Ucapan itu disampaikan Putin pada hari Kamis, (22/12/2022), setelah Netanyahu mengumumkan bahwa dia telah membentuk pemerintahan baru.
Menurut Israel, Putin juga sudah memberikan ucapan selamat kepada pemimpin Partai Likuid itu pada bulan November lalu.
"Ada keyakinan bersama bahwa hubungan Rusia-Israel akan terus berkembang ke depan, dan hubungan di berbagai tingkat akan berlanjut," kata Kementerian Luar Negeri Rusia menurut Times of Israel, dikutip dari United Press International.
Percakapan Putin dengan Netanyahu itu merupakan yang pertama di antara mereka sejak pemilihan tanggal 1 November. Putin dikenal memiliki hubungan erat dengan Netanyahu selama lebih dari satu dekade terakhir.
Baca: Benjamin Netanyahu
Awal bulan ini utusan resmi dari pemerintahan Kota Moskwa juga sempat berkunjung ke Israel. Kunjungan itu kemungkinan besar tidak akan terjadi apabila tidak ada izin dari Putin. Saat itu Netanyahu sedang bersiap untuk kembali memimpin Israel.
Baca: Israel Kecam Film Farha yang Kisahkan Pembunuhan Keluarga Palestina
Hari Rabu lalu Netanyahu telah mengumumkan bahwa pemerintahan baru telah terbentuk. Kini dia harus memberi tahu Yaric Levin, Ketua Kneseet atau parlemen Israel, mengenai pemerintahan baru ini.
Levin diperkirakan akan mengumumkan perkembangan pemerintahan pada hari Senin pekan depan saat sidang legislatif selanjutnya. Kemudian, Netanyahu diharuskan mengucap sumpah dalam pemerintahan barunya.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken pada awal bulan mengatakan AS berharap pemerintahan baru Israel bisa bekerja untuk memanjukan nilai-nilai bersama.
"Kami akan terus mengungkapkan dukungan kami demi prinsip dasar demokrasi, termasuk penghormatan terhadap hak masyarakat LGBT dan keadilan yang sama bagi seluruh rakyat Israel," kata Blinken.
"Kami akan menilai pemerintahan itu dengan kebijakan yang diambilnya dan bukan dengan kepribadian individu."
Baca: Pergi ke Wilayah Israel, Pria Palestina Tewas Ditembak Tentara Israel
Selain itu, Blinken juga mengungkapkan keprihatinannya atas peristiwa kekerasan baru-baru ini yang melibatkan Israel dan warga Palestina di Tepi Barat.
"Kami juga terus menentang keras setiap tindakan yang merusak kemungkinan solusi dua negara."
Baca berita lain tentang Israel di sini.