India Ingin Ubah Hari Valentine Jadi 'Hari Memeluk Sapi'

Editor: Febri Ady Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Seekor sapi berdiri di samping seorang pedagang di pasar, New Delhi, India, (17/2/2023)

TRIBUNNEWSWIKI.COM - India berencana mengubah hari Valentine yang jatuh pada tanggal 14 Februari menjadi 'hari Memeluk Sapi'.

Selama berabad-abad sapi dianggap sebagai hewan yang sakral bagi pemeluk Hindu di India. Perayaan hari Memeluk Sapi dianggap bisa memajukan nilai-nilai tradisional India dan menggantikan budaya yang berasal dari Barat.

Rencana penetapan tanggal 14 Februari sebagai hari Memeluk Sapi tercantum dalam pernyataan Dewan Kesejahteraan Hewan yang dikeluarkan hari Senin, (6/2/2023). Dewan itu menyebut sapi sebagai "tulang punggung kebudayaan dan ekonomi pedesaan di India".

Selain itu, anjuran untuk memeluk sapi merupakan bagian dari upaya mempromosikan tradisi "Weda" yang diyakini sudah terkikis oleh pengaruh Barat.

"Seiri dengan waktu, tradisi Weda hampir di ambang kepunahan karena perkembangan kebudayaan Barat," demikian isi pernyataan itu dikutip dari CNN International. "Pesona kebudayaan Barat telah membuat kebudayaan material dan warisan budaya kita hampir terlupakan."

Baca: Film Dokumenter BBC tentang Narendra Modi Dilarang Beredar di India

Sayangnya, rencana itu tidak disambut dengan baik dan malah mendatangkan olok-olok dari warganet.

Media di India juga rencana itu. Bahkan, media di sana menerbtikan kartun ejekan yang memperlihatkan sapi-sapi lari dari para laki-laki. Pada akhirnya rencana itu terpaksa ditangguhkan.

Baca: Kisah Pilu Wanita India Diseret dengan Mobil hingga Tewas setelah Tabrakan

Ini bukan pertama kalinya pemerintah India membuat keributan akibat kebijakannya tentang sapi.

Pada tahun 2019 Kementerian Perikanan dan Peternakan India membuat sebuah badan perlindungan sapi bernama Rashtriya Kamdhenu Aayog (RKA). Dua tahun muncul ujian "pengetahuan tentang sapi" yang kontroversial. Ujian itu terpaksa ditangguhkan karena dikritik.

Buku pedoman ujian itu berisi klaim-klaim tentang sapi yang belum bisa dibuktikan secara ilmiah. Salah satunya adalah klaim bahwa aktivitas di rumah potong hewan bisa menyebabkan gempa besar.

Sapi hingga kini menjadi hewan yang disakralkan di negara itu. Berjualan dan tindakan menyembelih sapi adalah hal yang dilarang. Sapi di India bebas berkeliaran di jalanan.

Baca: Beredar Video Bentrokan Tentara India vs. Tiongkok, Tongkat & Batu Jadi Senjata

Sapi yang dipolitisasi

Setelah Narendra Modi diangkat menjadi Perdana Menteri India tahun 2014, muncul gelombang nasionalisme Hindu di negara itu. Sebagai akibatnya, sapi di sana juga makin dipolitisasi.

Partai Modi, Bharatiya Janata Party (BJP), punya kaitan erat dengan tradisi Hindu konservatif. Para pengkritik mengklaim pemujaan sapi telah digunakan sebagai alat untuk mengintimidasi umat Islam di India. Dalam beberapa kasus, para muslim dituding tidak menghormati sapi.

Saat berkampanya tahun 2014 lalu, Modi berjanji akan mengakhiri "revolusi merah muda". Istilah itu merujuk kepada tindakan penyembelihan hewan.

Vikram Saini, seorang anggota dewan dari BJP, bahkan mengeluarkan pernyataan yang ekstrem.

"Saya sudah berjanji bahwa saya akan mematahkan tangan dan kaki mereka yang tidak menganggap sapi sebagai ibu mereka dan membunuh mereka," kata Saini dalam sebuah acara tahun 2017 lalu.

Pernyataan itu memicu protes di India.

Baca: 9 Orang Ditahan dalam Kasus Jembatan Ambruk di India yang Tewaskan 132

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang India di sini.

 

 

 

 



Editor: Febri Ady Prasetyo

Berita Populer