Tragedi Kanjuruhan, Iwan Bule Tolak Mundur dari Jabatan Ketum PSSI : Salam Buat Netizen

Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketum PSSI Mochamad Iriawan saat di Malang, Jawa Timur, Minggu (2/10/2022) pasca Tragedi Kanjuruhan yang terjadi sehari sebelumnya. Ia juga bicara soal desakan mundur dari netizen

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Iwan Bule atau Mochamad Iriawan sambil tertawa menolak untuk mundur dari jabatan Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia ( Ketum PSSI).

Padahal berbagai pihak mendesak dirinya untuk mundur dari jabatan tersebut imbas tragedi Kanjuruhan yang menelan ratusan korban.

Netizen pun juga menekan petisi menuntut pengunduran diri jajaran pengurus PSSI di change.org yang per hari ini Rabu (5/10/2022) sudah mencapai 1.162 tanda tangan.

Iwan Bule menolak desakan netizen yang minta dirinya dan pengurus PSSI mundur dari jabatannya sebagai bentuk tanggung jawab atas Tragedi Stadion Kanjuruhan.

"Salam buat netizen ya (sambil tertawa)," kata Iwan Bule, ketika ditemui awak media di Malang, kemarin sore, dikutip dari Kompas.

Ia mengatakan akan mengawal Tragedi Kanjuruhan hingga selesai.

Baca: Tragedi Kanjuruhan Tewaskan Ratusan Orang, Arema FC Didenda Rp250 Juta

Baca: Iwan Bule Beberkan Penyebab Hubungan PSSI dan Shin Tae-yong Memanas

"Jadi, ia memastikan akan mengawal Tragedi Kanjuruhan hingga usai. "

"Saya kalau mau lepas tanggung jawab di Jakarta saja. Ini saya namanya mengunjungi, menunggui anggota gitu ya. [Saya berada] di Malang sampai selesai," ucap pria berusia 60 tahun itu.

Maka ia menolak desakan netizen untuk mundur dari jabatannya.

Hal itu Iwan Bule sebut sebagai bentuk pertanggungjawaban.

"Bentuk pertanggungjawaban saya adalah seperti sekarang (di Malang). Ini bentuk pertanggungjawaban saya sebagai Ketua Umum (PSSI)," kata Iwan Bule.

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule, melemparkan ide kontroversial dengan menyatakan diri ingin menjadi manajer timnas Indonesia U-19. (Tribunnews.com)

Sementara itu, Kepolisian Republik Indonesia ( Polri) diminta untuk segera mengungkap pelaku di baluk insiden berdarah tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada Sabtu (1/10/2022).

Dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (3/10/2022), Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, mendesak pelaku yang terlibat tindak pidana.

Jika pelaku sudah diumumkan sesuai syarat penetapan maka Polri agar mengevaluasi penyelenggaran keamanan daerah setempat.

“Kepada Polri agar dalam beberapa hari ke depan segera mengungkap pelaku yang terlibat tindak pidana,” tegas Mahfud, dikutip dari Kompas.

Mahfud MD juga meminta Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa untuk segera bergerak soal video viral prajuit yang melakukan tindakan tak patut pada suporte malam itu.

“Apakah video tersebut benar atau tidak, Panglima TNI akan mengumumkannya kepada kita semua,” lanjut dia.

Bahkan PSSI juga diminta untuk segera mengambil tindakan ke internalnya agar ke depan PSSI bisa dijalankan dengan lebih baik.

Baca: Pengamat: Tragedi Kanjuruhan Harus Jadi Momentum Kebangkitan & Persatuan Sepak Bola Indonesia

Baca: Kelompok Masyarakat Lakukan Aksi Tabur Bunga di Patung Kepala Singa Tegar di Area Stadion Kanjuruhan

“Kemudian pemerintah juga akan segera menyusulkan santunan sosial yang nanti akan dilakukan dalam 1 atau 2 hari ke depan tentang bentuk dan jenisnya,” tegas Mahfud MD.

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa juga berjanji akan mengusut tuntas aksi tindakan berlebihan prajurit yang melakukan tindakan berlebihan saat tragedi Kanjuruhan.

Halaman
12


Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer