PBB mengatakan, jumlah korban tewas mencapai lebih dari 34.000 di Suriah dan Turkiye dapat meningkat lebih tinggi.
Konvoi PBB yang mengangkut bantuan untuk Suriah tiba lewat Turkiye.
Namun, kepala bantuan badan itu yakni Martin Griffiths mengatakan bahwa masih lebih banyak dibutuhkan untuk jutaan orang yang rumahnya hancur.
"Sejauh ini kami telah mengecewakan orang-orang di Suriah barat laut. Mereka merasa ditinggalkan. Mencari bantuan internasional yang belum tiba," tulis Griffiths di Twitter, dikutip dari Kompas.com.
Saat meninjau kerusakan di Turkiye selatan pada Sabtu (11/2/2023), Griffiths menyebutkan jumlah korban bakal berlipat ganda atau lebih karena peluang menemukan korban selamat bisa memudar setiap hari.
Bantuan lambat tiba di Suriah dan sebagian negara masih di bawah kendali pemberontak yang memerangi pemerintah Presiden Bashar Al-Assad.
Koresponden AFP menyaksikan konvoi 10 truk PBB menyeberang ke Suriah barat laut lewat perbatasan Bab Al-Hawa.
Truk-truk tersebut membawa perlengkapan perlindungan, terpal plastik, tali, selimut, kasur dan karpet.
Bab Al-Hawa merupakan satu-satunya titik bantuan internasional untuk menjangkau orang-orang di daerah yang dikuasai pemberontak di Suriah setelah hampir 12 tahun perang saudara. Penyeberangan lainnya ditutup karena tekanan dari China dan Rusia.
Baca: Gaza Berikan Donor Darah untuk Korban Gempa Mematikan yang Terjadi di Turki-Suriah
Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus bertemu Assad di Damaskus pada Minggu (12/2/2023).
Ia mengatakan, Assad siap membuka penyeberangan perbatasan agar dapat membantu memasukkan bantuan ke barat laut yang dikuasai pemberontak.
"Dia akan mempertimbangkan titik akses lintas batas tambahan untuk keadaan darurat ini," kata Tedros kepada wartawan, dikutip dari kantor berita AFP.