Zakharova mengaitkan insiden itu dengan pemilu di AS yang akan digelar tahun depan. Dia juga mengklaim bahwa insiden itu adalah bukti bahwa AS sudah lelah berseteru dengan Rusia.
Dalam wawancara di radio pada hari Rabu, (15/2/2023), dia menyebut munculnya "balon mata-mata" Tiongkok dan objek terbang tak dikenal (UFO) lainnya memang ditujukan untuk "mengejutkan masyarakat".
Menurutnya, berbagai peristiwa itu adalah "rencana licik" AS untuk menyambut pemilu mendatang.
"Anda tahu bahwa pemilihan di AS sebentar lagi," kata Zakharova dikutip dari Newsweek.
"Tak mengejutkan bahwa akan ada Pokemon, akan ada UFO."
AS telah menembak tiga UFO pekan lalu. Gedung Putih menegaskan bahwa ketiga objek itu tidak menunjukkan tanda-tanda kehadiran makhluk luar Bumi.
Anggota legislatif AS mengaku hanya mendapat sedikit informasi tentang ketiga objek misterius itu. Mereka kemudian meminta Presiden AS Joe Biden untuk menenangkan masyarakat agar tidak khawatir.
Baca: Jepang Sebut UFO yang Terbang di Wilayahnya Adalah Balon Mata-Mata Tiongkok
Ketiga objek itu ditembak setelah balon Tiongkok ditembak jatuh di lepas pantai South Carolina. Tiongkok membantah bahwa balon itu adalah balon mata-mata. Menurut Tiongkok, balon itu adalah balon yang digunakan untuk penelitian. Negara itu menyerang balik dengan menuding bahwa AS juga mengirim balon mata-mata ke Tiongkok.
Baca: Tiongkok Serang Balik, Tuding AS Terbangkan Banyak Balon di Wilayahnya
Pekan lalu Zakharova mengatakan reaksi AS atas kemunculan balon itu berlebihan. Dia membela Beijing dari tudingan spionase.
Kemudian, pada hari ini dia mengklaim bahwa persoalan balon itu sebenarnya adalah persoalan tentang Rusia.
"Bagi saya, tampaknya tak mungkin untuk terus mempromosikan topik tentang Rusia karena mereka (AS) sudah sepenuhnya menghabiskannya dan mengubahnya menjadi absurd, membuat lelah semua orang dengan topik tentang Rusia dalam bidang informasi dan politik mereka," kata dia menjelaskan.
"Jadi, saya tidak melihat ada cara lain agar mereka bisa terus mempromosikan topik ini selama bertahun-tahun. Namun, bagaimanapun juga, mereka memang perlu mengejutkan masyarakat."
Zakharova dikenal suka mengkritik Barat. Dia mengklaim kebijakan tentang Rusia yang dikeluarkan oleh pemerintahan Joe Biden telah "diterapkan dalam skala mengerikan dan berdampak bagi seluruh umat manusia".
"Kebijakan neoliberal Amerika telah menghancurkan Ukraina dan melenyapkan warga Ukraina," kata dia.
"Ambisi hegemoni Amerika menyebabkan penderitaan besar-besaran."
Baca: Setelah Insiden Balon Tiongkok, AS Tembak Objek Tak Dikenal di Langit Kanada
Baca berita lain tentang Rusia di sini.