Sosok Salt Bae, Koki Seleb Cium Trofi Piala Dunia 2022 di Lapangan yang Berujung Diselidiki FIFA

Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Salt Bae, chef Turki bernama asli Nusret Gokce memegang dan mencium trofi Piala Dunia saat rayakan kemenangan bersama pemain Argentina.

TRIBUNNEWSWIKI.COM -  Nama Salt Bae kini ramai menjadi perbincangan di jagat maya.

Hal ini lantaran aksi Salt Bae yang berada di lapangan pada akhir final Piala Dunia di Qatar minggu lalu.

Bahkan terlihat Salt Bae memegang dan mencium trofi Piala Dunia ketika meratyakan kemenangan Argentina.

Lantas siapa Salt Bae sebenarnya?

Berikut Tribunnewswiki rangkum informasi terkait sosok Salt Bae dari berbagai sumber:

Koki seleb Salt Bae mempunyai nama asli Nusret Gökçe (Pengucapan bahasa Turki: [nusˈɾet ɟœcˈt͡ʃe]).

Pria yang dijuluki Salt Bae ini lahir 9 Agustus 1983.

Baca: Menghitung Hadiah Uang yang Diterima Argentina Sebagai Juara Piala Dunia

Baca: Timnas Juarai Piala Dunia, Ratusan Ribu Warga Argentina Turun ke Jalan

Salt Bae merupakan seorang tukang daging, koki yang berkebangsaan Turki.

Ia bekerja jaringan restoran steak mewah bernama Nusr-Et yang didirikan pada 2010.

Salt Bae Ia memiliki keunikan tersendiri dalam menyajikan dan membumbui daging sehingga ia tak jarang dijadikan meme di dunia maya.

Pria yang lahir di Erzurum, Turki, ini berasal dari keluarga Kurdi.

Nusret Gokce alias Salt Bae mencium trofi Piala Dunia 2022 milik Argentina setelah laga final di Lusail Iconic Stadium, Lusail, Qatar, Minggu (23/12/2022) malam WIB. Dia kini diselidiki FIFA lantaran aksinya masuk lapangan dan memegang piala itu melanggar aturan. (AFP/DAN MULLAN)

Ayah Salt Bae merupakan pekerja tambang.

Keuangan keluarga memaksanya untuk meninggalkan sekolah di kelas 6 untuk bekerja sebagai magang menjadi tukang daging di distrik Kadıköy, Istanbul.

Ia lantas bekerja sebagai tukang jagal.

Di usia 20 tahunan, Salt Bae menghabiskan hari-harinya di Buenos Aires, belajar seluk beluk daging Argentina.

Lalu ada berapa banyak restoran/steakhouse yang dimiliki Salt Bae?

Salt Bae kembali ke Istanbul dan membuka restoran steak pertamanya pada tahun 2010.

Restoran-restoran lainnya dibangun, termasuk di Doha.

Dalam setahun setelah video viral pertamanya, Salt Bar membuka 13 restoran steak lagi dan sekarang memiliki total 15 restoran.

Semuaya tersebar di berbagai kota di belahan dunia termasuk di New York, Miami, dan London.

Nusret Gokce, koki sekaligus pemilik restoran steak Nusr-Et di New York, Amerika Serikat, terkenal dengan aksinya menabur garam atau Salt Bae. (Instagram @nusr_et via Kompas)

Salt artinya garam sedangkan "bae" berarti "baby" atau "sayang" dalam Bahasa Indonesia.

Nama itu dipakai karena Salt Bae viral dengan aksinya yang menabur garam di atas daging.

Gökçe menjadi lebih dikenal luas melalui serangkaian video dan meme viral di Internet pada Januari 2017 yang menunjukkan bahwa dia "dengan ramah" memotong daging dan menaburkan garam.

Baca: Antar Argentina Jadi Juara, Messi: Tuhan Berikan Hadiah Itu kepada Saya

Baca: Profil Kylian Mbappe, Top Scorer Piala Dunia 2022 yang Disebut Kembar dengan Raul Lemos Suami KD

Ketenarannya berasal dari video viral, " Ottoman Steak", yang diposting pada 7 Januari 2017 di akun Twitter restorannya.

Video tersebut dilihat 10 juta kali di Instagram, setelah itu dia dijuluki "Salt Bae" karena caranya yang unik dalam menaburkan garam: menjatuhkannya dari ujung jari ke lengan bawah, dan kemudian jatuh ke piring.

Karena viralnya postingan tersebut, Salt Bae menjadi terkenal dan dia telah melayani berbagai selebriti dan politisi dari seluruh dunia.

FIFA Selidiki akses tak semestinya yang diperoleh Salt Bae dan beberapa orang

Saat ini pihak FIFA sedang menyelidiki Salt Bae dan beberapa orang lain yang memperoleh "akses yang tak semestinya" ke lapangan pada akhir final Piala Dunia di Qatar.

Seperti yang diketahui Salt Bae terlihat memegang dan mencium trofi Piala Dunia ketika merayakan kemenangan bersama pemain Argentina saat Piala Dunia 2022 lalu.

Aturan FIFA menyatakan trofi hanya bisa dipegang oleh sekelompok orang yang "sangat terpilih".

Ini termasuk pemenang turnamen, pejabat FIFA, dan kepala negara.

Dalam sebuah pernyataan kepada BBC Sport, juru bicara FIFA menjelaskan terkait aturan tersebut.

"Menyusul peninjauan, FIFA telah menetapkan bagaimana individu memperoleh akses yang tidak semestinya ke lapangan setelah upacara penutupan di stadion Lusail pada 18 Desember,” jelas juru bicara FIFA, dikutip via Kompas.

"Tindakan internal yang sesuai akan diambil."

(TRIBUNNEWSWIKI/Ka)



Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer