Ini dikarenakan adanya informasi terkait pemberhentian perusahaan perdagangan elektronik di Indonesia ini pada 31 Maret mendatang.
Lantas sebenarnya apa itu JD.ID?
Berikut Tribunnewswiki rangkum dari berbagai sumber tentang hal-hal yang perlu diketahui terkait JD.ID:
JD.ID atau PT. Jingdong Indonesia Pertama merupakan perusahaan perdagangan elektronik di Indonesia.
Dikutip dari laman resminya, JD.ID adalah anak perusahaan dari salah satu toko online terbesar di Asia (JD.com).
Baca: Perdagangan Digital Akan Tetap Jadi Pendorong untuk Pertumbuhan Ritel Kuartal Kedua 2022
Baca: Daftar Startup Unicorn di Indonesia pada 2021, Ada Tambahan Kopi Kenangan
JD.ID hadir di Indonesia pada 2015 dan melansir data iPrice, pada akhir Desember 2022, JD.ID adalah e-commerce dengan trafik terbesar ke-10 di Indonesia.
Perusahaan ini didirikan oleh Liu Qiangdong sejak November 2015.
JD.ID meraih status unicorn di tahun 2019 dengan valuasi mencapai US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14,1 triliun.
Pada Juni 2022, posisi direktur utama (CEO) JD.ID telah berganti dari Zhang Li (2015-2022) ke Yee (Hanzi: 庞誉 dikenal sebagai Mr. Yee).
Bermula dari menjual produk optik magnet dengan membuka toko fisik bernama Jingdong Century Trafing Co, Ltd pada tahun 1998, ritelnya berkembang dengan menjual barang elektronik, telepon seluler, hingga komputer.
Hal tersebut membuatnya berhasil mendirikan situs daring B2C di Januari 2004 dengan nama jdlaser.com.
Kemudian berganti menjadi 360buy.com, dan yang paling akhir JD.com pada Maret 2013.
JD.com berniat memperluas ekspansi secara global.
Satu di antaranya adalah dengan masuk ke pasar Indonesia.
JD.com mulai beroperasi di Indonesia dengan nama JD.ID pada November 2015 bermitra dengan Provident Capital.
Layanan e-commerce JD.ID bakal menutup seluruh layanannya di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan langsung dalam situs resmi perusahaan.
Dalam pernyataan resmi itu , JD.ID akan berhenti beroperasi per 31 Maret 2023.
Baca: GoTo (Gojek Tokopedia)
Baca: Shopee Indonesia Dikabarkan Bakal PHK 3 Persen Karyawan
Maka, platform e-commerce itu akan berhenti menerima pesanan pada 15 Februari 2023.
Kemudian, JD.ID akan memberi waktu untuk seluruh mitra pengguna dan penjual agar menyelesaikan transaksinya hingga akhir Maret 2023.
"Untuk transaksi yang selesai sebelum tanggal penghentian layanan, perusahaan akan memenuhi pesanan seperti biasa," bunyi pengumuman tersebut, dikutip Senin (30/1/2023).
"Layanan purna jual dan dukungan akan tetap tersedia," lanjut pengumuman tersebut.
Head of Corporate Communications & Public Affairs JD.ID, Setya Yudha Indraswara mengkonfirmasikan JD.ID akan menghentikan semua layanan pada 31 Maret 2023.
Hal tersebut merupakan keputusan strategis dari JD.COM untuk fokus terhadap pembangunan jaringan rantai pasok lintas-negara, dengan logistik dan pergudangan sebagai inti bisnisnya.
Seperti diketahjui, pada pertengahan Desember 2022, JD.ID telah melakukan PHK kepada kurang lebih 200 karyawannya.
Alasan pemutusan hubungan kerja ini untuk beradaptasi terhadap tantangan perubahan bisnis yang sungguh cepat.
Dikutip dari laman resminya, JD.ID adalah anak perusahaan dari salah satu toko online terbesar di Asia (JD.com).
JD.ID hadir di Indonesia pada 2015 dan pada akhir Desember 2022, merupakan e-commerce dengan trafik terbesar ke-10 di Indonesia.