Viral Video Puan Maharani Cemberut Lempar Kaus, Ketua DPP PDIP Said Abdullah: Mbak Puan Kaget

Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Viral Ekspresi Puan Maharani Cemberut Saat Bagi Bagi Kaos, Ini Penjelasan PDIP

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Viral Video Puan Maharani cemberut saat membagikan kaus kepada warga jadi perbincangan netizen.

Kejadian Ketua DPR RI cemberut tersebut diketahui terjadi di wilayah Jawa Barat yang sempat disebut Puan sebagai "kandang banteng".

Terlihat cucu Soekarno ini membagi-bagikan kaus dengan cara dilempar.

Video tersebutv merekam ekspresi Puan yang tampak cemberut dan tak tersenyum saat membagikan kaus.

Puan yang saat itu mengenakan kemeja hitam juga tampak memarahi pengawal pribadinya (walpri) yang memegang kaus.

Video Puan Maharani yang cemberut saat melempar kaus tersebbut langsung dibela oleh Ketua DPP PDI-P Said Abdullah saat ditemui Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (27/9/2022).

Baca: Puan Maharani Ngaku Bersyukur Jika Ada yang Ingin Dirinya Jadi Presiden RI Selanjutnya

Said Abdullah mengatakan Puan Maharani kaget.

Ia juga menyebut raut wajah Puan Maharani cemberut karena pengawal pribadinya tak menjalankan tugas dengan benar.

Said menjelaskan, tugas walpri tidak membagikan kaus.

Viral video Puan Maharani tampak cemberut saat bagikan kaus ke warga. (youtube)

Hal ini karena tugas tersebut merupakan tugas elite parpol.

"Mbak Puan kaget, 'Lho, kok kamu yang megang kaus?' Mbak Puan itu nanya, bukan marah. 'Kok kamu yang pegang kaus? Kan seharusnya bukan kamu. Kamu menjaga tugas'," bela Said, dikutip dari Kompas.

Sebagai informasi, Puan Maharani Nakshatra Kusyala atau yang lebih sering disapa Puan Maharani merupakan politikus perempuan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P).

Puan Maharani lahir di Jakarta pada 6 September 1973.

Puan Maharani adalah anak dari pasangan Megawati Soekarnoputri dan Taufiq Kiemas.

Megawati Soekarnoputri sendiri merupakan Presiden Indonesia kelima sekaligus putri dari presiden pertama, Ir Soekrno.

Puan Maharani menikah dengan seorang pengusaha ternama, Hapsoro Sukmonohadi atau akrab dengan nama Happy Hapsoro.

Dari pernikahan itu, Puan Maharani dan Happy Hapsoro dikaruniai dua orang anak, Praba Diwangkara Caraka Putra Soma dan Diah Pikatan Orissa Putri Hapsari.

Puan Maharani mengenyam pendidikan pertamanya di SD Perguruan Cikini.

Puan Maharani lulus dari SD Perguruan Cikini ketika usianya 12 tahun pada 1985.

Lulus dari SD, Puan Maharani kemudian melanjutkan ke SMP Perguruan Cikini dan SMA Perguruan Cikini.

Setelah lulus dari SMA pada 1991, Puan Maharani kemudian melanjutkan ke Universitas Indonesia (UI) mengambil Jurusan Ilmu Komunikasi Massa, FISIP.

Puan Maharani berhasil menyelesaikan pendidikan sarjananya pada 1997.

Lahir di tengah keluarga politik mendorong Puan Maharani untuk terjun ke dunia politik.

Ibunya, Megawati Soekarnoputri adalah presiden keliam RI sekaligus Ketua Umum PDIP, sementara sang ayah, Taufiq Kiemas adalah Ketua MPR ke-12.

Sejak kecil, Puan Maharani tidak pernah lepas dari suasana politik.

Baca: Megawati Ngaku Kaget ada Forum Dewan Kolonel yang Dukung Puan Maharani jadi Capres 2022

Baca: Enggan Kalah dari Dewan Kolonel Puan, Dewan Kopral untuk Ganjar Pranowo Bakal Dibentuk

Simbol negara, lambang dan bendera partai adalah pemandangan sehari-hari bagi Puan Maharani.

Secara resmi Puan Maharani terjun ke dunia politik pada usia 33 tahun.

Meski begitu, sejak masih SD, SMP, SMA, atau kuliah Puan Maharani sudah terbiasa menyaksikan kerasnya dunia perpolitikan yang tengah dihadapi keluarganya.

Tidak hanya menyaksikan, Puan Maharani juga ikut berkeliling dan mendampingi Megawati saat melawan kekuasaan Soeharto.

Pendidikan politiknya terus diasah ketika ia bergabung dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di bidang luar negeri sebelum akhirnya bergabung dengan partai ibunya di PDIP.

Setelah pendidikan politiknya dirasa cukup, Puan Maharani kemudian mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI unuk Dapil Surakarta, Sukoharjo, Klaten, dan Boyolali pada Pemilu Legislatif 2009.

Hasilnya, Puan Maharani memperoleh suara terbanyak dan lolos ke Senayan untuk masa periode 2009 – 2014. 

Ketua DPR RI Puan Maharani. (dok. DPR RI)

Tidak hanya itu, Puan Maharani juga didaulat menjadi Ketua Fraksi PDIP menggantikan Tjahjo Kumolo yang sudah menjabat selama Sembilan tahun.

Selanjutnya, Puan Maharani kembali terpilih dalam Pemilihan Legislatif periode selanjutnya.

Kemampuan di bidang politik yang sudah dinilai matang kemudian membuat Puan Maharani ditunjuk sebagai Ketua Bidang Politik dan Hubungan Antarlembaga DPP PDIP.

Pada Pemilu 2014, Puan Maharani ditunjuk sebagai panglima perang PDIP, hasilnya PDIP berhasil memenangi Pemilu 2014 dengan perolehan suara terbanyak.

Kariernya kemudian berlanjut ketika presiden terpilih pada Pemilu 2014, Joko Widodo menunjuknya sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Puan Maharani menjadi Menko termuda pada usia 41 tahun sekaligus menjadi orang pertama yang mengisi kementerian baru itu.

(TRIBUNNEWSWIKI/Ka)



Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer