Para politikus Partai Republik juga sudah berjanji akan menyelidiki Biden atas sejumlah hal, termasuk bisnis yang dijalankan putra Biden, Hunter Biden.
Penyelidikan itu sudah dimulai setelah James Comer, Kepala Komite Pengawasan dan Akuntabilitas di DPR, mengirim surat kepada Menteri Keuangan Janet Yellen guna mencari informasi tentang bisnis keluarga Biden.
Biden juga akan diselidiki dalam kasus penarikan mundur pasukan AS dari Afganistan, penanganan pandemi Covid-19, serta persoalan perbatasan.
Baru-baru ini Biden juga tersandung skandal penemuan dokumen rahasia di bekas kantornya di Penn Biden Center dan di rumah pribadinya di Delaware.
Jaksa Agung Merrick Garland mengumumkan bahwa Robert Hur akan menjadi jaksa khusus dalam menyelidiki persoalan itu.
Baca: Gedung Putih Sebut Dokumen Rahasia Kembali Ditemukan di Rumah Biden
Berbagai penyelidikan itu dianggap bisa menjadi tantangan besar bagi pemerintahan Biden yang kini memasuki tahun ketiga.
"Anggota DPR dari Partai Republik punya alasan bagus untuk melakukan pengawasan dan penyelidikan menjadi fokus utama agandan mereka untuk DPR AS ke-118," kata Paul Quirk, seorang ilmuwan politik di Univeristas British Columbia, dikutip dari Newsweek, (16/1/2023).
Baca: Kasus Dokumen Rahasia, Trump Minta FBI Geledah Rumah Joe Biden
"Dengan Partai Demokrat menguasai Senat dan kepresidenan, mereka bisa meloloskan RUU melalui DPR, tetapi RUU seperti itu tidak punya kemungkinan menjadi UU," kata dia.
Quirk mengatakan ada beberapa hal dalam pemerintahan Biden yang bisa diselidiki oleh Partai Republik. Hal tersebut adalah kegagalan manajemen dalam masalah pengungsian di perbatasan Meksiko, kekacauan akibat penarikan pasukan AS dari Afganistan, pengeluaran besar yang keungkinan menambah inflasi, dan berbagai kebijakan kontrobersial dalam persoalan kriminalitas, ras, gender, serta kebudayaan.
Sementara itu, Ian Sams selaku juru bicara Gedung Putih menuding penyelidikan terhadap putra Biden sebagai "serangan yang punya motif politik".
"Politikus Partai Republik berharap menemukan masalah korupsi dan kejahatan, sebagai bukti yang bisa membuat Biden dimakzulkan atau bahkan 'menjebloskannya ke dalam penjara'. Hingga kini penderitaan Hunter Biden tampaknya menjadi kesempatan terbaik mereka, meski mereka telah berupaya melibatkan Joe Biden dalam beberapa kesalahan terkait selama beberapa tahun, tanpa keberhasilan," kata dia.
Baca: Geram, Trump Sebut Biden Pantas Dihukum dengan Kursi Listrik
Baca berita lain tentang Joe Biden di sini.