Menurut laporan BBC dan NYT yang mengutip media pemerintah Iran, pembubaran ini disampaikan oleh Jaksa Umum Iran Mohammad Javad Montazeri saat rapat hari Sabtu, (3/12/2022).
Namun, kabar pembubaran itu dianggap sebagai "disinformasi" oleh sejumlah jurnalis Iran. Para jurnalis masih bertanya-tanya apakah Iran memang akan membubarkan polisi moral yang kontroversial itu.
"Polisi moral tak ada kaitannya dengan persoalah kehakiman dan lembaga yang sama yang mendirikannya telah menghapusnya," kata Montazeri dikutip dari United Press International.
Berdasarkan pemberitaan NBC News, Montazeri tidak bertanggung jawab mengurus polisi moral. Selain itu, hingga saat ini belum jelas apakah polisi moral akan dihapuskan sepenuhnya atau diubah ke bentuk lain.
Baca: Rayakan Kekalahan dari AS di Piala Dunia Qatar, Warga Iran Ditembak Mati Aparat
Pilihan untuk membubarkan polisi moral disebut diambil setelah ada aksi unjuk rasa di negara itu yang berlangsung selama berbulan-bulan dan diwarnai dengan kekerasan. Aksi itu dipicu oleh kematian Amini. Dia meninggal beberapa hari setelah ditangkap polisi moral lantaran dianggap tidak berpakaian sesuai dengan aturan.
Pada hari Kamis lalu Montazeri mengatakan pihak berwenang sedang meninjau undang-undang yang mengharuskan penggunaan jilbab bagi wanita. Keputusan akan diambil dalam 15 hari.
Baca: Keponakan Khamenei Minta Negara Lain Putuskan Hubungan dengan Iran
Masih Alinejad, salah satu jurnalis Iran, menyebut kabar itu sebagai "disinformasi" dan menganggapnya sebagai "strategi untuk menghentikan kerusuhan".
"Para pengunjuk rasa tidak menghadapi senjata api dan peluru untuk membubarkan polisi moral atau pemaksaan hijab," kata dia melalu Twitter. "Mereka ingin membubarkan rezim islamis."
Sejumlah wanita Iran buka suara tentang hal ini kepada BBC.
"Hanya karena pemerintah telah memutuskan membubarkan polisi moral, itu tidak berarti bahwa unjuk rasa berakhir," kata seorang wanita.
"Yang kami inginkan adalah revolusi," kata seorang wanita lainnya. "Hijab adalah awal mulanya dan kami tidak menginginkan apa pun, kecuali kematian sang diktator dan perubahan rezim."
Baca: Aksi Protes, Tim Sepak Bola Iran Bungkam saat Lagu Kebangsaan Berkumandang
Baca berita lain tentang Iran di sini.