Menurut Tiongkok, balon itu adalah "balon sipil" dan telah menyimpang dari jalurnya.
"Sudah diverifikasi bahwa balon udara tak berawak itu berasal dari Tiongkok," kata juru bicara Kemenlu Tiongkok Mao Ning kepada wartawan, Senin, (6/2/2023), saat konferensi pers, dikutip dari United Press International. Dia mengklaim balon itu digunakan untuk tes penerbangan.
Mao berujar balon itu mirip dengan balon yang terlihat terbang di langit Amerika Serikat (AS) pekan lalu.
"Menyimpang jauh dari rute yang direncanakan dan memasuki zona udara Amerika Latin dan Karibia," kata dia menjelaskan. Menurut dia, balon itu memiliki "kemampuan sistem kemudi yang terbatas".
Ketika ditanya mengenai tujuan penerbangan balon itu, Mao menegaskan bahwa Tiongkok tidak bermaksud mengganggu kedaulatan wilayah udara negara lain.
Baca: Selama Menjabat, Trump Disebut Tak Pernah Diberi Tahu Adanya Balon Tiongkok
"Tiongkok adalah negara yang bertanggung jawab dan selalu bertindak sesuai dengan hukum internasional. Kami sudah memberi tahu pihak terkait."
"Balon itu sedang ditangani dengan baik dan tidak akan memunculkan ancaman apa pun bagi negara mana pun."
Mao tidak menjelaskan apakah Tiongkok kehilangan kendali atas balon-balon lainnya di seluruh dunia dan penyebab balon itu menyimpang dari jalur.
Baca: Mirip dengan AS, Kolombia Temukan Benda Misterius seperti Balon di Langit
"Saya bukan ahli dalam mengendalikan balon, jadi kemungkinan saya bukan orang yang tepat untuk menjawab pertanyaan ini. Namun, sepengetahuan saya, di dunia ini, inilah pertama kalinya balon untuk tujuan penelitian tidak bisa dikendalikan."
Sebelumnya, pejabat militer Kolombia dan Otoritas Penerbangan Sipil Kosta Rika telah mengonfirmasi adanya balon di langit kedua negara itu. Namun, tidak disebutkan bahwa balon itu dari Tiongkok.
Balon lain yang juga milik Tiongkok juga sempat terbang di langit Montana, AS, pekan lalu. AS menuding balon itu untuk tujuan spionase.
Balon kemudian ditembak jatuh oleh jet tempur AS ketika berada di lepas pantai Carolina Utara. Namun, aksi penembakan itu dicela oleh Tiongkok.
"Sudah jelas ini reaksi yang berlebihan. Pihak Tiongkok dengan tegas menentangnya," kata Mao.
Baca: Militer AS Cari Sisa-Sisa Balon Mata-Mata Tiongkok yang Ditembak Jatuh
Wakil Menteri Luar Negeri Tiongkok Xie Feng juga sudah mengeluarkan keluhan tentang penembakan itu kepada Kedutaan AS di Tiongkok.
"Apa yang telah dilakukan AS itu berdampak besar dan merusak upaya dan kemajuan yang dibuat kedua belah pihak untuk menstabilkan hubungan Tiongkok AS sejak pemimpin dua negara itu bertemu di Bali, Indonesia," kata Xie melalui pernyataannya pada hari Minggu.
Baca berita lain tentang Tiongkok di sini.