Kemanusiaan (1997)

- Beragama Secara Praktis agar Hidup Lebih Bermakna (2002)

- Fiqih Perdagangan Bebas (2003)

- Merintis Fiqih Lingkungan Hidup (2006) (1)

Baca: Prof. Dr. G.A. Siwabessy

 

  • Meninggal Dunia


Pada 13 Februari 2023, kondisi kesehatan KH Ali Yafie sempat menurun drastis karena ada masalah di paru-paru dan jantung.

Prof. Dr. KH. Ali Yafie meninggal dunia di usia 96 tahun pada 25 Februari 2023 karena telah lama sakit dan faktor usia.

Ia meninggal dunia pukul 22.13 WIB di Rumah Sakit Premiere Bintaro, Tangerang Selatan, Banten.

Jenazah disemayamkan di rumah duka di Menteng Residence, Menteng Bintaro Sektor 7, Tangerang.

Sementara pemakaman dilakukan pada 26 Februari 2023 di TPU Tanah Kusir. (2)

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/YUSTICA)

 



Nama Prof. Dr. KH. Ali Yafie


Kelahiran Desa Wanidonggala, Sulawesi Tengah, 1 September 1926


Riwayat Karir Tokoh Nahdlatul Ulama (NU)


Meninggal Dunia 25 Februari 2023


Sumber :


1. nu.or.id
2. tribunnews.com


Penulis: Yustica Septyaningtyas
Editor: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer