Keberadaan balon itu diumumkan pada hari Kamis, (2/2/2023), dan diduga berasal dari Tiongkok. Sehari kemudian Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Tiongkok mengonfrimasi bahwa balon itu memang dari negaranya.
Menurut Tiongkok, balon itu adalah balon biasa yang digunakan untuk penelitian meteorologi. Namun, balon itu telah menyimpang dari jalurnya.
Penjelasan Tiongkok itu tidak bisa mengurungkan niat Blinken untuk membatalkan atau menunda lawatannya ke Tiongkok. Dia menyebut keberadaan balon itu "tidak bisa diterima".
"Kami yakin bahwa ini adalah balon mata-mata Tiongkok," kata Blinken dikutip dari United Press International, (4/2/2023).
Di sisi lain, Tiongkok membantah pernyataan AS.
Baca: Jenderal AS Peringatkan Kemungkinan Perang dengan Tiongkok Tahun 2025
"Balon itu dari Tiongkok. Itu balon biasa yang digunakan untuk penelitian, terutama untuk kepentingan meteorologi. Karena terdampak oleh angin antipasat dan memiliki kemampuan sistem kemudi yang terbatas, balon itu menyimpang jauh dari jalur yang direncanakan," demikian pernyataan dari Tiongkok.
"Tiongkok menyesalkan masuknya balon itu secara tidak sengaja ke langit AS karena keadaan kahar (force majeure)."
Baca: Disanksi, Rusia Disebut Masih Bisa Mengimpor Teknologi dari Tiongkok
Penyataan dari Kemenlu Tiongkok menyebutkan bahwa negaranya akan terus "berkomunikasi dengan pihak AS dan menangani situasi yang tidak diperkirakan ini dengan baik".
Sebelumnya, Pentagon telah mengonfirmasi bahwa militer AS melacak "balon mata-mata" yang terbang tinggi di langit AS.
Menurut Pentagon, balon itu tidak memunculkan ancaman militer ataupun fisik. Balon itu juga terbang jauh di atas jalur pesawat komersial.
Juru bicara Menlu Tiongkok sempat berujar bahwa dia berharap kedua negara itu bakal merespons insiden itu dengan "kepala dingin dan bijak".
"Tiongkok adalah negara yang bertanggung jawab dan kami selalu bertindak sesuai dengan hukum internasional. Kami tidak punya keinginan untuk melanggar wilayah atau zona udara negara berdaulat mana pun," kata juru bicara itu.
Balon misterius itu diketahui terlihat pertama kali di langit Billings, Montana, pada hari Rabu.
Baca: Jumlah Penduduk Tiongkok Dilaporkan Berkurang, Apa Dampaknya?
Baca berita lain tentang Tiongkok di sini.