Makin Terdesak, Rusia Tarik Lebih Banyak Pasukan dari Ukraina Timur

Editor: Febri Ady Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Foto yang dirilis oleh Angkatan Bersenjata Ukraina memperlihatkan kendaraan lapis baja yang ditinggalkan pasukan Rusia di Kharkiv, (11/9/2022).

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Rusia menarik lebih banyak pasukannya dari Kharkiv, Ukraina timur, karena terus terdesak oleh tentara Ukraina, (12/9/2022).

Pasukan Rusia bahkan dilaporkan meninggalkan senjata dan kendaraan mereka.

"Tentara Rusia melarikan diri dengan sangat cepat karena didesak tentara Ukraina sehingga mereka meninggalkan seluruh amunisinya," kata Dinas Intelijen Ukraina, SBU, dikutip dari The Wall Street Journal.

Ukraina mulai melancarkan serangan balik pada awal bulan ini. Pasukan Kiev dilaporkan berhasil merebut kembali wilayah seluas 9.000 km persegi di Kharkiv. Di sisi lain, peristiwa ini menjadi kekalahan terbesar pasukan Rusia sejak awal invasi.

Kekalahan ini memunculkan kritik pedas dari pihak yang mendukung adanya perang di Ukraina. Mereka mempertanyakan cara militer Rusia melakukan "operasi militer khusus" di negara bekas Uni Soviet itu.

Baca: Sekutu Putin Mencela Kekalahan Pasukan Rusia di Ukraina Timur

Pada hari Senin, Ukraina merilis foto yang memperlihatkan pasukannya masuk ke gudang berisi senjata Rusia di Kota Izyum, Kharkiv. Selain itu, dalam laporan yang diterbitkan pada hari yang sama, Ukraina mengatakan pasukannya telah merebut kembali 30 permukiman yang sempat diduduki pasukan Rusia.

"Kami memanfaatkan momentum ini," kata Sersan Artur Shevtsov dari Batalion Dnipro-1."Kami tidak tahu apa yang akan diputuskan oleh pemimpin setelah merebut Kharkiv, tetapi kami ingin menekan Rusia sebisa mungkin, selagi bisa."

Baca: Tentara Rusia Kabur dari Desa Ukraina, Tinggalkan Senjata & Kendaraan

Shevtsov berujar serangan baik ini telah dipersiapkan selama sebulan. "Dan kini membuahkan hasil," kata dia menjelaskan.

Serangan balik Ukraina sedikit menurun pada hari Senin karena pasukan Kiev sedang menguatkan kontrol atas wilayah yang direbutnya. Namun, Ukraina kini harus mencari tambahan personel militer dan amunisi agar bisa terus meraih kemajuan di medan tempur.

Ukraina kemungkinan akan meminta tambahan senjata baru dari Amerika Serikat (AS) dan sekutu Barat-nya. Senjata yang diinginkan Ukraina termasuk Army Tactical Missile System atau ATACMS yang daya jangkaunya mencapai 190 mil. Namun, AS menolak memberikan senjata itu karena khawatir bakal digunakan oleh Ukraina untuk menyerang wilayah Rusia.

Baca: Putin Disebut Ingin Buat Ukraina Bangkrut untuk Tebus Kegagalan Pasukannya

Sebuah mobil berjalan melewati kendaraan lapis baja yang rusak di Kota Balakliya, Kharkiv, (10/9/2022). (JUAN BARRETO / AFP)

Sementara itu, pejabat senior Rusia mengatakan "operasi militer khusus" di Ukraina saat ini berjalan dengan buruk. Melalui siaran TV pemerintah, pakar mendesak strategi militer Rusia ditinjau kembali.

"Orang-orang yang meyakinkan Presiden Putin bahwa operasi militer khusus kita akan berjalan efektif dan cepat, bahwa kita tidak akan menyerang warga sipil, bahwa kita akan datang dan mengembalikan ketertiban, orang-orang ini pada dasarnya menjebak kita," kata Boris Nadezhdin, mantan Wakil Ketua Majelis Rendah Rusia.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Ukraina di sini

 

 



Editor: Febri Ady Prasetyo

Berita Populer