Gempa Turki-Suriah: 17 Negara Uni Eropa Kirim Tim SAR ke Turki

Editor: Febri Ady Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tim SAR mencari korban gempa di antara reruntuhan bangunan di Kahramanmaras, Turki, (6/2/2023).

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tujuh belas negara anggota Uni Eropa mengirimkan tim penyelamat ke Turki setelah negara itu diguncang oleh gempa besar pada hari Senin, (6/2/2023).

"Kecepatan itu sangat penting, begitu juga koordinasi internasional," kata Janez Lenarcic selaku komisioner Uni Eropa dalam bidang manajemen krisis, dikutip dari Anadolu Agency.

"Melalui Mekanisme Perlindungan Warga Sipil Uni Eropa kami, 17 negara Eropa mengirimkan tim penyelamat."

Lenarcic mengatakan tim pertama yang berasal dari Romania, Bulgaria, dan Hongaria sudah tiba di wilayah terdampak gempa pada Selasa pagi.

"Di Suriah, kami bekerja sama dengan rekan kemanusiaan kami yang sekarnag juga melakukan operasi penyelamatan," kata dia menambahkan.

Sebelumnya, diumumkan bahwa ada 13 negara yang mengirimkan tim penyelamat, yakni Bulgaria, Kroasia, Republik Ceko, Prancis, Yunani, Belanda, Polandia, Romania, Hongaria, Italia, Spanyol, Malta, dan Slovakia.

Baca: Lembaga AS: Setidaknya Sudah Terjadi 100 Gempa Susulan di Turki

Jumlah korban jiwa

Mengutip pemberitana CNN International, hingga saat ini jumlah korban tewas dilaporkan mencapai lebih dari 4.300 orang. Menurut Yunus Sezer, kepala lembaga yang menangani bencana, jumlah korban tewas di Turki kini mencapai 2.821 orang.

Baca: PBB Sebut Jumlah Kematian Gempa Turki-Suriah Kemungkinan akan Tembus 20 Ribu Jiwa

Di Suriah yang juga diguncang gempa, korban tewas setidaknya berjumlah 1.451 orang. Menurut kantor berita SANA, ada 711 warga yang tewas di wilayah yang dikuasai oleh pemerintah, sebagian besar di daerah Aleppo, Hama, Latakia, dan Tartus.

Sementara itu, kelompok Pertahanan Sipil Suriah melaporkan ada 740 korban jiwa di wilayah yang yang dikuasai pihak oposisi. Sebagian besar Suriah bagian barat laut yang berbatasan dengan Turki kini dikuasai oleh pasukan antipemerintah.

Gempa pada hari Senin itu diyakini sebagai gempa terbesar yang mengguncang Turki sejak tahun 1939. Pada tahun tersebut muncul gempa dengan magnitudo yang sama. Namun, jumlah korban tewas mencapai 30.000 orang.

Dalam 25 tahun terakhir, sudah ada tujuh gempa bermagnitudo 7,0 atau lebih yang mengguncang Turki. Namun, kerusakan yang ditimbulkan tidak separah gempa pada hari Senin.

Baca: 20 Tahanan Melarikan Diri dari Penjara Usai Gempa Turki-Suriah, Sebagian Besar Anggota ISIS

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Turki di sini.

 

 



Editor: Febri Ady Prasetyo

Berita Populer