Pakar: Tiongkok Bisa Buat Konflik Ukraina-Rusia Melebar Jadi Perang Dunia

Editor: Febri Ady Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Peluncur roket BM-21 Grad milik Ukraina meluncurkan roket ke arah pasukan Rusia di Donbas, 10 April 2022.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Thomas Friedman, kolumnis The New York Times, mengatakan Tiongkok bisa membuat konflik Ukraina-Rusia melebar hingga menjadi perang dunia.

Hal itu diucapkan Friedman saat diwawancarai dalam acara Meet the Press. Dia menyinggung hubungan antara Rusia dan Tiongkok.

"Tiongkok, pertama-tama, mereka akan suka perang ini diperpanjang karena perang ini membuat kita (Amerika Serikat atau AS) tetap terikat. Dan kita membakar semua persenjataan dan dan semua stok perlengkapan militer kita," kata Friedman dikutip dari Newsweek, (21/2/2023).

Menurut dia, Tiongkok senang apabila Rusia menjadi lemah. Namun, Tiongkok juga tak ingin "Rusia runtuh".

"Ini adalah tanda yang sangat buruk bagi [persoalan] Taiwan jika Barat bisa mengalahkan Rusia. Jadi, saya pikir Tiongkok mungkin khawatir akan hal itu. Namun, saya pikir Anda tidak bisa melebih-lebihkan betapa krusialnya jika Tiongkok melakukan hal itu, selanjutnya ini akan menjadi perang dunia yang nyata. Perang itu mempengaruhi seluruh pasar dunia dan kita berada dalam dunia yang sepenuhnya baru."

Baca: Mantan PM Italia Berlusconi Salahkan Zelenskiy atas Perang di Ukraina

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken telah memperingatkan adanya "dampak besar" apabila Tiongkok membantu Rusia melawan Ukraina. Blinken juga menuding Tiongkok kini mempertimbangan pengiriman bantuan ke Rusia dalam bentuk senjata mematikan.

Baca: Rusia Cari Penonton Bayaran untuk Putin, per Orang Dibayar Rp102 Ribu

Mark Hertling, mantan komandan jenderal AS di Eropa, menyebut Tiongkok ingin melihat AS terus membantu negara bekas Uni Soviet itu.

"Ketika AS dan negara Barat lainnya mengirimkan senjata, bantuan, dan intelijen dalam perang, Tiongkok mampu memperluas jangkauan strategisnya di banyak wilayah di luar perbatasannya sambil terus mengatasi tantangan-tantangan di dalam negerinya," kata Hertling.

Hal senada juga dikatakan oleh Letjen Ben Hodges, mantan komandan Angkatan Darat AS di Eropa.

"Makin tampak jelas bahwa Tiongkok secara aktif mendukung Rusia dengan bantuannya, meski upaya untuk melakukan hal itu tepat di bawah ambang sanksi. Tiongkok memperhitungkan tindakannya berdasarkan pengamatannya atas kesediaan kita untuk bersatu dan membantu Ukraina melawan Rusia," kata Hodges.

Menurut Hodges, persoalan di Ukraina tidak bisa dipisahkan dari ancaman Tiongkok di kawasan Indo-Pasifik.

Baca: Ukraina Tuding Rusia Bakar Jasad Tentara untuk Tutupi Kekalahan Besar

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Ukraina di sini.

 

 

 



Editor: Febri Ady Prasetyo

Berita Populer