Prediksi itu disampaikan Fedorov dalam acara diskusi yang ditayangkan oleh TV pemerintah Rusia. Diskusi itu membahasa pengiriman jet tempur milik negara-negara Barat ke Ukraina.
Seorang panelis bertanya kepada Fedorov mengenai apakah pengiriman jet itu akan melewati "batas maksimal" yang ditetapkan Presiden Rusia Vladimir Putin sehingga memperbesar konflik di Ukraina.
Fedorov menyebut pengiriman jet ke Ukraina bukanlah salah satu batas maksimal. Ketika ditanya apakah dia tahu apa saja batas maksimal itu, dia menjawab, "Ya, saya tahu."
Dia kemudian ditanya beberapa batas maksimal yang telah ditetapkan Putin.
"Batasan itu serangan terhadap pusat komando di Moskwa," kata Fedorov.
"Sebuah serangan, bukan upaya [serangan]. Serangan itu pasti akan terjadi, itu akan menjadi batas maksimal yang tidak bisa diterima."
Baca: Komentator TV Rusia Singgung Holocaust, Sebut Negara Baltik Dikuasai Nazi
Video pendek yang memperlihatkan jalannya diskusi itu dibagikan di Twitter oleh Anton Gerashchenko, penasihat Kementerian Dalam Negeri Ukraina.
Ini bukan pertama kalinya Fedorov membuat prediksi mengenai serangan terhadap Moskwa. Pada bulan September lalu, setelah Kota Lyman direbut kembali oleh Ukraina, dia mengaku terkejut dengan kekuatan pasukan Ukraina.
Baca: Disanksi, Rusia Disebut Masih Bisa Mengimpor Teknologi dari Tiongkok
Julia Davis, jurnalis dan pendiri Russian Media Monitor, mengunggah tanggapan Fedorov atas direbutnya kembali Lyman.
"Perubahan radikal sedang terjadi karena Rusia menduduki, atau seperti yang mereka katakan, mencaplok daerah-daerah ini dan karena alasan itu, Ukraina memulai perang untuk membebaskan daerah itu," kata Fedorov.
"Bukan sejenis operasi khusus, tetapi perang."
Kemudian, dia berujar bahwa pasukan Ukraina kelak bisa saja menyerang wilayah Rusia.
Ketika ditanya apakah Moskwa bisa menjadi target serangan, dia berkat, "Ya, tentu saja."
Beberapa laporan menunjukkan bahwa Kremlin kemungkinan sudah bersiap akan adanya serangan terhadap Moskwa. Pada bulan Januari beredar foto dan video di media sosial yang disebut memperlihatkan sistem pertahanan udara Pantsir-S1 yang dipasang di atap beberapa gedung di Moskwa.
Selain itu, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, telah memperingatkan kemungkanan adanya eskalasi jika Barat memberi Ukraina senjata jarak jauh yang mampu menyerang wilayah Rusia.
Baca: Mantan Presiden Rusia: Kekalahan Rusia di Ukraina Bisa Picu Perang Nuklir
Baca berita lain tentang Rusia di sini.