Pasar Namdaemun

Penulis: Yustica Septyaningtyas
Editor: Febri Ady Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pasar Namdaemun


Daftar Isi


  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pasar Namdaemun adalah pasar tradisional tertua di Seoul, Korea Selatan.

Pasar ini sudah ada sejak zaman kerajaan Joseon, sekitar 500 tahun lalu dengan luas lebih dari 16 hektar. (1)

Pada tahun 1964 Pasar Namdaemun dibuka pertama kali dan terdapat lebih dari 10.000 pengecer, penjual, dan grosir.

Nama Namdaemun berasal dari Gerbang Namdaemun di dekatnya, secara resmi bernama Gerbang Sungnyemun.

Gerbang tersebut ditetapkan sebagai Harta Karun Nasional Korea yang pertama, namun dihancurkan oleh pelaku pembakaran pada tanggal 10 Februari 2008.

Gerbang Sungnyemun telah dipugar dan dibuka kembali pada tahun 2014.

Baca: Incheon Art Platform

  • Sejarah


Sejak tahun 1414, pedagang telah menjual barang-barang di dekat lokasi Pasar Namdaemun.

Daerah ini juga telah rusak akibat kebakaran dan berada dalam kendali Jepang.

Setelah Perang Korea, barang-barang militer Amerika Serikat dijual secara ilegal di pojok belakang pasar.

Pada tahun 1960-an dan 1970-an, Seoul berkembang dengan pesat.

Saat ini, pasar Namdaemun menawarkan beberapa pakaian jahitan tangan berkualitas tinggi terbaik. (2) 

Baca: Incheon Art Platform

  • Lokasi


Pasar Namdaemun terletak di Namdaemunsijang, Seoul, Korea Selatan.

Pasar ini buka setiap Senin hingga Sabtu, dari pukul 09.00-17.00 waktu setempat.

Pasar Namdaemun tutup setiap hari Minggu. (2) 

Baca: Incheon Art Platform

  • Daya Tarik


Pasar Namdaemun terkenal dengan barang-barang yang murah dan dijual dengan borongan.

Pasar Namdaemun berbentuk seperti blok dengan pembagian gang yang didasarkan pada kategori barang.

Di pasar ini ada beragam jenis barang yang dijual dam aneka jajanan kaki lima khas Korea Selatan. (1) 

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/YUSTICA)



Nama Pasar Pasar Namdaemun


Lokasi Namdaemunsijang, Seoul, Korea Selatan


Jenis Pasar tradisional


Sumber :


1. kompas.com
2. theseoulguide.com


Penulis: Yustica Septyaningtyas
Editor: Febri Ady Prasetyo

Berita Populer